- AFC menjatuhkan denda Rp25 juta kepada PSSI akibat keterlambatan administrasi uji coba lawan Mali.
- Sumardji menegaskan bahwa PSSI siap mematuhi aturan dan segera membayar denda kepada pihak AFC.
- Pelanggaran administratif ini menjadi sanksi ketujuh yang diterima federasi Indonesia dari Konfederasi Sepak Bola Asia.
Suara.com - Konfederasi Sepak Bola Asia kembali memberikan teguran keras berupa denda finansial kepada federasi sepak bola Indonesia PSSI.
Otoritas tertinggi sepak bola di Asia AFC tersebut menetapkan sanksi sebesar USD 1.500 atau setara dengan Rp25 juta.
Hukuman ini muncul ke permukaan setelah ditemukannya ketidakpatuhan terhadap protokol administrasi dalam agenda uji coba internasional.
Pelanggaran tersebut terjadi saat skuad Garuda Muda melakoni pertandingan persahabatan melawan negara asal Afrika yakni Timnas Mali.
Agenda yang berlangsung pada November 2025 tersebut dinilai tidak memenuhi standar operasional yang telah ditetapkan AFC.
Keputusan resmi mengenai hukuman ini dipublikasikan oleh Komite Disiplin dan Etik AFC pada Rabu pekan ini.
PSSI dinyatakan bersalah karena mengabaikan ketentuan dalam Pasal 11.15 yang mengatur tentang mekanisme pertandingan antar-konfederasi.
Secara spesifik regulasi tersebut menyoroti prosedur pemberitahuan untuk laga kategori level dua yang melibatkan anggota AFC.
Pertemuan antara Indonesia U-22 dan Mali U-22 seharusnya dilaporkan sesuai dengan tenggat waktu yang telah disepakati sebelumnya.
Baca Juga: Diduga Nunggak Utang Rp5 Miliar, Eks Apparel Timnas Indonesia Erspo Resmi Digugat ke Pengadilan
Keterlambatan dalam mengirimkan dokumen pemberitahuan menjadi alasan utama di balik munculnya sanksi administratif dari pihak konfederasi.
Sumardji yang menjabat sebagai Ketua Badan Tim Nasional memberikan respon awal mengenai kabar yang beredar luas ini.
Dirinya menyatakan bahwa koordinasi internal masih terus dilakukan untuk memverifikasi kebenaran laporan denda tersebut dari Departemen Internasional.
“Belum dapat laporan dari Departemen Internasional (PSSI). Nanti saya akan cek, karena saya juga belum dapat info mengenai sanksi tersebut,” kata Sumardji saat dihubungi, Kamis (26/2/2026).
Meskipun demikian pihak federasi menegaskan tidak akan menghindar dari tanggung jawab jika memang terbukti melakukan kesalahan.
Kepatuhan terhadap aturan induk organisasi merupakan prioritas utama bagi jajaran pengurus pusat sepak bola nasional saat ini.
Berita Terkait
Terpopuler
- Bedak Tabur atau Bedak Padat Dulu? Panduan Makeup Flawless Tahan Lama
- 4 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Sesuai Review Pembeli
- 4 Shio yang Menarik Keberuntungan 12 Juli 2026, Masa Sulit Diprediksi Berakhir
- Aisyah Zakkiyah, Komisaris Baru PTPP yang Viral Punya Gaji dan Tunjangan Miliaran
- Bedak Tabur Apa yang Bikin Glowing dan Tahan Lama? Ini 5 Rekomendasi sesuai Review dan Harga
Pilihan
-
Garda Revolusi Iran Tutup Lagi Selat Hormuz Sampai Batas Waktu Tak Ditentukan
-
Jadi Tersangka Bareng Eks Jampidsus Febrie, Don Ritto Sudah Ditahan di Rutan Polda Metro Jaya
-
Polri Tetapkan Febrie Adriansyah dan DR Tersangka Kasus Dugaan Korupsi serta TPPU
-
Jampdisus Febrie Adriansyah Akhirnya Mundur
-
Tangan Terborgol, Mulut Bungkam: Raut Wajah Bupati Sukoharjo Pakai Rompi Oranye KPK Tengah Malam
Terkini
-
Dominasi Jawa Barat, Persib Bandung dan Goal Aksis Cimahi Juara HLS All-Stars 2026
-
Gilas Putri Garut Lima Gol, Akademi Persib Bandung Juara HSL All-Stars
-
Akademi Persib Bandung vs Putri Garut, Derbi Jawa Barat di Final HLS All-Stars U-18 2026!
-
Dua Gol di Extra Time! Argentina Tantang Inggris di Semifinal Piala Dunia 2026
-
Kenapa Wasit Untungkan Lionel Messi Cs? Paredes Kartu Kuning, Embolo Malah Kartu Merah
-
Brasil Tersingkir dari Piala Dunia, Neymar Hamburkan Rp150 juta di Meja Judi
-
Swiss Main 10 Orang! Messi Mandul, Argentina Dipaksa Main hingga Perpanjangan Waktu
-
Intip Bisnis Unik Erling Haaland, Raup Cuan Miliaran di Luar Gaji
-
Mati 7 Menit Lalu Hidup Lagi, Sisi Lain Pelatih Norwegia Stale Solbakken
-
Argentina Unggul Cepat! Sundulan Mac Allister Bawa Albiceleste Robek Gawang Swiss