Bola / Bola Dunia
Selasa, 24 Maret 2026 | 15:32 WIB
pihak klub Go Ahead bersikeras bahwa Dean James tetap terdaftar sebagai warga negara Belanda berdasarkan data resmi pemerintah Belanda. [Dok PSSI]
Baca 10 detik
  • Klub-klub Eredivisie melalui ECV akan rapat darurat membahas status tidak sah pemain Dean James pada Selasa (24/3).
  • NAC Breda menuntut pengulangan laga melawan Go Ahead Eagles akibat dugaan ketidakabsahan status kewarganegaraan Dean James.
  • Terdapat preseden tahun 2015 mengenai pemain tidak memenuhi syarat yang menyebabkan beberapa pertandingan dapat diputuskan untuk diulang.

Suara.com - Skandal Dean James memasuki babak baru. Laporan terbaru menyebut bahwa seluruh klub di Eredivisie yang tergabung dalam ECV akan menggelar rapat darurat pada hari, Selasa (24/3) waktu setempat.

Dean James digugat pihak NAC Breda karena dianggap tak sah bermain di Eredivisie karena sudah menjadi WNI dan Go Ahead dituding tetap mendaftarkan sebagai pemain Belanda.

Pihak NAC Breda mendesak agar laga melawan Go Ahead Eagles diulang. Mereka menilai Dean James tidak sah tampil, sehingga hasil pertandingan dianggap tidak sah.

Jurnalis NOS, Arno Vermeulen, mengungkapkan kasus serupa pernah terjadi.

“Ada preseden pada 2015. Saat itu pemain NAC, Milos Zukanovic, tidak memenuhi syarat dan beberapa pertandingan akhirnya diputuskan bisa diulang,” jelasnya.

Menurut Vermeulen, situasi ini tidak bisa dianggap sepele.

Dean James, pemain keturunan Timnas Indonesia. (Instagram/dean11james)

“Selasa akan ada pertemuan klub-klub Eredivisie melalui ECV. Kasus ini masuk agenda dan harus dibahas serius,” ujarnya.

Ia juga memberi peringatan bahwa dampaknya bisa meluas.

“Mungkin ada lebih banyak klub yang melanggar tanpa sadar. Mereka harus segera mengambil tindakan,” tambahnya.

Baca Juga: Debut John Herdman di Timnas Indonesia, GBK Diprediksi Membara

Hingga kini, KNVB belum mengeluarkan keputusan resmi.

Sebelumnya, phak klub Go Ahead bersikeras bahwa Dean James tetap terdaftar sebagai warga negara Belanda berdasarkan data resmi pemerintah Belanda.

“Kami login ke Mijn Overheid, dan di sana tertulis jelas, kewarganegaraan Belanda,” kata Van Dop seperti dilansir dari Oost.

Van Dop menanggapi santai laporan tersebut. “Saya bahkan tidak berdebat. Saya hanya bilang, ‘silakan, semoga sukses’,” ujarnya.

Van Dop menilai keberatan NAC terasa janggal karena kasus serupa sebelumnya tidak berujung pada pengulangan pertandingan.

“Dulu hanya kena denda, tidak ada laga ulang. Kenapa sekarang harus berbeda?” katanya.

Load More