Bola / Bola Dunia
Jum'at, 20 Maret 2026 | 20:09 WIB
Presiden FIFA, Gianni Infantino. (ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A)
Baca 10 detik
  • Presiden FIFA Gianni Infantino menegaskan komitmen sepak bola sebagai sarana membangun perdamaian global dalam rapat di Zurich, Swiss.
  • FIFA berkomitmen menggunakan kekuatan sepak bola untuk membangun jembatan dan mempromosikan perdamaian di tengah konflik geopolitik dunia.
  • Piala Dunia FIFA 2026 tetap sesuai rencana meski Iran menolak bermain di Amerika Serikat karena alasan konflik Timur Tengah.

Suara.com - FIFA kembali menegaskan komitmennya untuk menjadikan sepak bola sebagai sarana membangun perdamaian dan mempererat persatuan global di tengah dinamika geopolitik dunia.

Pernyataan tersebut disampaikan Presiden FIFA, Gianni Infantino, dalam rapat Dewan FIFA yang berlangsung secara virtual dari markas besar organisasi di Zurich, Swiss, pada Jumat (20/3/2026).

“FIFA tidak bisa menyelesaikan konflik geopolitik, tetapi kami berkomitmen menggunakan kekuatan sepak bola dan Piala Dunia untuk membangun jembatan serta mempromosikan perdamaian,” ujar Infantino dikutip dari situs resmi.

Ia juga berharap seluruh peserta Piala Dunia FIFA dapat bertanding dengan menjunjung tinggi nilai sportivitas serta saling menghormati.

Sebelumnya, Infantino memastikan Piala Dunia FIFA 2026 tetap digelar sesuai rencana, meskipun ada penolakan dari Iran terkait lokasi pertandingan di Amerika Serikat.

Berdasarkan laporan Daily Mail, FIFA tidak akan memenuhi permintaan Iran yang ingin memindahkan tiga laga fase grup ke Meksiko.

Iran sebelumnya menolak bermain di Amerika Serikat dan meminta seluruh pertandingan mereka dipindahkan ke Meksiko. Meski demikian, mereka menegaskan tidak akan memboikot turnamen tersebut.

Penolakan itu berkaitan dengan situasi konflik di Timur Tengah, di mana Iran menyebut tim nasionalnya tidak memungkinkan bertanding di Amerika Serikat setelah adanya serangan yang melibatkan AS dan Israel terhadap negara tersebut.

(Antara)

Baca Juga: Iran Serang Yerusalem Barat, Haifa, dan Pangkalan AS di UEA dalam Fase Lanjutan Operasi Militer

Load More