- FIFA mendenda Federasi Israel 150.000 franc Swiss akibat pelanggaran diskriminasi dan rasisme berulang di kompetisi domestik.
- Sanksi juga mencakup peringatan resmi dan kewajiban menampilkan spanduk anti-diskriminasi pada tiga laga kandang mendatang.
- Israel diperintahkan mengalokasikan sepertiga denda untuk program edukasi dan reformasi pencegahan diskriminasi dalam sepak bola mereka.
Suara.com - Federasi sepak bola dunia, FIFA, menjatuhkan sanksi berat kepada federasi sepak bola Israel.
FIFA menjatuhkan denda sebesar 150.000 franc Swiss atau sekitar Rp3 miliar.
Sanksi ini diberikan atas pelanggaran berulang terkait diskriminasi dan rasisme dalam sepak bola Israel.
Komite disiplin FIFA menyatakan IFA gagal mengambil tindakan tegas terhadap perilaku rasis yang terjadi di kompetisi domestik.
Salah satu sorotan utama adalah klub Beitar Jerusalem yang dinilai memiliki catatan panjang kasus diskriminasi.
“Pendukung telah terlibat dalam perilaku rasis yang terus-menerus dan terdokumentasi dengan baik,” tulis laporan FIFA.
Komite displin juga menilai sanksi yang dijatuhkan IFA selama ini “tidak memadai dan lemah secara substansi.”
FIFA menyoroti penggunaan slogan seperti forever pure serta nyanyian bernada hinaan terhadap pemain Arab.
“Ini bukan insiden terisolasi, melainkan pola sistemik yang mencederai nilai dasar olahraga,” lanjut laporan tersebut.
Baca Juga: FIFA Tegaskan Sepak Bola sebagai Alat Perdamaian di Tengah Konflik Global
Selain denda, IFA juga mendapat peringatan resmi dari FIFA.
Mereka diwajibkan menampilkan spanduk besar bertuliskan “Football Unites the World – No to Discrimination” dalam tiga laga kandang berikutnya.
IFA juga diperintahkan mengalokasikan sepertiga dari denda untuk program pencegahan diskriminasi.
Program tersebut mencakup edukasi, pemantauan, serta reformasi kebijakan di lingkungan sepak bola Israel.
Kasus ini bermula dari laporan Palestine Football Association pada 2024 yang menuding adanya praktik diskriminasi.
Investigasi FIFA kemudian menemukan adanya pelanggaran terhadap prinsip dasar organisasi.
Berita Terkait
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- 4 Shio Beruntung Hari Ini 4 Agustus 2026: Macan hingga Babi Berpeluang Dapat Kabar Baik
Pilihan
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
Terkini
-
Mosi Tidak Percaya! Jajaran Wakasek dan Guru SMPN di Subang Mundur Massal
-
Lolos ke Final Usai Singkirkan Persija, Lucho Keluhkan Lapangan Dipta yang Keras dan Kering
-
Singkirkan Arema FC, Persebaya Tantang Persib di Final Piala Presiden 2026
-
Apa Itu Registration Ban FIFA? Ini Penyebab Klub Sriwijaya FC Bisa Dilarang Daftar Pemain
-
Jejak Kasus Haji Halim Ali, Dari Pengusaha Besar hingga Ahli Waris Kembalikan Rp127 Miliar
-
Modus Penimbun Pertalite Terbongkar, Isi BBM Berulang Pakai Barcode Berbeda di SPBU
-
Geger Temuan Mayat Mutilasi dalam Karung Beras di Pancoran Mas Depok
-
Jelang HUT ke-81 RI, Masjid Indonesia Pertama di Kanada Barat Resmi Berdiri
-
Diduga Bawa Kabur Kamera Rp200 Juta, DJ Wanita dan Suaminya Dipolisikan di Bogor
-
5 Perubahan Contact Center di Era Generative AI, Tak Lagi Sekadar Layanan Pengaduan