- Pelatih John Herdman telah membedah kekuatan Saint Kitts and Nevis jelang bentrokan melawan Timnas Indonesia di laga pembuka ajang FIFA Series 2026.
- Berkaca dari pengalamannya di tahun 2019, Herdman memperingatkan skuad Garuda untuk mewaspadai permainan cepat, fisik kuat, dan serangan balik lawan.
- Kemenangan di GBK akan membawa Indonesia melaju ke partai final untuk menantang pemenang antara duel sengit Bulgaria melawan Kepulauan Solomon.
Suara.com - Juru taktik Timnas Indonesia yakni John Herdman secara khusus telah membedah peta kekuatan Saint Kitts and Nevis jelang bergulirnya ajang bergengsi FIFA Series 2026.
Pertarungan antaranegara beda benua ini dijadwalkan akan memanjakan publik sepak bola Tanah Air di Stadion Utama Gelora Bung Karno pada hari Jumat (27/3/2026) mendatang.
Analisis mendalam sengaja dilakukan oleh sang pelatih asal Inggris tersebut agar anak asuhnya tidak terkejut dengan gaya permainan cepat khas tim asal kawasan Karibia itu.
Berdasarkan rekam jejak masa lalunya, sang pelatih rupanya sudah memiliki pengalaman langsung menghadapi negara tersebut.
Momen perjumpaan itu terjadi pada tahun 2019 silam ketika ia masih memegang kendali penuh sebagai pelatih kepala tim nasional Kanada.
Kala itu, tim asuhannya harus berjuang ekstra keras hingga memeras keringat hanya untuk bisa mengamankan kemenangan tipis 1-0.
“Saya pernah melawan mereka pada tahun 2019. Itu pertandingan yang sulit,” ungkapnya.
Meski sudah mengantongi sedikit bocoran tentang karakter sang lawan, ia menilai situasi di atas lapangan saat ini pasti sudah jauh berbeda.
Pergantian kursi kepelatihan di kubu lawan diyakini akan membawa warna baru yang membuat skema permainan mereka menjadi lebih sulit untuk diprediksi.
Baca Juga: Lolos Seleksi Ketat, Beckham Putra Siap Jawab Kepercayaan Timnas Indonesia
“Sekarang mereka punya pelatih baru, jadi pendekatannya bisa berbeda. Kami belum tahu pasti apa yang akan mereka tampilkan,” jelasnya.
Kendati demikian, sang arsitek tetap memberikan peringatan keras kepada barisan pertahanannya mengenai bahaya transisi mematikan lawan.
Ia menyoroti keunggulan fisik dan kecepatan berlari para pemain lawan yang kerap dikombinasikan dengan umpan-umpan langsung ke arah jantung pertahanan.
“Mereka kuat dalam transisi, punya fisik dan kecepatan, serta bermain cukup langsung,” ujarnya.
Berbekal analisis tajam tersebut, staf kepelatihan kini tengah mematangkan skema antisipasi agar tembok pertahanan Garuda tidak mudah ditembus oleh skema serangan balik kilat.
“Kami harus siap menghadapi serangan balik mereka. Itu jadi salah satu fokus kami,” tegas Herdman.
Berita Terkait
-
Elkan Baggott Buat John Herdman Terkesan, Kode Keras Bakal Jadi Starter?
-
Masih Banyak Pemain Timnas Indonesia Belum Gabung TC, Respons John Herdman Jadi Sorotan
-
Polemik Kewarganegaraan Dean James dan Nathan Tjoe-A-On Makin Rumit, Bos Eredivisie Buka Suara
-
Pakar Hukum: Dean James Tidak Memenuhi Syarat untuk Main!
-
Kiat John Herdman Cegah Pemain Timnas Indonesia Naik Berat Badan Pasca Libur Lebaran
Terpopuler
- Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara
- 7 Bedak Tabur Terbaik untuk Kerutan dan Garis Halus Usia 50 Tahun ke Atas
- 7 HP Midrange RAM Besar Baterai 7000 mAh Paling Murah yang Layak Dilirik
- Promo Alfamart Hari Ini 7 Mei 2026, Body Care Fair Diskon hingga 40 Persen
- 5 Pilihan HP Android Kamera Stabil untuk Hasil Video Minim Jitter Mei 2026, Terbaik di Kelasnya
Pilihan
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
Terkini
-
Bongkar Masterplan John Herdman untuk Piala Asia 2027: Padukan Bintang Lokal dan Diaspora Eropa!
-
Johan Manzambi Yakin Timnas Swiss Jadi Kuda Hitam Piala Dunia 2026, Meski Sama Sekali Tak Dijagokan
-
Nils Liedholm: Gelandang Elegan nan Garang, Pahlawan Swedia di Piala Dunia 1958
-
4 Bintang Muda Asia Siap Guncang Piala Dunia 2026, Nestory Irankunda Hingga Ibrahim Sabra
-
Respons Pelatih Thailand Usai Masuk Grup Neraka Bareng Timnas Indonesia di Piala Asia 2027
-
Taktik Psikologis John Herdman Siap Sulap Timnas Indonesia Jadi 'Kuda Hitam' Piala Asia 2027
-
Persija vs Persib, Rizky Ridho Sampai Geleng-geleng Main Kandang Harus Pakai Pesawat
-
Pep Guardiola Berharap Arsenal Tergelincir di Markas West Ham United
-
Respons Berkelas John Herdman Usai Timnas Indonesia Masuk Grup F
-
Pesan Haru Lionel Messi Agar Neymar Kembali Jadi Tulang Punggung Brasil di Piala Dunia 2026