- Timnas Indonesia kalah 0-1 dari Bulgaria di final FIFA Series 2026 lewat gol penalti Marin Petkov meski mendominasi 71 persen penguasaan bola.
- Pelatih John Herdman menganalisis bahwa kekalahan skuad Garuda disebabkan oleh mentalitas dan pengalaman Bulgaria dalam memperlambat tempo serta mengontrol ritme pertandingan.
- Herdman merasa sangat terpukul dan kecewa karena timnya bermain lebih baik, namun sial saat sepakan emas Ole Romeny membentur mistar gawang.
Suara.com - Pelatih Timnas Indonesia, John Herdman, memberikan analisis mendalam usai skuad Garuda harus menelan kekalahan tipis 0-1 dari Bulgaria di laga final FIFA Series 2026.
Pertandingan krusial yang digelar di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, Senin (30/3/2026) tersebut meninggalkan rasa pahit bagi arsitek asal Inggris itu.
Meski kalah, Herdman dengan tegas menyebutkan bahwa Tim Merah Putih sejatinya bermain jauh lebih baik dibandingkan lawannya yang berada di peringkat 80 FIFA tersebut.
"Malam ini seharusnya menjadi kemenangan untuk Indonesia. Bulgaria adalah tim peringkat 80 dunia, tetapi menurut saya, malam ini Indonesia bermain lebih baik," kata Herdman dalam sesi jumpa pers usai laga.
Berdasarkan data statistik dari Lapangbola, Indonesia memang tampil mendominasi jalannya pertandingan. Skuad Garuda sukses mencatatkan penguasaan bola hingga 71 persen berbanding 29 persen milik Bulgaria.
Namun, dominasi tersebut tidak sejalan dengan efektivitas serangan. Indonesia hanya melepaskan enam tembakan, dengan satu di antaranya tepat sasaran.
Di sisi lain, Bulgaria yang bermain lebih pragmatis justru tampil sangat efisien. Mereka mampu mencatatkan empat tembakan tepat sasaran dari sembilan percobaan, termasuk gol penalti dari Marin Petkov pada menit ke-38 yang menjadi penentu laga.
Herdman pun menyoroti mentalitas serta kedewasaan bermain yang ditunjukkan oleh kubu lawan sebagai faktor utama kekalahan timnya.
Ia memuji kemampuan Bulgaria dalam mengendalikan alur permainan, sebuah aspek yang menurutnya menjadi modal penting bagi sebuah tim untuk meraih kemenangan di panggung internasional.
Baca Juga: Butuh Mental Baja Demi Piala Dunia 2030, John Herdman Cari Petarung Baru untuk Timnas Indonesia
"Selamat untuk Bulgaria. Mereka memenangkan pertandingan dan mampu mengelola laga dengan baik—memperlambat tempo, mengontrol ritme. Itu bagus untuk mereka, karena itulah cara memenangkan pertandingan," puji Herdman terhadap lawannya.
Lebih lanjut, saat disinggung soal kegagalan timnya mencetak gol penyeimbang, Herdman memberikan jawaban bernada satir. Ia menunjuk momen sial yang dialami striker Ole Romeny pada menit ke-70 sebagai puncak ketidakberuntungan Indonesia malam itu.
"Kalau ditanya kenapa kami tidak mencetak gol, mungkin Anda harus bertanya kepada mistar gawang. Itu hampir menjadi gol kelas dunia dari Ole," ucap mantan pelatih Timnas Kanada tersebut.
Dengan hasil ini, perjalanan awal John Herdman bersama Timnas Indonesia diwarnai catatan satu kemenangan dan satu kekalahan. Kendati kecewa berat, ia berjanji akan menjadikan hasil ini sebagai pelajaran berharga.
"Saya yakin para pemain akan belajar dari ini, akan berkembang. Tapi kami kecewa. Rasanya menyakitkan. Sangat menyakitkan," pungkasnya.
Berita Terkait
-
PSSI Tertantang Indonesia Kembali Jadi Tuan Rumah Ajang Bergengsi Lain Usai FIFA Series
-
Jay Idzes Puji Energi dan Semangat John Herdman di Pinggir Lapangan
-
Justin Hubner Nilai John Herdman Beda Kelas dengan Patrick Kluivert
-
Jay Idzes Bahagia Bisa Kembali Berkumpul dengan Timnas Indonesia
-
Rapor Debut Pelatih Timnas Indonesia: Perbandingan John Herdman dengan STY dan Patrick Kluivert
Terpopuler
- 5 Shio yang Menarik Keberuntungan 28 Juni 2026, Hari Penuh Hoki dan Kesempatan
- 4 Sepatu Kanky Terlaris di Shopee, Nyaman Dipakai Seharian Sesuai Review Pembeli
- HBL Mantiri Dikukuhkan jadi Ketua BPP PPAD Gantikan Try Sutrisno
- 5 Motor Teririt untuk Buruh dan Pelajar, Dompet Tetap Aman Meski Pakai Pertamax
- 10 Promo Sepatu Lari di Sports Station: Adidas, Reebok, dan New Balance Mulai Rp299 Ribuan
Pilihan
-
Kabar Duka! Legenda Persija Si Macan Betawi Tan Liong Houw Tutup Usia
-
Takut PHK, Prabowo Putuskan Harga LNG untuk Industri USD 13/MMBTU
-
Sejarah! Timnas Voli Indonesia Kalahkan Korsel dan Juara AVC Mens Volleyball Cup 2026
-
Bumi Berguncang! Gempa 6,2 M Hantam Afghanistan, Getaran Terasa Hingga India
-
Perang Meletus Lagi! Iran Hantam Basis AS di Teluk, Gencatan Senjata Runtuh
Terkini
-
Edwin van der Sar Sukses Gegerkan Jakarta, Sejumlah Agenda Diserbu Penggemar
-
Angkat Topi untuk Jepang, Carlo Ancelotti Ungkap Alasan Tak Mainkan Neymar
-
Air Mata Vinicius Jr Pecah di Piala Dunia 2026, Pesan Nenek Bikin Hati Tersayat
-
Dukun yang Kutuk Harry Kane Kini Ramal Argentina Bakal Ditekuk Tanjung Verde
-
Dramatis! Gabriel Martinelli Hentikan Langkah Jepang, Brasil Menang 2-1
-
Bukan Sekadar Tempat Sampah! Rahasia Kantong Biru Suporter Jepang yang Bikin Stadion Spektakuler
-
Tangis Son Heung-min Pecah Usai Korea Selatan Gagal Total di Piala Dunia 2026
-
Catatan Kriminal Kaishu Sano Perobek Gawang Brasil: Pelaku Penyerangan Seksual
-
Kanada Bukan Sekadar Tuan Rumah! Jesse Marsch Sebut Anak Asuhnya Pahlawan Negara
-
Gabung Persija Jakarta, Victor Dethan Datang dengan Modal Tak Sembarangan