-
Emil Audero masuk tiga besar kiper terbaik Serie A mengalahkan Mike Maignan.
-
Maarten Paes dikritik legenda Ajax karena kualitas umpan yang dianggap sangat lemah.
-
John Herdman akan memulai debut kepelatihan Timnas Indonesia di ajang FIFA Series 2026.
Suara.com - Dua calon benteng pertahanan terakhir Timnas Indonesia menunjukkan dinamika karier yang sangat kontras saat berkarier di benua biru.
Kondisi psikologis dan teknis yang berbeda kini tengah menyelimuti sosok Emil Audero dan Maarten Paes di klub masing-masing.
Emil Audero sedang menikmati masa keemasan lewat apresiasi tinggi dari publik sepak bola Italia berkat ketangguhannya di bawah mistar.
Sebaliknya, Maarten Paes yang baru saja merasakan atmosfer kompetisi di Belanda justru harus menerima komentar miring meski mencatat nirbobol.
Situasi ini menjadi bumbu yang menarik mengingat keduanya diprediksi akan bersaing memperebutkan posisi utama di ajang internasional mendatang.
Perhelatan FIFA Series 2026 akan menjadi panggung pertama bagi pelatih anyar, John Herdman, dalam mengomandani skuad Merah Putih.
Agenda ini dipandang lebih dari sekadar partai persahabatan karena berfungsi sebagai indikator kesiapan tim menghadapi kompetisi yang lebih besar.
Laga pembuka dijadwalkan mempertemukan Indonesia dengan Saint Kitts and Nevis yang akan digelar di Stadion Utama Gelora Bung Karno.
Pertandingan yang berlangsung pada 27 Maret 2026 tersebut bakal menjadi laboratorium taktik pertama bagi sang pelatih asal Inggris.
Baca Juga: Peluang Timnas Indonesia Gantikan Iran di Piala Dunia 2026 Tertutup Rapat Karena Ini
Herdman dipastikan bakal memantau detail performa setiap pemain, terutama di sektor penjaga gawang yang dihuni nama-nama beken.
Jika mampu menumbangkan Saint Kitts and Nevis, langkah Indonesia akan berlanjut ke partai puncak yang diadakan pada 30 Maret 2026.
Calon lawan di laga final adalah pemenang dari pertandingan antara tim nasional Bulgaria melawan Kepulauan Solomon.
Kemenangan di turnamen ini sangat krusial untuk mendongkrak kepercayaan diri para pemain serta memperbaiki posisi di peringkat FIFA.
Oleh karena itu, pemilihan kiper yang berada dalam kondisi mental terbaik menjadi prioritas yang tidak bisa ditawar lagi.
Dilema muncul ketika melihat performa terbaru Paes bersama Ajax Amsterdam yang justru mengundang perdebatan di kalangan analis.
Berita Terkait
Terpopuler
- Parfum Paling Wangi Rasa Apa? Ini 5 Rekomendasi Aroma yang Populer
- 5 Rekomendasi Lipstik Wardah untuk Usia 40-an yang Elegan, Nyaman di Bibir dan Awet
- 5 HP Samsung Galaxy A Series Termurah: Layar Super AMOLED, 5G hingga NFC
- Rapor Duo Timnas Indonesia Ole Romeny dan Hubner Saat Fortuna Sittard Hadapi Olympiacos
- Pesaing Vario 125 dari Yamaha, Tampang Bernuansa R1M
Pilihan
-
Tersangka Don Ritto Dikawal Rantis Brimob saat Tiba di Kejagung, Emas hingga Brankas Ikut Dibawa
-
Banggar DPR Dorong Sinkronisasi Belanja Pusat dan Daerah untuk Percepat Pembangunan Jawa Timur
-
Isu Mutasi Besar-besaran di Kementerian PU Buntut Dokumen Menteri Dody Tersebar
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
Terkini
-
Indonesia Gabung WAICO, Pemerintah Tegaskan AI Bukan Ajang Pilih Kubu China-AS
-
3 Sunscreen Jepang agar Kulit Tampak Awet Muda, Lengkap Review Pembeli
-
Perjalanan Irwansyah Damanik, dari Pedagang Pasar Malam ke Bintang Warintil
-
Kemendag Menang Sengketa WTO, Akses Ekspor Rp7,34 Triliun ke Eropa Berhasil Diselamatkan
-
Tumpuk Sampah Sembarangan di Jakarta Bisa Berujung Denda Rp 500 Ribu
-
Meski Amplop Dikembalikan, KPK Bisa Jerat Raja Juli dengan Pasal Suap dan Gratifikasi
-
Anak Kecanduan Gawai Picu Gagal Ginjal dan Diabetes, Dedi Mulyadi Beri Peringatan Keras
-
Sopir Truk Wing Box Jadi Tersangka Kecelakaan Maut Pantura yang Tewaskan 12 Pengantar Pengantin
-
Lebak Darurat Air Bersih, Kemarau Panjang Landa 90 Desa di 23 Kecamatan
-
Disebut Medali 'Cokelat', Konate: Prancis Serius Bidik Tempat Ketiga di Piala Dunia 2026