- John Herdman menguji Timnas Indonesia dengan dua laga FIFA Series 2026, menang 4-0 dan kalah 0-1.
- Rizky Ridho, bek lokal, menjadi satu-satunya pemain yang bermain penuh 180 menit di dua pertandingan tersebut.
- Ole Romeny tampil produktif dengan satu gol dan dua assist, menjadi pemain paling impresif di debut Herdman.
Suara.com - Awal era kepemimpinan John Herdman di Timnas Indonesia baru saja melewati dua ujian perdana dalam rangkaian FIFA Series 2026.
Dari dua pertandingan yang dijalani, pelatih asal Inggris tersebut tampak mulai memetakan siapa saja pemain yang menjadi tulang punggung dalam skema taktiknya.
Menariknya di tengah membanjirnya talenta yang berkarier di luar negeri, justru bek lokal yang muncul sebagai sosok paling tak tergantikan.
Sepanjang dua laga tersebut, Skuad Garuda mencatatkan hasil kemenangan telak 4-0 atas St Kitts and Nevis serta kekalahan tipis 0-1 dari Bulgaria di partai final.
Total 21 pemain yang diberikan kesempatan merumput oleh Herdman, tapi hanya ada satu nama yang selalu bermain penuh tanpa pernah diganti.
Adalah Rizky Ridho yang mengukuhkan posisinya sebagai bek tengah paling terpercaya di mata John Herdman.
Pemain andalan Persija Jakarta tersebut mencatatkan total 180 menit bermain alias selalu tampil sebagai starter dan bermain hingga peluit panjang dibunyikan dalam dua pertandingan FIFA Series kali ini.
Statistik ini menjadi bukti nyata bahwa kualitas pemain yang berkompetisi di liga domestik masih sangat diperhitungkan.
Ridho menunjukkan ketenangan dan kedisiplinan yang luar biasa dalam mengawal lini pertahanan, bahkan saat harus berkolaborasi dengan nama-nama besar yang merumput di kompetisi Eropa.
Baca Juga: Rapor Debut Pelatih Timnas Indonesia: Perbandingan John Herdman dengan STY dan Patrick Kluivert
Bagi audiens sepak bola di Tanah Air, konsistensi Ridho ini menjadi sinyal positif bagi regenerasi bek lokal di tim nasional.
Di bawah catatan waktu sempurna milik Ridho, muncul nama Ole Romeny. Penyerang tajam ini mencatatkan 155 menit bermain dalam dua laga.
Kontribusinya tergolong sangat impresif dengan sumbangan satu gol dan dua assist, yang menjadikannya pemain paling produktif dalam debut Herdman.
Selanjutnya, terdapat tiga pemain yang mencatatkan waktu bermain identik, yakni 148 menit. Mereka adalah Calvin Verdonk, Kevin Diks, dan Jay Idzes.
Ketiganya merupakan pilar penting di lini belakang dan tengah, namun Herdman tetap melakukan rotasi pada mereka di tengah pertandingan untuk menjaga kebugaran, sebuah perlakuan yang tidak diberikan kepada Rizky Ridho karena perannya yang dianggap terlalu krusial.
Meski Herdman mencoba melakukan eksperimen dengan menurunkan banyak pemain, nyatanya tidak semua penggawa dalam skuad Garuda mendapatkan menit bermain.
Berita Terkait
-
Dominasi Semu Timnas Indonesia, Herdman Ungkap Faktor Kekalahan Garuda atas Bulgaria
-
PSSI Tertantang Indonesia Kembali Jadi Tuan Rumah Ajang Bergengsi Lain Usai FIFA Series
-
Jay Idzes Puji Energi dan Semangat John Herdman di Pinggir Lapangan
-
Justin Hubner Nilai John Herdman Beda Kelas dengan Patrick Kluivert
-
Jay Idzes Bahagia Bisa Kembali Berkumpul dengan Timnas Indonesia
Terpopuler
- 4 Sepatu Kanky Terlaris di Shopee, Nyaman Dipakai Seharian Sesuai Review Pembeli
- 5 Shio yang Menarik Keberuntungan 28 Juni 2026, Hari Penuh Hoki dan Kesempatan
- 4 Sepatu Lari Skechers yang Diskon sampai 50 Persen di Sport Station, Mulai Rp500 Ribuan
- 10 Promo Sepatu Lari di Sports Station: Adidas, Reebok, dan New Balance Mulai Rp299 Ribuan
- 6 Sunscreen di Alfamart untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun ke Atas sesuai Review
Pilihan
-
Hakim Andi Sebut Nadiem Makarim Seharusnya Dibebaskan
-
Selain 10 Tahun Penjara, Nadiem Makarim Wajib Bayar Uang Pengganti Rp809,59 Miliar
-
Nadiem Makarim Divonis 10 Tahun Penjara!
-
Jangan Puji Pemerintah karena Kerja: Mengapa Publik Begitu Mudah Terpesona?
-
Kabar Duka! Legenda Persija Si Macan Betawi Tan Liong Houw Tutup Usia
Terkini
-
Data dan Fakta usai Brasil Hajar Jepang: Rekor Casemiro hingga Kutukan Samurai Biru
-
Marcos Llorente Bongkar Cara Spanyol Kalahkan Austria: Kasih Saja Bola ke Lamine Yamal
-
Magis Carlo Ancelotti! Ketenangannya Selamatkan Brasil dari Aib Terburuk di Piala Dunia 2026
-
Julian Nagelsmann Nilai Timnas Jerman Bukan Lagi Tim Elite Dunia Usai Gugur di Piala Dunia 2026
-
Noussair Mazraoui Sesumbar usai Depak Belanda: Maroko Kini Sejajar dengan Tim Elit Dunia
-
Hajime Moriyasu Menilai Jarak Kualitas Jepang dan Brasil Kini Semakin Menipis
-
Eksperimen Gagal Ronald Koeman! Belanda Dihajar Maroko saat Pakai 5 Bek Lagi Setelah 2 Tahun
-
Mariano Peralta Pilih Persib Dibanding Persija karena Ingin Tampil di Asia?
-
Martinelli: Kami Percaya Diri karena Carlo Ancelotti Bersikap Tenang di Pinggir Lapangan
-
DPR RI Setujui Naturalisasi Mitchell Baker dan Luke Vickery! Selangkah Lagi Bela Timnas Indonesia