- Mikel Arteta mengakui kedekatannya dengan Pep Guardiola telah berubah menjelang final Piala Liga 2025/2026 di Wembley.
- Arteta dan Guardiola pernah bekerja sama di Manchester City selama tiga tahun sebagai pelatih dan asisten.
- Arteta menekankan final Piala Liga antara Arsenal melawan City bukanlah pertarungan pribadi melawan mantan mentornya.
Suara.com - Arsenal akan menghadapi Manchester City pada final Piala Liga Inggris 2025/2026 di Stadion Wembley, London, Minggu (22/3/2026).
Jelang laga itu, pelatih Arsenal Mikel Arteta mengakui dirinya tidak sedekat dahulu dengan Pep Guardiola.
"Hubungan kami sudah berubah. Dia di Manchester, saya di London. Kami menangani dua klub berbeda," ujar Arteta melansir ANTARA.
Juru taktik asal Spanyol itu menyebut dia dan Guardiola nyaris tidak pernah bertemu layaknya sahabat.
Arteta dan Guardiola pernah bekerja di Manchester City selama sekitar tiga tahun sejak tahun 2016.
Kala itu, Arteta berstatus sebagai asisten dari Guardiola, di mana pada periode tersebut mereka membawa City dua kali menjuarai Liga Inggris, satu kali Piala FA dan dua kali Piala Liga Inggris.
"Kami tidak pernah menghabiskan waktu bersama dan itu penting untuk hubungan kami ini," tutur Arteta.
Namun, Arteta menegaskan tidak pernah melupakan waktu-waktu dengan Guardiola di Manchester City.
Guardiola, dia melanjutkan, merupakan salah satu sosok berpengaruh di karier kepelatihannya.
Baca Juga: Performa Menawan Eberechi Eze Banjir Pujian dari Mikel Arteta
"Apa yang saya rasakan soal dia dan perjalanan kami sebelumnya, selalu akan sama. Apa yang dia lakukan untuk saya dan inspirasi yang dia berikan sejauh ini, tidak akan pernah berubah," kata Arteta.
Arteta pun menekankan bahwa pertandingan Arsenal versus Manchester City di final Piala Liga Inggris musim ini, bukanlah pertarungan dirinya melawan Guardiola.
"Bukan seperti itu karena di profesi ini (sebagai pelatih-red), kami harus terus belajar dan berkembang. Bagi saya, yang penting adalah kami memenangkan trofi. Itu saja," ujar pria berusia 43 tahun itu.
Arsenal dalam misi mendapatkan trofi juara Piala Liga Inggris ketiganya sepanjang sejarah klub, setelah merebutnya pada musim 1986/1987 dan 1992/1993.
Sementara Manchester City merupakan pemegang delapan gelar kampiun Piala Liga Inggris, yang terakhir kali mereka dapatkan pada musim 2020/2021. [ANTARA]
Berita Terkait
Terpopuler
- Ratusan Warga Cianjur Gagal Rayakan Lebaran Gara-gara Kena Tipu Paket Sembako Bodong
- 61 Kode Redeem FF Max Terbaru 20 Maret 2026: Raih THR Idul Fitri, AK47 Lava, dan Joker
- Lebaran 2026 Tanggal Berapa? Cek Jadwal Idulfitri Pemerintah, NU, Muhammadiyah, dan Negara Lain
- 7 HP Samsung Terbaik untuk Orang Tua: Layar Besar, Baterai Awet
- 30 Link Twibbon Idul Fitri 2026 Simpel Elegan, Cocok Dibagikan ke Grup Kantor dan Rekan Kerja
Pilihan
-
Skandal Dean James Melebar! Pakar Hukum Belanda Sebut Status WNI Jadi Masalah Utama
-
Serangan AS-Israel di Malam Takbiran Tewaskan Jubir Garda Revolusi Iran
-
Mencekam! Jirayut Terjebak Baku Tembak di Thailand
-
Pak Menteri Siap Potong Gaji? Siasat Prabowo Hadapi Krisis Global Contek Pakistan
-
Kabar Duka! Pemilik Como 1907 Sekaligus Bos Djarum Meninggal Dunia
Terkini
-
Nafsu Besar Bos AC Milan, Ingin Mengembalikan Kejayaan Serie A seperti Era 90-an
-
Manchester United Ditahan Imbang Bournemouth, Bruno Fernandes Ngamuk-ngamuk Salahkan VAR
-
Jelang FIFA Series 2026, Pelatih Bulgaria Sindir Pemain Naturalisasi Timnas Indonesia
-
Usai Lebaran 2026, Nonton Timnas Indonesia di FIFA Series 2026, Ini Jadwal Lengkapnya
-
John Herdman Bersih-Bersih! 17 Pemain Dicoret dari Timnas Indonesia
-
Pakai Paspor Belanda saat Perpanjang Kontrak 2025, Status WNI Dean James Bisa Gugur?
-
Skandal Dean James Melebar! Pakar Hukum Belanda Sebut Status WNI Jadi Masalah Utama
-
Paspor Pemain Keturunan Indonesia di Eredivisie Jadi Skandal, Status Maarten Paes Disorot
-
Cedera Tak Kunjung Sembuh, Musim Ini Telah Berakhir Buat Matthijs de Ligt?
-
Bintang Persib Tercoret, Ini Skuad Final Timnas Indonesia di FIFA Series 2026