Bola / Bola Indonesia
Minggu, 29 Maret 2026 | 07:10 WIB
Gebrakan positif John Herdman di Timnas Indonesia. (kitagaruda.id)
Baca 10 detik
  • Timnas Indonesia menang telak 4-0 atas St Kitts and Nevis dalam FIFA Series 2026, Jumat (27/3/2026).
  • John Herdman menunjukkan kejelian taktik dengan menempatkan pemain seperti Verdonk sebagai gelandang bertahan secara optimal.
  • Permainan tim menjadi terstruktur, cair, dan pemain menampilkan kembali kreativitas individu di bawah arahan pelatih baru.

Suara.com - Era baru Timnas Indonesia di bawah asuhan John Herdman dimulai dengan langkah yang sangat meyakinkan.

Kemenangan telak 4-0 atas St Kitts and Nevis dalam ajang FIFA Series 2026, Jumat (27/3/2026), bukan sekadar soal skor, melainkan cerminan dari sejumlah gebrakan positif yang langsung ditunjukkan sang pelatih.

Kemenangan ini tak hanya mengantar Timnas Indonesia ke final FIFA Series 2026, tetapi juga memberikan gambaran menjanjikan tentang arah permainan skuad Garuda ke depan.

Berikut adalah tiga hal paling mencolok yang menjadi sorotan dalam laga debut John Herdman

1. Kejelian Taktik

Salah satu sentuhan pertama Herdman yang paling terlihat adalah keberaniannya dalam menempatkan pemain di posisi yang optimal untuk memaksimalkan potensi mereka.

Calvin Verdonk secara mengejutkan didorong sebagai gelandang bertahan, berduet dengan Jordi Amat untuk menjaga keseimbangan tim.

Keputusan berani lainnya adalah memainkan Dony Tri Pamungkas sebagai starter di sayap kiri dan mendorong Kevin Diks lebih ke depan untuk mengisi pos sayap kanan.

Perubahan paling signifikan mungkin terjadi pada peran Ole Romeny, yang diplot sebagai pengatur serangan di belakang dua striker untuk menyuplai umpan-umpan matang kepada Ramadhan Sananta dan Beckham Putra Nugraha.

2. Pola Permainan Terstruktur

Di bawah arahan Herdman, permainan Timnas Indonesia tampak memiliki alur yang jelas dan terorganisir.

Baca Juga: John Herdman Pasang Target Gila Loloskan Timnas Indonesia ke Piala Dunia 2030

Pola serangan terlihat lebih rapi dan transisi dari fase bertahan ke menyerang berjalan dengan sangat cair dan mulus.

Proses gol pertama yang dicetak oleh Beckham Putra menjadi bukti nyata dari sistem ini.

Gol tersebut lahir dari sebuah skema serangan terencana yang diawali umpan terobosan cerdas dari Ole Romeny.

Sejak menit awal, skuad Garuda mampu mendikte tempo dan mengontrol penuh jalannya pertandingan.

3. Kebebasan Bertanggung Jawab

Aspek lain yang sangat menonjol adalah munculnya kembali kreativitas para pemain di lapangan.

John Herdman terbukti mampu memberikan kebebasan kepada para pemainnya untuk berekspresi, namun tetap dalam koridor taktik yang disiplin.

Load More