- Pelatih PSG, Luis Enrique, meminta tim fokus menghadapi Chelsea di London meski unggul tiga gol dari leg pertama.
- PSG memiliki keunggulan agregat 5-2 dari leg pertama menjelang laga krusial di Stamford Bridge tersebut.
- Enrique menekankan pentingnya mengendalikan permainan dan siap menghadapi kesulitan meski sudah unggul besar.
Suara.com - Pelatih Paris Saint-Germain (PSG) Luis Enrique tidak mau para pemainnya lengah menjelang leg kedua babak 16 besar Liga Champions melawan Chelsea di Stadion Stamford Bridge, London, Inggris, Selasa waktu setempat, meskipun memiliki keunggulan sementara tiga gol.
Tim besutan Enrique tiba di London dengan bekal kemenangan 5-2 dari leg pertama pekan lalu, tetapi pelatih asal Spanyol itu tetap ingin para pemain PSG fokus dan tampil baik.
"Leg kedua selalu berbeda. Kami siap dan terbiasa memainkan pertandingan seperti ini, dan kami ingin tampil baik," kata Enrique melansir ANTARA, Selasa (17/3/2026).
"Anda tidak boleh lengah dalam pertandingan seperti ini. Yang kami tuju adalah mengendalikan permainan, meskipun mustahil untuk melakukannya sepenuhnya," ujar Enrique menambahkan.
Bekal kemenangan 5-2 membuat PSG berada di atas angin dan tetap bisa lolos bahkan jika kalah di markas Chelsea, dengan catatan marjin kekalahan tidak lebih dari dua gol.
Meskipun begitu, pelatih berkebangsaan Spanyol tersebut menjelaskan posisi PSG tetap belum aman.
Enrique mencontohkan laga leg kedua perempat final Liga Champions musim lalu melawan klub Inggris lain, Aston Villa.
Kala itu PSG memenangi leg pertama 3-1 dan nyaris harus berjibaku lebih keras setelah kalah 2-3 di leg kedua kontra Villa.
"Saya rasa itu adalah contoh yang jelas tentang bagaimana pertandingan semacam ini bisa terjadi. Akan ada momen-momen sulit selama pertandingan," katanya.
Baca Juga: Arsenal vs Bayer Leverkusen: Comeback Trossard Bawa Angin Segar, Odegaard dan Timber Menepi
"Kita perlu tahu bagaimana mengatasi momen-momen sulit tersebut. Namun, tujuan kita tetap untuk memenangkan pertandingan," ujar Enrique melengkapi.
Berita Terkait
Terpopuler
- Mengapa Pertalite Mau Dihapus?
- Apa Itu Sepatu Hybrid? Ini 5 Rekomendasi Buatan Lokal Terbaik dan Serbaguna
- Soal TNI-Komcad Dikerahkan di Demo Mahasiswa, Ini Reaksi Komisi I DPR
- Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
- Motor Mirip Harley-Davidson Harga Rasa Matic: Mending Morbidelli C252V atau QJ Motor SRV250?
Pilihan
-
Aksi di DPR Memanas! Peserta Demo Cipayung Menggugat Ngaku Dianiaya Polisi usai Ditangkap
-
Wasit Liga Indonesia 'Berulah', FIFA Investigasi Kemenangan Timnas Jerman vs Curacao
-
Mahasiswa Gelar Demo di DPR, Tagih Janji 19 Juta Lapangan Kerja dan Desak Hentikan MBG
-
Mau Aksi di Patung Kuda, Mahasiswa UBK Sempat Dihadang di Tugu Tani
-
Anggaran Kunjungan Luar Negeri Prabowo Tembus Rp1,1 T! Lebih Besar dari APBD Satu Kabupaten di NTB
Terkini
-
Piala Dunia 2026: Ramin Rezaeian Ungkap Arti Selebrasi Golnya Saat Iran Tahan Selandia Baru
-
Menanti Debut Erling Haaland dan Odegaard di Piala Dunia 2026, Norwegia Bidik Tiga Poin Lawan Irak
-
Arti Spesial Bela Timnas Indonesia Bagi Luke Vickery: Nenek Saya Lahir di Sana!
-
Kenapa Sepatu Pink Mendominasi Piala Dunia 2026? Ternyata Bukan Sekadar Tren
-
Ancaman Penyakit Menular di Piala Dunia 2026: Dari Campak hingga Ebola
-
Lebih dari 14 Asprov Dipimpin Plt, Tata Kelola PSSI Jadi Sorotan
-
Belanda Gagal Menang di Laga Perdana Piala Dunia 2026, Virgil van Dijk Kritik Aturan Baru FIFA
-
Deschamps: Prancis Bukan Favorit, Spanyol yang Bakal Juara Piala Dunia 2026
-
Tinggalkan AS, Winger Timnas Indonesia Adrian Wibowo Resmi Hijrah ke Eropa
-
Selebrasi Pistol Mohammad Mohebi di Piala Dunia 2026 Tuai Kontroversi, FIFA Didesak Bertindak