Bola / Liga Inggris
Sabtu, 07 Maret 2026 | 13:39 WIB
Igor Tudor dalam posisi terjepit setelah Tottenham Hotspur terpuruk di papan bawah Premier League. [Instagram Juventus]
Baca 10 detik
  • Glenn Hoddle menawarkan diri menjadi asisten pelatih Tottenham jika Robbie Keane ditunjuk sebagai manajer permanen.
  • Tottenham Hotspur menghadapi kesulitan serius setelah kekalahan, kini hanya satu poin dari zona degradasi liga.
  • Pelatih interim Igor Tudor mengalami tiga kekalahan beruntun sejak mengambil alih dari Thomas Frank bulan lalu.

Suara.com - Legenda Tottenham Hotspur, Glenn Hoddle, membuka peluang untuk kembali ke klub lamanya di tengah situasi sulit yang dialami The Lilywhites musim ini.

Ia bahkan menawarkan diri menjadi asisten pelatih jika Robbie Keane dipercaya menangani tim secara permanen.

Tottenham saat ini berada dalam tekanan besar setelah serangkaian hasil buruk di Premier League.

Kekalahan 1-3 dari Crystal Palace membuat Spurs kini hanya terpaut satu poin dari zona degradasi.

Situasi ini membuat masa depan pelatih interim Igor Tudor semakin disorot.

Sejak menggantikan Thomas Frank bulan lalu, Tudor sudah menelan tiga kekalahan beruntun.

Selain takluk dari Crystal Palace, Tottenham juga tumbang saat menghadapi Arsenal dan Fulham.

Dengan hanya sembilan laga tersisa di liga, ancaman degradasi kini menjadi bayang-bayang nyata bagi klub London Utara tersebut.

Di tengah situasi genting itu, Glenn Hoddle menyatakan kesiapannya untuk kembali membantu Tottenham.

Baca Juga: Gareth Bale Ungkap Rahasia: Hampir Bela Manchester United tapi Batal Gegara Ini

Mantan pemain sekaligus mantan pelatih Spurs itu mengaku memiliki ikatan emosional kuat dengan klub.

“Saya pikir saya akan mempertimbangkannya, terutama dengan Tottenham karena itu klub saya,” kata Hoddle dalam podcast The Good, The Bad & The Football.

“Saya sudah mendukung mereka sejak usia delapan tahun. Tottenham adalah bagian besar dari hidup saya,” tambahnya.

Hoddle juga mengenang masa kepelatihannya di Spurs yang menurutnya datang pada waktu yang kurang tepat.

Ia menilai situasi politik dan finansial klub saat itu tidak sesuai dengan ekspektasinya.

“Saya melatih mereka mungkin di waktu yang salah, secara politik dan finansial,” ujarnya. “Uang yang tersedia tidak seperti yang dijanjikan kepada saya.”

Load More