- Rencana Mossad yang dipresentasikan kepada Netanyahu dan Trump bertujuan memicu keruntuhan rezim Iran melalui pembunuhan terarah segera setelah perang dimulai.
- Skenario intelijen tersebut gagal total karena rakyat Iran tidak memberontak akibat tingginya rasa takut terhadap aparat keamanan negara.
- Kegagalan rencana memicu ketegangan antara Netanyahu dan Trump, serta terhambatnya operasi Kurdi karena penolakan Amerika Serikat.
Suara.com - Mossad, badan intelijen Israel yang dikenal mumpuni, disebut sempat membuat skenario rahasia untuk menyulut pemberontakan di dalam negeri Iran seiring perang terbuka yang diinisiasi mereka dan Amerika Serikat.
Namun, dikutip dari surat kabar The New York Times edisi Selasa (24/3/2026), rencana rahasia itu gagal total.
Hal itu diakui sendiri oleh Kepala Mossad David Barnea. Dia membawa rencana ambisius kepada Perdana Menteri Benjamin Netanyahu yang menjanjikan keruntuhan rezim Teheran dari dalam.
Barnea meyakini, dalam hitungan hari setelah perang dimulai pada 28 Februari, dinas intelijennya akan mampu menggerakkan oposisi Iran.
Rencana ini melibatkan penyulutan kerusuhan massal dan tindakan pemberontakan yang diharapkan dapat memicu keruntuhan total pemerintahan teokrasi Iran.
Proposal ini bahkan dipresentasikan kepada pejabat senior pemerintahan Donald Trump di Washington pada pertengahan Januari lalu.
Donald Trump dan Benjamin Netanyahu dilaporkan sangat antusias dengan pandangan optimis ini.
Skenarionya sederhana namun mematikan: melumpuhkan para pemimpin Iran di awal konflik melalui pembunuhan terarah, diikuti oleh operasi intelijen untuk mendorong perubahan rezim.
Mereka percaya hal ini akan memicu kebangkitan massa yang mengakhiri perang dengan cepat.
Baca Juga: Syarat Mutlak Iran Bagi Kapal Internasional di Selat Hormuz Agar Bisa Melintas Dengan Selamat
Pada awal peperangan, Trump memberikan seruan langsung kepada rakyat Iran yang tampaknya menjadi bagian dari strategi psikologis ini.
“Ambil alih pemerintahan Anda. Itu akan menjadi milik Anda untuk diambil,” ujar Trump dalam pidato awalnya, setelah sebelumnya menyarankan warga untuk mencari perlindungan dari pengeboman.
Realitas Pahit: Rakyat Iran Tak Kunjung Turun ke Jalan
Namun, setelah tiga minggu perang berkecamuk, revolusi yang dijanjikan Mossad tak kunjung muncul.
Penilaian intelijen Amerika Serikat dan Israel saat ini menyimpulkan bahwa meskipun pemerintahan Iran melemah, struktur kekuasaannya tetap utuh.
Rasa segan yang meluas terhadap militer dan pasukan polisi Iran yang tengah menghadapi agresi tentara saing, telah memadamkan prospek pemberontakan di dalam negeri maupun infiltrasi milisi etnis dari luar perbatasan.
Berita Terkait
-
Syarat Mutlak Iran Bagi Kapal Internasional di Selat Hormuz Agar Bisa Melintas Dengan Selamat
-
Inggris Kerahkan Kapal Perusak Tipe 45 dan Sistem Otonom Canggih ke Selat Hormuz Iran
-
Misteri Negosiator Rahasia, Klaim Damai Donald Trump Dibantah Mentah-mentah oleh Teheran
-
Ribuan Tentara Amerika Serikat Siap Serang Iran Lewat Darat
-
Bocor! China Bikin Peta Laut hingga Indonesia untuk Hadapi AS di Perang Dunia III
Terpopuler
- Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara
- 7 HP Midrange RAM Besar Baterai 7000 mAh Paling Murah yang Layak Dilirik
- 7 Bedak Tabur Terbaik untuk Kerutan dan Garis Halus Usia 50 Tahun ke Atas
- Promo Alfamart Hari Ini 7 Mei 2026, Body Care Fair Diskon hingga 40 Persen
- 5 Pilihan HP Android Kamera Stabil untuk Hasil Video Minim Jitter Mei 2026, Terbaik di Kelasnya
Pilihan
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
Terkini
-
Nelayan Tak Boleh Dilupakan, Prabowo Janjikan Perbaikan Kesejahteraan Nasional
-
Prabowo di Gorontalo: Indonesia Kuat, Tak Panik Hadapi Gejolak Dunia karena Swasembada Pangan
-
Prabowo soal MBG: Sekolah yang Butuh Segera Diberi, yang Tidak Perlu Tidak Dipaksakan
-
Anies Baswedan dan Najelaa Shihab Soroti Bahaya AI bagi Pelajar: Otak Bisa Malas Berpikir
-
Ketua DPD Golkar DKI Sebut Jakarta Darurat Sampah, Warga Diminta Mulai Bergerak dari Rumah
-
Prabowo Genjot Ekonomi Biru, Nelayan Disiapkan Jadi Kekuatan Baru Indonesia
-
Terungkap! Ratusan WNA Operator Judi Online di Hayam Wuruk Ternyata Direkrut 'Veteran Kamboja'
-
Menuju Target Nasional Pengurangan Sampah 2029, Ini Kebiasaan yang Harus Digencarkan di Rumah
-
Jemaah Haji RI Meninggal Dunia 20 Orang, Mayoritas karena Gangguan Jantung dan Paru
-
Uang Miliaran Rupiah hingga Puluhan Juta Dong Vietnam Disita dari Sarang Judol Hayam Wuruk