- Pierluigi Collina, ketua wasit FIFA, menyatakan kritik VAR wajar seperti krisis pernikahan setelah tujuh tahun.
- IFAB berencana memperluas cakupan VAR untuk meninjau keputusan kartu kuning kedua yang keliru dan tendangan sudut.
- Perubahan ini muncul karena teknologi VAR telah berkembang signifikan sejak pertama diuji coba pada tahun 2016.
Suara.com - Mantan wasit legendaris Pierluigi Collina membuat pernyataan menarik soal teknologi Video Assistant Referee atau VAR.
Dalam rapat tahunan International Football Association Board (IFAB) di Wales, Collina menyamakan hubungan sepak bola dengan VAR seperti pernikahan yang mengalami pasang surut.
Saat ini Collina menjabat sebagai ketua komite wasit FIFA. Ia mengatakan kritik terhadap VAR adalah hal yang wajar setelah teknologi tersebut digunakan selama beberapa tahun.
“Di Italia kami mengatakan bahwa setiap pernikahan indah akan mengalami krisis setelah tujuh tahun,” ujar Collina dilansir dari Calciomercato
“Orang mungkin dulu jatuh cinta pada VAR, tetapi setelah beberapa tahun, seperti dalam pernikahan, bisa muncul krisis kecil.”
Komentar Collina muncul di tengah meningkatnya frustrasi para penggemar terhadap penggunaan VAR di berbagai liga.
Sebagian pihak bahkan menyerukan agar sistem tersebut dihapus setelah hampir satu dekade digunakan.
Meski begitu, IFAB justru berencana memperluas penggunaan VAR.
Salah satu perubahan penting adalah memungkinkan wasit meninjau kartu kuning kedua yang keliru, sesuatu yang sebelumnya tidak bisa diperiksa melalui VAR.
Baca Juga: Bek Spanyol Kritik Rencana John Herdman Rekrut 2 Pemain Eropa Bela Timnas Indonesia
Perubahan ini muncul setelah insiden di Serie A, ketika bek Pierre Kalulu dari Juventus dianggap salah dikartu merah saat melawan Inter Milan.
Selain kartu kuning kedua, VAR juga akan digunakan untuk meninjau keputusan tendangan sudut yang salah.
Menurut Collina, perubahan ini diperlukan karena perkembangan teknologi sepak bola.
“Ketika kami memutuskan menguji VAR pada 2016, teknologinya sangat berbeda,” kata Collina.
“Protokol saat itu dibuat dari nol dan terinspirasi dari olahraga lain seperti rugby.”
Ia menambahkan bahwa pengalaman bertahun-tahun membuat sistem VAR kini jauh lebih matang.
Berita Terkait
-
Bek Spanyol Kritik Rencana John Herdman Rekrut 2 Pemain Eropa Bela Timnas Indonesia
-
Piala Dunia 2026 Dihantui Razia Imigrasi, Gedung Putih Beri Jaminan Mengejutkan
-
John Herdman Jangan Cuma Panggil Pemain Senior Dong, Pakai Nih 5 Wonderkid Gacor Ini
-
Bocoran Media Inggris, Ini Tim yang Akan Gantikan Iran di Piala Dunia 2026
-
Badai Cedera Timnas Indonesia, 3 Wonderkid Siap Jadi Juru Selamat John Herdman
Terpopuler
- Sejumlah Harga BBM Naik Hari Ini, JK: Tidak Bisa Tahan Lagi Negara Ini, Keuangannya Defisit
- 5 HP Xiaomi yang Awet Dipakai Bertahun-tahun, Performa Tetap Mantap
- Tak Perlu Mahal! Ini 3 Mobil Bekas Keluarga yang Keren dan Nyaman
- Bedak Sekaligus Foundation Namanya Apa? Ini 4 Rekomendasi yang Ringan di Wajah
- 5 Tinted Sunscreen yang Bagus untuk Flek Hitam dan Melasma
Pilihan
-
Respons Santai Jokowi Soal Pernyataan JK: Saya Orang Kampung!
-
Pemainnya Jadi Korban Tendangan Kungfu, Bos Dewa United Tempuh Jalur Hukum
-
Penembakan Massal Louisiana Tewaskan 8 Anak, Tragedi Paling Berdarah Sejak Awal Tahun 2024
-
Viral Tendangan Kungfu ke Lawan, Eks Timnas Indonesia U-17 Terancam Sanksi Berat
-
Perang Terbuka! AS Klaim Tembak Kapal Iran di Selat Hormuz
Terkini
-
Borong Gelar Pemain Muda Terbaik, Dony Tri Pamungkas Kian Termotivasi
-
Remuk di Piala AFF U-17, Timnas Indonesia Bakal Ketambahan 3 Pemain Diaspora untuk Piala Asia U-17
-
Buntut Tendangan Kungfu Fadly Alberto Hengga, Langsung Auto Rugi!
-
Alasan Duel PSIM Yogyakarta vs Persija Jakarta Dipindahkan ke Bali
-
Siapa Fadly Alberto? Titisan Boaz Solosa yang Kariernya Terancam karena Tendangan Kungfu
-
Kalahkan Arsenal, Pep Guardiola Justru Pesimistis Manchester City Juara di Akhir Musim?
-
Timnas Indonesia Disebut Akan Lawan Kuwait dan Oman, Ini Respons PSSI
-
Dari Doa Ibu ke Tendangan Kungfu: Perjuangan Fadly Alberto ke Timnas yang Kini di Ujung Tanduk
-
Hadapi Persib Tanpa Penonton, Pelatih Dewa United Kecewa: Layaknya Aktor, Kami Butuh Penonton!
-
Nova Arianto Siapkan Sanksi untuk Pemain Timnas Indonesia U-20 yang Terlibat Keributan EPA