- Donald Trump memanfaatkan pertemuan dengan Lionel Messi dan Inter Miami untuk mengampanyekan isu politik mengenai Kuba.
- Trump mengisyaratkan potensi perubahan hubungan AS-Kuba di hadapan pemilik Inter Miami, Jorge Mas, keturunan Kuba.
- Messi dipandang fokus menjaga citra globalnya; ia hanya terlibat jika isu politik tidak merusak "Brand Messi".
Suara.com - Pertemuan antara Lionel Messi dan tim Inter Miami dengan Donald Trump ternyatan dimanfaatkan Presiden AS itu sebagai kampanye politik.
Trump dalam kesempatan itu berbicara panjang lebar soal Kuba di hadapan Lionel Messi dan skuat Inter Miami lainnya.
Menariknya bukan tanpa sebab Trump bicara dan terkesan berikan ancaman kepada Kuba. Di rombongan Inter Miami ternyata ada sosok milioner keturunan Kuba.
Ia adalah pemilik Inter Miami Jorge Mas. Di hadapan Mas dan Lionel Mess Cs, Trump mengisyaratkan perubahan besar dalam hubungan Amerika Serikat dan Kuba. Ia menyebut pemerintah Kuba sangat ingin mencapai kesepakatan dengan Washington.
“Mereka sangat ingin membuat kesepakatan. Anda tidak punya bayangan betapa inginnya mereka,” kata Trump dilansir dari WCNC
Dalam kesempatan itu, Trump berbicara langsung kepada Jorge Mas. Presiden AS itu memberi isyarat bahwa perubahan di Kuba bisa terjadi dalam waktu dekat.
“Kamu akan kembali ke sana. Itu akan menjadi hari yang luar biasa, bukan?” ujar Trump kepada Mas.
Meski memberi sinyal adanya kesepakatan, Trump mengatakan fokus pemerintahannya saat ini masih pada konflik dengan Iran.
Trump menegaskan langkah terhadap Kuba kemungkinan akan dilakukan setelah situasi geopolitik lain selesai ditangani.
Baca Juga: Trump Minta Iran Menyerah Tanpa Syarat, Balasan Presiden Pezeshkian: Tak Akan Pernah
“Kita ingin melakukan sesuatu yang spesial untuk Kuba, tapi mari selesaikan yang satu ini dulu,” kata Trump. “Kalau dilakukan semuanya sekaligus, kadang hal buruk bisa terjadi.”
Sementara itu, Profesor hubungan internasional dari Georgia Tech, Kirk Bowman, menilai kunjungan Messi ke Gedung Putih sebenarnya tidak terlalu mengejutkan.
Menurutnya, keputusan tersebut bisa berkaitan dengan strategi jangka panjang sang pemain.
“Dia selalu berpikir dalam jangka panjang, baik dalam karier sebagai pemain maupun dalam membangun kekayaan,” kata Bowman dilansir dari WLNS.
Dalam acara itu, Messi berdiri di samping Trump ketika presiden berbicara tentang berbagai isu internasional, termasuk Iran, Kuba, dan Venezuela.
Di akhir pidato, Messi sempat terlihat memberikan tepuk tangan.
Berita Terkait
-
Trump Minta Iran Menyerah Tanpa Syarat, Balasan Presiden Pezeshkian: Tak Akan Pernah
-
Pakar Tuding Ada Kepentingan Terselubung dari Lionel Messi Usai Bertemu Trump, Apa Itu?
-
Beda Maradona dengan Lionel Messi! La Pulga Torehkan Noda Hitam Usai Bertemu Trump
-
Ekspresi Tak Biasa Lionel Messi Saat Donald Trump Ancam Pemerintah Kuba
-
Ketawa Karir Ala Messi Saat Donald Trump Sebut Cristiano Ronaldo Lebih Hebat
Terpopuler
- 7 SD Swasta Terbaik di Palembang dan Estimasi Biayanya, Panduan Lengkap Orang Tua 2026
- Begini Respons Kopassus Usai Beredar Isu Orang Istana Digampar Pangkopassus
- Aksi Kritik Gubernur Rudy Mas'ud 21 April, Massa Diminta Tak Tutup Jalan Umum
- 7 Pilihan Lipstik yang Awet 12 Jam, Anti Pudar Terkena Air dan Minyak
- Sepeda Dewasa Merek Apa yang Murah dan Awet? Ini 5 Pilihan Terbaik untuk Harian
Pilihan
-
Purbaya Copot Febrio dan Luky dari Dirjen Kemenkeu
-
Heboh! Gara-gara Putar Balik, Sopir Truk Ini Kena Tilang Polisi Rp 22 Juta
-
Bukan Hoaks! 9 Warga Papua Termasuk Balita Tewas Ditembak saat Operasi Militer TNI
-
Harga Pangan Hari Ini Naik, Cabai dan Minyak Goreng Meroket
-
Perang AS vs Iran: Trump Perpanjang Gencatan Senjata Tanpa Batas Waktu
Terkini
-
Menteri Olahraga Iran Ungkap Satu Syarat Mutlak untuk Tampil di Piala Dunia 2026
-
Hasil PSIM Yogyakarta vs Persija Jakarta di Babak I: Gol Cepat Vidal Dibalas Allano
-
Waspadai Ze Valente Cs, Pelatih Persija Fokus Taktik Kolektif Lawan PSIM
-
Cristiano Ronaldo Berpeluang Main Bareng Anaknya di Al Nassr, Duet Impian Segera Terwujud?
-
Ketergantungan Satu Pemain, Statistik Ungkap Arsenal Sulit Menang Tanpa Bukayo Saka
-
Bukan Hanya Fadly Alberto Hengga, Jejak Kekerasan Juga Menyeret Pemain Muda Ini
-
Tak Cuma PSG, Klub Liga Inggris Ikut Kejar Pemain Keturunan Indonesia
-
Menanti Sentuhan Magis Marselino Ferdinan di Bawah Taktik Baru John Herdman
-
2 Rapor Merah Timnas Indonesia U-17 Jelang Piala Asia U-17 2026
-
Jadwal Padat dan Pindah Venue, Persija Jakarta Tetap Bidik 3 Poin Lawan PSIM Yogyakarta