-
Ragnar Oratmangoen menceritakan perjalanannya menjadi mualaf sejak usia 15 tahun di Belanda.
-
Pemain naturalisasi ini sangat mengagumi keindahan suara adzan yang terdengar saat sesi latihan.
-
Ragnar menerapkan prinsip senyum adalah sunnah sebagai bentuk sedekah termudah kepada sesama.
Suara.com - Pemain keturunan Indonesia Ragnar Oratmangoen kini menjadi perhatian publik sepak bola tanah air berkat performa dan latar belakangnya yang unik.
Pemain yang baru saja merampungkan proses naturalisasi pada Maret 2024 ini resmi menyandang status sebagai warga negara Indonesia.
Di balik ketangguhannya di lapangan hijau, tersimpan cerita spiritual yang sangat mendalam mengenai pencarian jati diri sang pemain.
Ragnar dikenal sebagai satu-satunya penggawa timnas saat ini yang menjalani proses perpindahan keyakinan atau menjadi mualaf.
Keputusan besar untuk memeluk agama Islam tersebut diambilnya ketika ia masih berada di bangku remaja.
Pemain berbakat ini menghabiskan masa kecilnya di kota Oss, Belanda, di tengah lingkungan keluarga non-muslim.
Lahir dan tumbuh besar dalam ajaran Kristen, Ragnar mulai mengenal Islam justru melalui interaksi sosial dengan lingkungan sekitarnya.
Pergaulan erat dengan rekan-rekan sebaya yang mayoritas merupakan keturunan Maroko menjadi pintu pembuka rasa ingin tahunya.
Ketertarikan tersebut muncul secara perlahan tanpa ia rencanakan sebelumnya saat sedang beranjak dewasa di tanah kelahirannya.
Baca Juga: 4 Kiper Liga Italia Saingan Emil Audero untuk Dilirik Juventus
Sebuah ajakan sederhana dari sahabatnya untuk mengunjungi rumah ibadah umat Muslim ternyata merubah pandangan hidupnya secara total.
Saat pertama kali menginjakkan kaki di masjid, Ragnar merasakan sebuah sensasi ketenangan batin yang tidak pernah ia temukan.
Pengalaman spiritual tersebut membuatnya semakin mantap untuk mempelajari lebih dalam tentang hakikat ketuhanan dalam ajaran Islam.
Tepat pada usia 15 tahun, ia dengan penuh keyakinan memutuskan untuk bersyahadat dan memulai kehidupan baru sebagai seorang Muslim.
Langkah ini bukan sekadar mengikuti tren pergaulan, melainkan sebuah komitmen iman yang ia pegang teguh hingga saat ini.
“Saya tidak lahir sebagai Muslim. Saya dibesarkan sebagai seorang Kristen. Tapi setelah tumbuh dewasa, saya menemukan jalan ke Islam,” ujar Ragnar.
Berita Terkait
Terpopuler
- LHKPN Tembus Rp7,2 Miliar, Kendaraan Plt Jampidsus Rudi Margono Cuma Motor Honda Seharga Rp5 Juta
- 4 Shio yang Menarik Keberuntungan 12 Juli 2026, Masa Sulit Diprediksi Berakhir
- 5 Sepatu Kanky Warna Putih Mulai Rp160 Ribuan, Nyaman dan Stylish
- 5 Pilihan Motor Anti Low Back Pain, Cocok Buat Touring di Akhir Pekan
- Tan Kian Orang Terkaya ke Berapa di Indonesia?
Pilihan
-
Ada Ancaman Teror Bom, Seluruh Siswa dan Guru SDN 15 Srengseh Sawah Dipulangkan
-
Hari Pertama Sekolah Mencekam! SDN Srengseng Sawah 15 Diteror Bom, Gegana dan Densus 88 Turun Tangan
-
Iran Luncurkan Serangan Balasan ke Amerika, Serbuan Drone Meluncur
-
Garda Revolusi Iran Tutup Lagi Selat Hormuz Sampai Batas Waktu Tak Ditentukan
-
Jadi Tersangka Bareng Eks Jampidsus Febrie, Don Ritto Sudah Ditahan di Rutan Polda Metro Jaya
Terkini
-
Persija Pinjamkan 5 Pemain ke Persis Solo Termasuk Leeming Bersaudara
-
Duel Skuat Rp16 Triliun: Prancis vs Spanyol di Semifinal Piala Dunia 2026
-
Thomas Tuchel Yakin Mental Baja Inggris Mampu Tumbangkan Argentina
-
Semifinal Piala Dunia 2026: Barcelona Jadi Tim Penyumbang Pemain Terbanyak
-
Ini Dia Kartu AS Inggris untuk Depak Lionel Messi Cs dari Piala Dunia 2026
-
Head to Head Argentina vs Inggris: Siapa Lebih Unggul Jelang Semifinal Piala Dunia 2026?
-
Ryo Matsumura Tinggalkan Persija, Cedera dan Masa Peminjaman Jadi Awal Perpisahan
-
Abaikan Sejarah 'Tangan Tuhan', Scaloni Minta Rivalitas Argentina vs Inggris Tak Dibesar-besarkan
-
Sesumbar Eks Gelandang Timnas Inggris: Kami Akan Pulangkan Lionel Messi!
-
Bek Prancis Ibrahima Konate Tak Gentar Hadapi Spanyol di Semifinal Piala Dunia 2026