- Laurin Ulrich tampil reguler bersama FC Magdeburg di kasta kedua Jerman musim ini dengan mencatat lebih dari 1.700 menit bermain dan menyumbang tiga assist.
- Gaya mainnya yang mengatur tempo dan fleksibel membuat pemain berdarah Surabaya ini dinilai cocok menjadi pesaing atau pengganti Thom Haye di lini tengah.
- Meski pernah menolak pendekatan awal karena fokus ke Timnas Jerman, Ulrich menegaskan tidak menutup kemungkinan membela Timnas Indonesia di masa depan.
Suara.com - Timnas Indonesia tampaknya sudah menemukan sosok ideal untuk menjadi suksesor jangka panjang Thom Haye di lini tengah.
Sosok tersebut mengarah pada nama Laurin Ulrich yang merupakan gelandang muda berbakat milik klub Jerman, FC Magdeburg.
Kehadiran pemain berdarah Surabaya ini diyakini sangat cocok dengan proyek regenerasi skuad asuhan pelatih John Herdman.
Spekulasi mengenai masa depan Laurin Ulrich bersama skuad Garuda kembali menghangat setelah dirinya tampil memukau di kompetisi kasta kedua Liga Jerman atau 2. Bundesliga musim 2025/2026.
Pemain yang dipinjamkan dari VfB Stuttgart ini sedang menikmati titik balik luar biasa dalam perjalanan karier profesionalnya.
Situasi ini sangat berbanding terbalik ketika ia menjalani masa pinjaman singkat di SSV Ulm 1846 dengan catatan hanya bermain lima kali selama 70 menit.
Bersama FC Magdeburg hingga pertengahan Februari 2026, ia telah mendapatkan kepercayaan penuh lewat torehan sekitar 20 hingga 21 penampilan.
Gelandang dinamis tersebut sukses mengumpulkan lebih dari 1.700 menit bermain reguler di atas lapangan hijau.
Walaupun belum mencatatkan namanya di papan skor, Ulrich mampu memberikan kontribusi nyata lewat tiga assist matang bagi rekan setimnya.
Baca Juga: Bungkam Kritik, Nathan Tjoe-A-On Bangkit dan Jaga Asa Willem II Promosi ke Eredivisie
Performa impresifnya tersebut juga diganjar dengan nilai rata-rata 7,05 berdasarkan penilaian dari situs statistik FotMob.
Secara taktik, peran Ulrich sangat vital dalam mengatur tempo permainan sekaligus menjadi motor utama saat tim melakukan transisi menyerang.
Atribut permainannya yang fleksibel memungkinkannya beroperasi sama baiknya saat dipasang sebagai gelandang serang maupun sayap kiri.
Kematangan dan jam terbang reguler di Eropa ini membuatnya dinilai layak menjadi pesaing serius bagi Thom Haye yang selama ini tak tergantikan sebagai pengatur ritme permainan.
Kedekatan Ulrich dengan Indonesia tak lepas dari garis keturunan keluarganya yang memiliki akar kuat dari kota Surabaya.
Mantan kapten tim kelompok umur Timnas Jerman ini sebenarnya sudah mendapat tawaran pendekatan dari pihak PSSI sejak awal tahun 2025 lalu.
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 HP Terbaru 2026 Harga Rp2 Jutaan, Kamera Bagus dan Baterai Besar hingga 7000 mAh
- Silsilah Keluarga Lim Xin Rui yang Resmi Jadi Menantu Hasto Kristiyanto
- 3 Klub Pemain Timnas Indonesia Berhasil Raih Tiket Promosi Musim Ini
- Lirik Lagu 'MBG Mas Bahlil Ganteng' yang Viral, Lengkap Asal Usulnya
- HP Vivo yang Bagus Seri Apa? Ini Rekomendasi Seri X, V, dan Y Sesuai Kebutuhan
Pilihan
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer: Hukum Mati Saja Saya!
-
Staf Ahli Gubernur Kaltim Bawa-Bawa Status 'Cucu Nabi' demi Redam Demo Massa
-
Cara Buka Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel dari HP, Tak Perlu Antre di Bank
-
Nathalie Holshcer Sebut Pengawal Pribadinya Ditembak Polisi, Minta Tanggung Jawab Polri
-
Modus Oknum Ustad di Lubuk Linggau Ajak Santri ke Kebun Sawit, Berujung Kasus Pencabulan
Terkini
-
Cesc Fabregas Tegaskan Bertahan di Como Usai Lolos ke Liga Champions
-
Erling Haaland Janji Norwegia Akan Tampil Kreatif dan Menghibur di Piala Dunia 2026
-
Kabar Cedera Jay Idzes di Pekan Penutup Serie A dan Dampaknya Jelang Gabung Timnas Indonesia
-
Arne Slot Ungkap Biang Kegagalan Liverpool Musim Ini
-
Tampil Gemilang, Emil Audero Sabet Predikat Raja Saves Serie A Musim Ini
-
Rekam Jejak Igor Tolic, Sosok yang Gantikan Bojan Hodak Sebagai Pelatih Baru Persib Bandung
-
Pelatih Interim Chelsea Akui Inkonsistensi Jadi Penyebab Gagal ke Eropa
-
Liverpool Bisa Juara Liga Inggris Lebih Banyak jika Tak Ada Pep Guardiola
-
Cesc Fabregas Sudah Punya Firasat Como akan Lolos ke Liga Champions
-
7 Tahun Absen, Gasperini Beberkan Kunci AS Roma Kembali ke Liga Champions