Bola / Liga Italia
Senin, 02 Maret 2026 | 18:42 WIB
Pelatih Luciano Spalletti mengaku punya alasan untuk merasa puas sekaligus kecewa usai hasil imbang 3-3 antara Juventus melawan AS Roma di Stadion Olimpico, Minggu (1/3/2026) waktu setempat. [Instagram Juventus]
Baca 10 detik
  • Juventus meraih hasil imbang 3-3 melawan AS Roma di Olimpico pada 1 Maret 2026, membuat Spalletti puas sekaligus kecewa.
  • Juventus menunjukkan mental baja karena bangkit dari tertinggal 1-3 melalui gol pemain pengganti, menyamai skor akhir.
  • Spalletti mengapresiasi reaksi tim tetapi menyoroti kelambanan antisipasi serta mengakui faktor kelelahan fisik dan mental timnya.

Suara.com - Pelatih Luciano Spalletti mengaku punya alasan untuk merasa puas sekaligus kecewa usai hasil imbang 3-3 antara Juventus melawan AS Roma di Stadion Olimpico, Minggu (1/3/2026) waktu setempat.

Ditegaskan oleh Spalletti, Bianconeri belum menyerah dalam perburuan tiket Liga Champions.

“Saya hidup untuk posisi keempat,” tegas Spalletti seusai laga dilansir dari Football Italia.

Juventus menunjukkan mental baja. Sempat tertinggal 1-3 hingga menit ke-78, Si Nyonya Tua bangkit lewat gol Jeremie Boga dan Federico Gatti untuk memaksakan skor akhir 3-3 dalam laga sengit Serie A tersebut.

Karakter pantang menyerah ini sejatinya sudah terlihat sebelumnya.

Pada tengah pekan lalu, Juventus hampir membalikkan defisit 2-5 di leg pertama play-off Liga Champions melawan Galatasaray.

Meski akhirnya tersingkir, perjuangan hingga babak tambahan waktu.

“Kalau bicara soal reaksi, tentu saya senang. Tapi melihat keseluruhan musim, saya tidak sepenuhnya puas,” ujar pelatih 66 tahun itu.

Ia menilai timnya terlalu lamban dalam mengantisipasi gol kedua dan ketiga Roma. Menurutnya, semangat juang memang patut diapresiasi, tetapi Juventus tak seharusnya membiarkan diri tertekan lebih dulu.

Baca Juga: Jay Idzes Cs Sukses Bikin Sejarah Usai Kalahkan Wakil Italia di Liga Champions

Menariknya, dua gol penyeimbang lahir dari pemain pengganti. Sentuhan taktik Spalletti terbukti efektif, termasuk peran Edon Zhegrova yang menghidupkan lini serang di fase akhir pertandingan.

“Di usia seperti saya, Anda akan sadar bahwa Anda harus selalu percaya. Itulah yang harus ditularkan kepada pemain,” kata Spalletti.

Ia memuji kualitas individu seperti Boga, Kenan Yildiz, dan Zhegrova yang mampu menciptakan momen magis dari situasi sulit.

Spalletti juga menyoroti faktor kelelahan timnya. Dalam lima laga terakhir, Juventus harus bermain dengan 10 orang di tiga pertandingan berbeda, situasi yang jelas menguras energi fisik dan mental.

Namun dukungan suporter di Olimpico memberi dorongan ekstra.

“Ketika fans ada di belakang kami, seragam itu terasa lebih ringan di bahu pemain,” ucapnya.

Load More