Bola / Bola Indonesia
Senin, 23 Februari 2026 | 10:12 WIB
Persib Bandung vs Ratchaburi (ig Persib Bandung)
Baca 10 detik
  • Manajemen Persib menutup Tribun Selatan GBLA akibat kericuhan suporter saat melawan Ratchaburi FC.

  • Penutupan tribun dimulai pada laga kontra Persita hingga batas waktu yang belum ditentukan.

  • Tindakan ini diambil untuk mengevaluasi keamanan pasca insiden pitch invasion di level Asia.

Suara.com - Langkah drastis diambil oleh jajaran manajemen PT Persib Bandung Bermartabat terhadap fasilitas Stadion Gelora Bandung Lautan Api.

Area tribun selatan kini dalam status penutupan sementara waktu akibat situasi panas yang terjadi baru-baru ini.

Kebijakan tersebut merupakan imbas langsung dari peristiwa kerusuhan yang meledak setelah pertandingan kontra wakil Thailand, Ratchaburi FC.

Momen kelam itu terjadi tepat setelah peluit panjang berbunyi pada laga leg kedua babak 16 besar AFC Champions League 2.

Stadion kebanggaan warga Bandung tersebut menjadi saksi bisu kekecewaan yang meluap dari tribun penonton.

Skuad Pangeran Biru sebenarnya berhasil mengamankan kemenangan tipis dengan skor akhir 1-0 pada malam itu.

Namun raihan poin penuh tersebut tidak cukup untuk membawa Persib melaju ke babak perempat final kompetisi kasta kedua Asia.

Kekalahan agregat 1-3 membuat langkah Maung Bandung harus terhenti secara menyakitkan di hadapan pendukungnya sendiri.

Gugurnya tim dari turnamen bergengsi tersebut memicu gelombang amarah dari oknum suporter yang tidak puas.

Baca Juga: Carlos Pena Bungkam Soal Gol Dianulir Saat Persita Tumbang di Markas Persib Bandung

Suasana di dalam stadion berubah menjadi mencekam ketika ketertiban mulai tidak terkendali oleh petugas keamanan.

Adhitia Putra Herawan selaku Deputy CEO PT PBB mengakui bahwa emosi suporter tersulut karena kegagalan tim di ACL Two.

Pihak manajemen sangat menyayangkan adanya tindakan anarkis yang merusak citra sepak bola nasional di mata internasional.

Adhitia merinci berbagai pelanggaran disiplin yang dilakukan oleh oknum penonton dalam kejadian memalukan tersebut.

Skala pertandingan yang bersifat internasional membuat manajemen harus bergerak cepat sebelum sanksi AFC turun.

Fokus utama pembenahan saat ini tertuju pada sisi selatan stadion yang dianggap sebagai pusat munculnya kericuhan.

Selain tribun selatan, manajemen juga memutuskan untuk mengosongkan area VIP Barat Selatan tepatnya di sektor D dan E.

Langkah ini diambil sebagai bentuk evaluasi menyeluruh terhadap prosedur pengamanan di dalam area pertandingan.

Penutupan area ini diharapkan menjadi peringatan keras bagi seluruh pihak agar menjaga kondusivitas stadion.

Manajemen menekankan bahwa keselamatan penonton umum adalah prioritas utama yang tidak bisa ditawar lagi.

Keputusan penutupan akses ini mulai diterapkan secara efektif pada akhir pekan ini di kompetisi domestik.

Laga antara Persib Bandung melawan Persita Tangerang menjadi momen perdana pemberlakuan aturan pembatasan tribun tersebut.

Adhitia menegaskan bahwa durasi penutupan area tribun selatan ini belum ditentukan batas akhirnya.

"Sebagai langkah antisipatif agar kejadian serupa tidak terulang, kami memutuskan untuk menutup sementara tribun selatan serta VIP Barat Selatan (VBS) sektor D dan E, mulai dari pertandingan Persib vs Persita yang digelar pada hari ini, Minggu, 22 Februari 2026 hingga batas waktu yang belum ditentukan," jelas Adhitia.

Ketegangan di kalangan pendukung diharapkan bisa mereda seiring dengan adanya kebijakan preventif ini.

Proses penyelidikan mendalam terus berjalan untuk mengidentifikasi pihak-pihak yang bertanggung jawab atas kerusakan fasilitas.

Manajemen berharap insiden serupa tidak akan pernah terulang lagi dalam pertandingan-pertandingan yang akan datang.

GBLA diharapkan kembali menjadi tempat yang ramah bagi keluarga dan pecinta sepak bola sejati di Indonesia.

Upaya perbaikan sistem ticketing dan pengamanan akan terus digodok agar stadion tetap steril dari tindakan anarkis.

Adhitia menutup pernyataannya dengan mengajak seluruh elemen suporter untuk lebih bijak dalam memberikan dukungan.

"Mari kita jaga bersama marwah klub ini dengan menunjukkan dukungan yang dewasa dan bertanggung jawab, agar sepakbola tetap menjadi ruang kebanggaan yang dapat dinikmati oleh semua kalangan," tutup Adhitia.

Dukungan yang positif sangat dibutuhkan tim untuk kembali bangkit setelah kegagalan pahit di level Asia musim ini.

Seluruh elemen klub kini fokus menatap laga sisa di liga domestik demi memberikan prestasi yang membanggakan.

Sanksi internal ini diharapkan menjadi titik balik bagi perbaikan ekosistem sepak bola di lingkungan Persib Bandung.

Kepatuhan suporter terhadap aturan baru ini akan menjadi tolok ukur pembukaan kembali tribun selatan di masa depan.

Load More