- Tren taktik bola mati, khususnya sepak pojok, menjadi senjata utama mencetak gol di Premier League 2026.
- Umpan inswinger cepat dan melengkung menjadi kunci efektif karena mempermudah penyelesaian di kotak penalti.
- Strategi modern menuntut pemenuhan kotak enam yard dengan pemain duel udara untuk memaksimalkan peluang gol.
Suara.com - Tren taktik bola mati tengah marak di Premier League 2026. Situasi sepak pojok kini bukan sekadar pelengkap, melainkan senjata utama untuk mencetak gol seperti yang ditunjukkan Arsenal.
Liverpool, sang juara bertahan, sempat jadi korban tren taktik baru ini. The Reds kesulitan menghadapi lemparan jauh dan sepak pojok.
Anak asuh Arne Slot itu kini pun mulai meniru tren taktik baru tersebut. Liverpool justru tampil ganas lewat skema serupa.
Dalam kemenangan 5-2 atas West Ham United di Anfield, tiga gol lahir dari situasi sepak pojok.
Dominik Szoboszlai, Mohamed Salah, dan Jarrod Bowen sama-sama mengirim umpan inswinger yang berujung gol.
Berikut panduan langkah demi langkah untuk memahami dan memanfaatkan situasi bola mati seperti yang ditunjukkan Arsenal.
Tendangan Melengkung Adalah Kunci
Umpan inswinger atau tendangan melengkung kini jadi pilihan utama.
Bola yang langsung mengarah ke gawang membuat sentuhan kecil saja sudah cukup untuk mencetak gol.
Baca Juga: Ramadan 2026, Mesut Ozil Perbanyak Tilawah dan Jalankan Pesan Ibunda Bantu Pengungsi
Dalam kotak penalti yang penuh sesak, penyerang tak perlu sundulan sempurna untuk bisa merobek gawang lawan.
Arah bola yang sejak awal menuju gawang juga mengurangi kebutuhan tenaga besar dalam duel udara.
Ini penting karena banyak pemain kini tak lagi mengambil ancang-ancang panjang dari tepi kotak penalti.
Umpan Cepat Lebih Mematikan
Sepak pojok modern menuntut kecepatan. Umpan yang whipped atau melengkung cepat lebih efektif daripada bola lambung tinggi.
Dengan hingga 10 pemain memenuhi kotak enam yard, ruang gerak sangat terbatas.
Berita Terkait
-
Ramadan 2026, Mesut Ozil Perbanyak Tilawah dan Jalankan Pesan Ibunda Bantu Pengungsi
-
Pasang Alat Peredam Suara di Rumah dan 2 Rahasia Unik di Balik Kegacoran Benjamin Sesko
-
Bukan Hanya Set Piece! Bedah Taktik Mikel Arteta saat Arsenal Tumbangkan Chelsea
-
Manchester City Siapkan Rp1,5 Triliun untuk Tino Livramento
-
Riccardo Calafiori Ungkap Keinginan Pulang ke AS Roma
Terpopuler
- Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Dijemput Kejagung, 2 Lainnya Dikejar untuk Ditangkap
- 5 Motor yang Jadi Mimpi Buruk Mekanik, Montir Langsung Pura-Pura Sibuk
- realme C100i Jadi Andalan Anak Muda, Baterai Awet 6 Tahun dan Reverse Charging
- Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Diperiksa Kejagung, Lodewyk Pusung dan Sony Sanjaya Ikut Diciduk
- 5 HP dengan Kamera Telefoto Terbaik untuk Konten Media Sosial
Pilihan
-
Siasat Dadan Hindayana Cs Korupsi MBG: Pakai Yayasan Sendiri, Sedot Miliaran Rupiah Tiap Hari!
-
Momen Unik Penahanan Dadan Cs, Satu Tersangka Tertinggal Mobil Tahanan hingga 'Dikepung' Wartawan
-
Pakai Rompi Pink dan Diborgol, Kejagung Resmi Tahan Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Cs
-
Drama 'Penjemputan' Dadan Hindayana Cs, Ada yang Sempat Lari ke Jabar
-
4 Anggota TNI Penyiram Air Keras ke Andrie Yunus Dituntut 2,5 Tahun, Jaksa Sebut Aksi Balas Dendam
Terkini
-
Persis Solo Turun Kasta, Komisaris Klub Minta Suporter Tenang: Manajemen Sedang Bergerak!
-
Jari Emiliano Martinez Retak, Absen Bela Timnas Argentina di Piala Dunia 2026?
-
Bukan Jangka Panjang, Ini Alasan Andoni Iraola Hanya Mau 2 Tahun di Liverpool
-
Sumber: Gelandang Atalanta Ederson Sepakat Gabung Manchester United Senilai Rp 845 Miliar
-
PSSI Jelaskan Polemik Salah Tulis Nama Dimas di Piala AFF U-19 2026
-
Tikung Bercelona, Arsenal Lebih Berpeluang Dapatkan Julian Alvarez?
-
Efek Domino Kedatangan Ederson, MU Langsung Tendang 3 Pemain ke Daftar Jual
-
Ungkap Kesan Perdana, Egy Maulana Vikri Taruh Harapan Besar pada Timnas Indonesia Era John Herdman
-
Elkan Baggott Bakal Dilepas Ipswich Town Musim Depan, Bisa Dipinjamkan Atau Pergi Permanen
-
Skuad Meksiko di Piala Dunia 2026, Kombinasi Magis Guillermo Ochoa dan Ketajaman Raul Jimenez