- Liverpool kalah 1-2 dari Wolverhampton Wanderers di Molineux pada Rabu (4/3/2026) akibat gol menit akhir.
- Kekalahan ini mencatatkan Liverpool sebagai tim terbanyak kebobolan gol di masa *injury time* Premier League musim ini.
- Skuad Arne Slot telah kebobolan 14 gol dalam 15 menit terakhir, menunjukkan kerentanan signifikan di penghujung laga.
Suara.com - Hasil pahit harus ditelan Liverpool dalam lawatannya ke markas Wolverhampton Wanderers atau Wolves dalam lanjutan Premier League.
Gol dramatis di masa injury time membuat The Reds harus pulang dengan tangan hampa setelah takluk 1-2 dalam laga pekan ke-29 Liga Inggris di Stadion Molineux, Rabu (4/3/2026) dini hari WIB.
Pertandingan sebenarnya berjalan sengit. Wolves berhasil unggul lebih dulu pada menit ke-78 melalui aksi serangan balik cepat yang dituntaskan oleh Rodrigo Gomes.
Liverpool sempat menunjukkan mentalitasnya dan merespons dengan cepat.
Hanya lima menit berselang, Mohamed Salah berhasil menyamakan kedudukan menjadi 1-1 pada menit ke-83.
Namun, saat laga sepertinya akan berakhir imbang, petaka datang bagi tim asuhan Arne Slot di penghujung laga.
Pada menit ke-90+4, sebuah tendangan dari Andre Trindade yang sempat membentur Joe Gomez berhasil mengecoh kiper dan memastikan kemenangan untuk Wolves.
Akan tetapi, di balik kekalahan menyakitkan ini, tersimpan sebuah statistik kelam yang lebih menyesakkan bagi skuad asuhan Arne Slot.
Faktanya, skuad asuhan Arne Slot kini telah menelan lima kekalahan akibat gol yang tercipta di masa injury time babak kedua musim ini.
Baca Juga: Jelang Hadapi Wolves, Arne Slot Beberkan Kondisi Terkini Florian Wirtz
Angka tersebut secara resmi menjadikan Liverpool sebagai tim terbanyak yang kalah dengan cara ini dalam satu musim sepanjang sejarah kompetisi Premier League.
Rapuhnya pertahanan Liverpool di menit-menit akhir bukan sekadar mitos. Statistik juga mencatat bahwa gawang mereka telah kebobolan sebanyak 14 kali dalam 15 menit terakhir pertandingan.
Di Liga Inggris musim ini, hanya Newcastle United (15 gol) yang memiliki catatan lebih buruk dalam periode yang sama.
Kekalahan ini tidak hanya membuat Liverpool tertahan di peringkat kelima klasemen sementara, tetapi juga membangkitkan catatan sejarah yang terjadi pada Oktober 2017, saat terakhir kali sebuah tim dasar klasemen berhasil menumbangkan sang juara bertahan Premier League dalam laga Crystal Palace menghadapi Chelsea.
Berita Terkait
-
Liverpool Dipermalukan Tim Juru Kunci, Tertahan di Posisi Lima
-
Pasang Alat Peredam Suara di Rumah dan 2 Rahasia Unik di Balik Kegacoran Benjamin Sesko
-
Bukan Hanya Set Piece! Bedah Taktik Mikel Arteta saat Arsenal Tumbangkan Chelsea
-
Manchester City Siapkan Rp1,5 Triliun untuk Tino Livramento
-
Manchester United Siapkan Dana Fantastis Rp3,5 T Demi Boyong Bruno Guimaraes
Terpopuler
Pilihan
-
100 Hari Jelang Piala Dunia 2026, FIFA Belum Kantongi Izin dari Dewan Kota
-
Nelayan Tanpa Perahu di Sambeng, Menjaga Kali Progo dari Ancaman Tambang Tanah Urug
-
Hasil BRI Super League: Lewat Duel Sengit, Persija Jakarta Harus Puas Ditahan Borneo FC
-
Dua Kapal Tanker Pertamina Masih di Selat Hormuz, Begini Nasib Awaknya
-
Sesaat Lagi! Link Live Streaming Persija vs Borneo FC, Jaminan Laga Seru di JIS
Terkini
-
Dibantai Barcelona 3-0, Atletico Madrid Tetap Melaju ke Partai Final Piala Raja
-
Inter Milan Ditahan Imbang Como pada Leg Pertama Semifinal Piala Italia
-
Nasib Kontras 2 Kiper Timnas Indonesia: Emil Audero Dipuji, Maarten Paes Dicaci
-
Liverpool Dipermalukan Tim Juru Kunci, Tertahan di Posisi Lima
-
Bantai Atletico Madrid 3-0, Barcelona Tetap Gagal ke Final Copa del Rey
-
100 Hari Jelang Piala Dunia 2026, FIFA Belum Kantongi Izin dari Dewan Kota
-
Timur Tengah Memanas! FIFA Minta Irak Datang Lebih Awal ke Meksiko Demi Tiket Piala Dunia 2026
-
Cair! Promosikan Proyek Arab Saudi, Pakar Transfer Fabrizio Romano Dicap Buzzer King Salman
-
Tak Dikasih Nomor Punggung 2, Eks Bek AC Milan Kecewa Berat hingga Serang Allegri
-
Deretan Insiden Persebaya vs Persib: Benturan Horor Federico Barba hingga Kekonyolan Adam Alis