- AFC menjatuhkan denda Rp25 juta kepada PSSI akibat keterlambatan administrasi uji coba lawan Mali.
- Sumardji menegaskan bahwa PSSI siap mematuhi aturan dan segera membayar denda kepada pihak AFC.
- Pelanggaran administratif ini menjadi sanksi ketujuh yang diterima federasi Indonesia dari Konfederasi Sepak Bola Asia.
Sumardji juga memberikan jaminan bahwa proses penyelesaian denda akan segera dilaksanakan dalam waktu dekat sesuai arahan.
“Kalau memang ada sanksi, pasti kami bayar,” tegas Sumardji.
Berdasarkan aturan yang ada AFC tidak memberikan ruang bagi pihak PSSI untuk mengajukan keberatan atau banding.
Uang denda tersebut wajib disetorkan ke rekening konfederasi maksimal dalam kurun waktu tiga puluh hari ke depan.
Catatan merah ini memperpanjang rekam jejak kedisiplinan federasi Indonesia di mata organisasi sepak bola tingkat Benua Asia.
Ini merupakan kali ketujuh bagi PSSI menerima sanksi dari pihak konfederasi selama periode kepengurusan yang berjalan.
Fakta ini menjadi bahan evaluasi penting bagi manajemen organisasi agar lebih teliti dalam mengurus perizinan laga internasional.
Laga melawan Mali sendiri sebenarnya merupakan bagian dari rangkaian pemanasan tim menuju ajang bergengsi SEA Games 2025.
Sayangnya performa di lapangan hijau dalam dua pertemuan tersebut belum membuahkan hasil yang benar-benar memuaskan publik.
Baca Juga: Diduga Nunggak Utang Rp5 Miliar, Eks Apparel Timnas Indonesia Erspo Resmi Digugat ke Pengadilan
Skuad asuhan Indra Sjafri harus menerima kenyataan pahit dengan kekalahan telak tiga gol tanpa balas pada laga pertama.
Pertandingan kedua berakhir dengan skor sama kuat dua sama yang menunjukkan adanya sedikit peningkatan dalam permainan.
Meski sanksi administrasi membayangi tim tetap fokus untuk mematangkan strategi demi meraih prestasi di level Asia Tenggara.
Urusan birokrasi diharapkan tidak mengganggu konsentrasi para pemain muda yang sedang membangun mentalitas juara mereka.
PSSI berjanji akan memperbaiki sistem komunikasi administrasi agar kejadian serupa tidak terulang kembali di masa depan.
Dukungan publik tetap diharapkan mengalir demi kemajuan sepak bola tanah air di tengah tantangan regulasi internasional.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Cushion Terbaik dan Tahan Lama untuk Kondangan, Makeup Flawless Seharian
- 5 Sepeda Lipat Murah Kuat Angkut Beban hingga 100 Kg: Anti Ringkih dan Praktis
- 5 Body Lotion untuk Memutihkan Kulit, Harga di Bawah Rp30 Ribu
- 5 HP Infinix Kamera Bagus dan RAM Besar, Harga Mulai Rp1 Jutaan
- 5 HP Samsung Kamera Bagus dan RAM Besar, Pas buat Multitasking
Pilihan
-
Konflik Geopolitik Tak Pernah Belanja di Warung, Tapi Pelaku UMKM Semarang Dipaksa Akrobat
-
Kenapa CFD di Kota Lain Lancar, Tapi Palembang Macet? Ini Penyebab yang Terungkap
-
JK Dilaporkan ke Polisi, Juru Bicara Jelaskan Konteks Ceramah
-
AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
-
Balas Rhoma Irama, LMKN Jelaskan Akar Masalah Royalti Musik Dangdut Jadi Rp25 Juta
Terkini
-
Persib Paling Difavoritkan Juara, Borneo FC Jadi Kuda Hitam, Persija Jangan Menyerah
-
Dihajar Thailand, Timnas Futsal Indonesia Kini Ditakuti di ASEAN
-
Kejutan! Striker Kelahiran Tondano Lebih Gacor Dibanding Penyerang Timnas Indonesia
-
Sesaat Lagi Kick Off! Ini Link Live Streaming Timnas Indonesia U-17 vs Timor Leste
-
Pelatih Bali United Menyesal Gagal Boyong Eliano Reijnders, Kenapa?
-
Pembelaan Bojan Hodak: Saya Tak Ingat Bali United Bikin Peluang Sebelum Persib Kartu Merah
-
Semakin Seru Persaingan jadi Juara, Berikut Jadwal Pekan 28 Super League
-
Kolaborasi Epik! Legenda Timnas Indonesia Setim Eks Juventus hingga Madrid di Clash of Legends
-
Persija Jakarta Gelar Workshop Fotografi di GBK Saat Laga Kontra Persebaya
-
Aksi Berkelas Jay Idzes Jadi Pelerai Saat Keributan Panas Pecah di Laga Genoa vs Sassuolo