- Israel serang ladang gas South Pars Iran, abaikan peringatan keras Donald Trump.
- Netanyahu bergerak mandiri tanpa lapor AS, picu risiko gangguan energi global.
- Trump ancam hancurkan fasilitas tersebut jika konflik makin meluas ke negara lain.
Suara.com - Ketegangan di Timur Tengah mencapai titik didih baru. Mengabaikan peringatan keras Presiden Amerika Serikat Donald Trump, militer Israel (IDF) meluncurkan gelombang serangan udara besar-besaran ke fasilitas energi vital Iran di South Pars dan sejumlah titik di Teheran, Jumat (20/3/2026).
Langkah nekat ini menandai babak baru perang terbuka, di mana infrastruktur energi utama Iran kini menjadi target langsung. Serangan ini diprediksi bakal mengacak-acak stabilitas pasokan energi global dan memicu lonjakan harga minyak dunia.
Serangan ini terjadi hanya berselang 24 jam setelah Presiden Donald Trump mengeklaim telah menekan Israel untuk menahan diri. Trump sebelumnya menyatakan telah berkomunikasi dengan PM Benjamin Netanyahu agar tidak menyentuh ladang gas South Pars.
"Saya bilang kepadanya, 'jangan lakukan itu', dan dia tidak akan melakukannya," ujar Trump kepada wartawan di Gedung Putih, sehari sebelum serangan terjadi.
Namun, fakta di lapangan berbicara lain. Netanyahu justru menegaskan bahwa serangan ke South Pars dilakukan secara mandiri. Israel memilih bergerak tanpa memberikan notifikasi sebelumnya kepada Washington, sebuah langkah yang dinilai sebagai bentuk "pembangkangan" diplomatik terhadap sekutu utamanya.
Juru bicara militer Israel mengonfirmasi bahwa gelombang serangan terbaru menyasar pusat infrastruktur rezim Iran. "IDF baru saja memulai gelombang serangan terhadap infrastruktur rezim Iran di jantung Teheran," ungkapnya dikutip dari Reuters.
South Pars sendiri merupakan ladang gas terbesar milik Iran yang menjadi urat nadi ekonomi negara tersebut. Penyerangan terhadap fasilitas ini dianggap sebagai eskalasi paling berbahaya karena langsung menghantam sektor energi yang selama ini menjadi "garis merah" bagi banyak negara.
Merespons serangan tersebut, Trump melalui platform media sosial miliknya, Truth Social, kembali mengeluarkan peringatan keras. Ia menegaskan tidak boleh ada lagi serangan ke South Pars, kecuali Iran menyerang Qatar.
Tak hanya itu, Trump juga melontarkan ancaman yang tak kalah ngeri. Ia memperingatkan bahwa Amerika Serikat sendiri yang akan menghancurkan fasilitas tersebut jika konflik meluas dan mengancam kepentingan energi yang lebih besar.
Baca Juga: Krisis Lebanon Memanas: Korban Tewas Akibat Serangan Israel Lampaui 1.000 Jiwa
Dunia kini menanti reaksi balasan dari Teheran. Jika Iran membalas dengan menutup jalur logistik energi, maka krisis ekonomi global yang lebih dalam tak lagi bisa dihindari.
Berita Terkait
Terpopuler
- Putusan MK soal Kuota Internet Hangus Ubah Peta Bisnis Operator, Pakar: Paket Data Bakal Berubah
- Melayat ke Yogya, Susi Pudjiastuti Kenang Sosok Nasirun
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- Kado Kemerdekaan: Pemutihan Pajak Kendaraan di Agustus 2026, Buruh dan Ojol Dapat Diskon Khusus
- Prabowo Singgung Nuklir Iran, Badan Atom Internasional Ungkap Faktanya
Pilihan
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
Terkini
-
Nadiem Makarim Tantang Audit BPKP di Sidang Banding, Minta Hakim Periksa Ulang Bukti
-
Prabowo dan PM Thailand Sepakati Kemitraan Strategis Baru, Fokus Pangan hingga Energi
-
Jangan Korbankan Nyawa Demi Target! BGN Didesak Usut Tuntas Keracunan Massal MBG di Semarang
-
Trauma Kolektif: Pagar Tinggi Mal Ingatkan Warga pada Kerusuhan Agustus
-
Kasus Bayi Dijual Rp20 Juta Belum Tuntas, Polisi Didesak Usut Sosok Pemberi Uang
-
Dipukul Balok Kayu, Wanita di Palembang Gagalkan Aksi Begal hingga Pelaku Ditangkap
-
Dua Kata Tijjani Reijnders Usai Timnas Indonesia Dibantai Vietnam 0-3
-
Ingin Rumah Terasa Lebih Elegan? Tren Interior Kini Mengandalkan Permainan Cahaya dari Keramik
-
Haykal Ungkap Hal yang Bikin Tak Nyaman di Palembang, Pengemis hingga Sungai Jadi Sorotan
-
Kreativitas Generasi Muda Indonesia Berbuah Manis, Ribuan Pelajar Sukses Bangun Bisnis