- Juventus meraih hasil imbang 3-3 melawan AS Roma di Olimpico pada 1 Maret 2026, membuat Spalletti puas sekaligus kecewa.
- Juventus menunjukkan mental baja karena bangkit dari tertinggal 1-3 melalui gol pemain pengganti, menyamai skor akhir.
- Spalletti mengapresiasi reaksi tim tetapi menyoroti kelambanan antisipasi serta mengakui faktor kelelahan fisik dan mental timnya.
Suara.com - Pelatih Luciano Spalletti mengaku punya alasan untuk merasa puas sekaligus kecewa usai hasil imbang 3-3 antara Juventus melawan AS Roma di Stadion Olimpico, Minggu (1/3/2026) waktu setempat.
Ditegaskan oleh Spalletti, Bianconeri belum menyerah dalam perburuan tiket Liga Champions.
“Saya hidup untuk posisi keempat,” tegas Spalletti seusai laga dilansir dari Football Italia.
Juventus menunjukkan mental baja. Sempat tertinggal 1-3 hingga menit ke-78, Si Nyonya Tua bangkit lewat gol Jeremie Boga dan Federico Gatti untuk memaksakan skor akhir 3-3 dalam laga sengit Serie A tersebut.
Karakter pantang menyerah ini sejatinya sudah terlihat sebelumnya.
Pada tengah pekan lalu, Juventus hampir membalikkan defisit 2-5 di leg pertama play-off Liga Champions melawan Galatasaray.
Meski akhirnya tersingkir, perjuangan hingga babak tambahan waktu.
“Kalau bicara soal reaksi, tentu saya senang. Tapi melihat keseluruhan musim, saya tidak sepenuhnya puas,” ujar pelatih 66 tahun itu.
Ia menilai timnya terlalu lamban dalam mengantisipasi gol kedua dan ketiga Roma. Menurutnya, semangat juang memang patut diapresiasi, tetapi Juventus tak seharusnya membiarkan diri tertekan lebih dulu.
Baca Juga: Jay Idzes Cs Sukses Bikin Sejarah Usai Kalahkan Wakil Italia di Liga Champions
Menariknya, dua gol penyeimbang lahir dari pemain pengganti. Sentuhan taktik Spalletti terbukti efektif, termasuk peran Edon Zhegrova yang menghidupkan lini serang di fase akhir pertandingan.
“Di usia seperti saya, Anda akan sadar bahwa Anda harus selalu percaya. Itulah yang harus ditularkan kepada pemain,” kata Spalletti.
Ia memuji kualitas individu seperti Boga, Kenan Yildiz, dan Zhegrova yang mampu menciptakan momen magis dari situasi sulit.
Spalletti juga menyoroti faktor kelelahan timnya. Dalam lima laga terakhir, Juventus harus bermain dengan 10 orang di tiga pertandingan berbeda, situasi yang jelas menguras energi fisik dan mental.
Namun dukungan suporter di Olimpico memberi dorongan ekstra.
“Ketika fans ada di belakang kami, seragam itu terasa lebih ringan di bahu pemain,” ucapnya.
Berita Terkait
-
Jay Idzes Cs Sukses Bikin Sejarah Usai Kalahkan Wakil Italia di Liga Champions
-
Jay Idzes Bermain Penuh, Sassuolo Bungkam Satu-satunya Wakil Italia di Liga Champions
-
RESMI! Liga Champions Asia Ditunda Buntut Perang AS-Iran
-
Klub Milik Orang Indonesia Gacor, Salip Juventus di Klasemen Liga Italia
-
Respons Pep Guardiola Soal 4 Pemain Man City Puasa Ramadan Lawan Real Madrid di Liga Champions
Terpopuler
- 5 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Kulit Wajah di Indomaret dan Harganya
- Oki Setiana Dewi Jadi Kunci Kasus Pelecehan Syekh Ahmad Al Misry Terbongkar Lagi, Ini Perannya
- 7 Sabun Cuci Muka dengan Kolagen untuk Kencangkan Wajah, Bikin Kulit Kenyal dan Glowing
- 6 HP Realme Kamera Bagus dan RAM Besar, Paling Murah Mulai Rp1 Jutaan
- Cushion Apa yang Tahan 12 Jam Tanpa Luntur? Ini 4 Pilihan Terbaiknya
Pilihan
-
DPR Minta Ombudsman RI Segera Konsolidasi Internal Usai Ketua Jadi Tersangka Korupsi Nikel
-
Siti Nurhaliza Alami Kecelakaan Beruntun di Jalan Tol
-
Timnas Indonesia U-17 Diganyang Malaysia, Kurniawan Ungkap Borok Kekalahan
-
Beban Ganda Wanita Saat WFH: Terjebak Laptop dan Pekerjaan Rumah Tangga
-
Hore! Jogja Berlakukan Perpanjangan STNK Tanpa KTP Asli, Calo PajakMakin Terhimpit
Terkini
-
Timnas Indonesia Bakal Hadapi Lawan Sekelas Argentina pada November
-
Jadwal Liga Italia Pekan ke-33: Napoli vs Lazio hingga AS Roma vs Atalanta
-
Borja Herrera Cetak Gol Tercepat Super League 2025/2026, Hanya Butuh Waktu 25 Detik
-
PSSI Respons Rumor Play-Off Tambahan Piala Dunia 2026, Timnas Indonesia Jadi Peserta?
-
Jadwal Liga Inggris Pekan Ini: Derbi Merseyside Hingga Man City vs Arsenal
-
MU Waspadai Efek Kejut Persebaya Surabaya Usai Dibantai Persija Jakarta
-
Dean Zandbergen Menggila di Belanda, Calon Striker Timnas Indonesia Panen Penghargaan
-
Waspadai Dewa United, Eliano Reijnders Soroti Ivar Jenner
-
Topskor Persib Bandung Siap Comeback saat Hadapi Bali United
-
Krisis Pemain Jelang Derbi Suramadu, Persebaya Surabaya Siapkan Kejutan Taktik