- Gianni Infantino terpilih sebagai Presiden FIFA pada 26 Februari 2016, menggantikan Sepp Blatter di tengah skandal korupsi besar.
- Di bawah kepemimpinannya, FIFA berhasil memulihkan keuangan dari defisit menjadi proyeksi pendapatan rekor 13 miliar dolar AS hingga 2026.
- Kebijakan pentingnya termasuk ekspansi Piala Dunia menjadi 48 tim dan penyelenggaraan Piala Dunia Antarklub format baru di Amerika Serikat 2025.
Suara.com - Tepat 10 tahun sejak terpilih sebagai Presiden FIFA, Gianni Infantino merayakan satu dekade kepemimpinan yang penuh dinamika, mulai dari reformasi besar-besaran hingga rentetan kontroversi.
Infantino naik ke kursi tertinggi sepak bola dunia pada 26 Februari 2016, menggantikan Sepp Blatter yang mundur di tengah badai skandal korupsi.
Saat itu, FIFA berada dalam kondisi finansial memprihatinkan dengan defisit mencapai 550 juta dolar AS setelah sejumlah sponsor hengkang.
Dengan janji mengembalikan sepak bola ke FIFA dan FIFA ke sepak bola, Infantino datang sebagai figur reformis.
Sepuluh tahun berselang, kondisi keuangan FIFA justru melonjak drastis.
FIFA diproyeksikan mencatat pendapatan rekor 13 miliar dolar AS dalam siklus tiga tahun hingga akhir 2026.
Di awal masa jabatan, Infantino fokus pada reformasi tata kelola dan peningkatan dana pengembangan untuk 211 asosiasi anggota FIFA.
Melalui program FIFA Forward, miliaran dolar digelontorkan untuk infrastruktur, kompetisi, dan pengembangan sepak bola di negara-negara kecil.
Salah satu kebijakan paling monumental adalah ekspansi Piala Dunia dari 32 menjadi 48 tim, yang mulai diterapkan pada edisi 2026.
Baca Juga: Sorak-sorai Pengusaha AS Kala Trump Tekuk Prabowo di Negosiasi Dagang
Tak hanya itu, Infantino juga merealisasikan gagasan lama, memperluas Piala Dunia Antarklub menjadi turnamen besar dengan format baru yang digelar di Amerika Serikat pada 2025.
Namun, Infantino menjadi sorotan saat Piala Dunia 2022 digelar di Qatar.
Dalam konferensi pers kontroversial, Infantino melontarkan pernyataan yang memicu perdebatan.
“Hari ini saya merasa seperti orang Qatar, saya merasa seperti migran.” katanya saat itu seperti dikutip dari BBC.
Pidato tersebut memicu perdebatan luas. Sejak saat itu, Infantino semakin sering tampil di depan publik dan menjadi figur sentral dalam setiap agenda besar FIFA.
Kontroversi tak berhenti di situ. Dalam beberapa tahun terakhir, Infantino juga dikritik karena kedekatannya dengan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump.
Berita Terkait
-
Sorak-sorai Pengusaha AS Kala Trump Tekuk Prabowo di Negosiasi Dagang
-
John Herdman Langsung Dapat Tantangan dari PSSI Jelang FIFA Series 2026
-
Ketua YLBHI Kritik Sikap Inferior Presiden Prabowo di Hadapan Donald Trump
-
70 Orang Tewas, Jalanan Meksiko Jadi Arena Pembantaian, FIFA Cuma Bilang Begini
-
PSSI Tantang John Herdman Buktikan Kualitas di FIFA Series 2026
Terpopuler
- Bedak Tabur atau Bedak Padat Dulu? Panduan Makeup Flawless Tahan Lama
- 4 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Sesuai Review Pembeli
- 4 Shio yang Menarik Keberuntungan 12 Juli 2026, Masa Sulit Diprediksi Berakhir
- Aisyah Zakkiyah, Komisaris Baru PTPP yang Viral Punya Gaji dan Tunjangan Miliaran
- Bedak Tabur Apa yang Bikin Glowing dan Tahan Lama? Ini 5 Rekomendasi sesuai Review dan Harga
Pilihan
-
Garda Revolusi Iran Tutup Lagi Selat Hormuz Sampai Batas Waktu Tak Ditentukan
-
Jadi Tersangka Bareng Eks Jampidsus Febrie, Don Ritto Sudah Ditahan di Rutan Polda Metro Jaya
-
Polri Tetapkan Febrie Adriansyah dan DR Tersangka Kasus Dugaan Korupsi serta TPPU
-
Jampdisus Febrie Adriansyah Akhirnya Mundur
-
Tangan Terborgol, Mulut Bungkam: Raut Wajah Bupati Sukoharjo Pakai Rompi Oranye KPK Tengah Malam
Terkini
-
Dominasi Jawa Barat, Persib Bandung dan Goal Aksis Cimahi Juara HLS All-Stars 2026
-
Gilas Putri Garut Lima Gol, Akademi Persib Bandung Juara HSL All-Stars
-
Akademi Persib Bandung vs Putri Garut, Derbi Jawa Barat di Final HLS All-Stars U-18 2026!
-
Dua Gol di Extra Time! Argentina Tantang Inggris di Semifinal Piala Dunia 2026
-
Kenapa Wasit Untungkan Lionel Messi Cs? Paredes Kartu Kuning, Embolo Malah Kartu Merah
-
Brasil Tersingkir dari Piala Dunia, Neymar Hamburkan Rp150 juta di Meja Judi
-
Swiss Main 10 Orang! Messi Mandul, Argentina Dipaksa Main hingga Perpanjangan Waktu
-
Intip Bisnis Unik Erling Haaland, Raup Cuan Miliaran di Luar Gaji
-
Mati 7 Menit Lalu Hidup Lagi, Sisi Lain Pelatih Norwegia Stale Solbakken
-
Argentina Unggul Cepat! Sundulan Mac Allister Bawa Albiceleste Robek Gawang Swiss