Bola / Bola Indonesia
Selasa, 31 Maret 2026 | 11:55 WIB
Dominasi Semu Timnas Indonesia, John Herdman Ungkap Faktor Kekalahan Garuda atas Bulgaria. [Dok. KitaGaruda]
Baca 10 detik
  • Timnas Indonesia kalah 0-1 dari Bulgaria di final FIFA Series 2026 lewat gol penalti Marin Petkov meski mendominasi 71 persen penguasaan bola.
  • Pelatih John Herdman menganalisis bahwa kekalahan skuad Garuda disebabkan oleh mentalitas dan pengalaman Bulgaria dalam memperlambat tempo serta mengontrol ritme pertandingan.
  • Herdman merasa sangat terpukul dan kecewa karena timnya bermain lebih baik, namun sial saat sepakan emas Ole Romeny membentur mistar gawang.

Suara.com - Pelatih Timnas Indonesia, John Herdman, memberikan analisis mendalam usai skuad Garuda harus menelan kekalahan tipis 0-1 dari Bulgaria di laga final FIFA Series 2026.

Pertandingan krusial yang digelar di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, Senin (30/3/2026) tersebut meninggalkan rasa pahit bagi arsitek asal Inggris itu.

Meski kalah, Herdman dengan tegas menyebutkan bahwa Tim Merah Putih sejatinya bermain jauh lebih baik dibandingkan lawannya yang berada di peringkat 80 FIFA tersebut.

"Malam ini seharusnya menjadi kemenangan untuk Indonesia. Bulgaria adalah tim peringkat 80 dunia, tetapi menurut saya, malam ini Indonesia bermain lebih baik," kata Herdman dalam sesi jumpa pers usai laga.

Berdasarkan data statistik dari Lapangbola, Indonesia memang tampil mendominasi jalannya pertandingan. Skuad Garuda sukses mencatatkan penguasaan bola hingga 71 persen berbanding 29 persen milik Bulgaria.

Namun, dominasi tersebut tidak sejalan dengan efektivitas serangan. Indonesia hanya melepaskan enam tembakan, dengan satu di antaranya tepat sasaran.

Di sisi lain, Bulgaria yang bermain lebih pragmatis justru tampil sangat efisien. Mereka mampu mencatatkan empat tembakan tepat sasaran dari sembilan percobaan, termasuk gol penalti dari Marin Petkov pada menit ke-38 yang menjadi penentu laga.

Herdman pun menyoroti mentalitas serta kedewasaan bermain yang ditunjukkan oleh kubu lawan sebagai faktor utama kekalahan timnya.

Ia memuji kemampuan Bulgaria dalam mengendalikan alur permainan, sebuah aspek yang menurutnya menjadi modal penting bagi sebuah tim untuk meraih kemenangan di panggung internasional.

Baca Juga: Butuh Mental Baja Demi Piala Dunia 2030, John Herdman Cari Petarung Baru untuk Timnas Indonesia

"Selamat untuk Bulgaria. Mereka memenangkan pertandingan dan mampu mengelola laga dengan baik—memperlambat tempo, mengontrol ritme. Itu bagus untuk mereka, karena itulah cara memenangkan pertandingan," puji Herdman terhadap lawannya.

Lebih lanjut, saat disinggung soal kegagalan timnya mencetak gol penyeimbang, Herdman memberikan jawaban bernada satir. Ia menunjuk momen sial yang dialami striker Ole Romeny pada menit ke-70 sebagai puncak ketidakberuntungan Indonesia malam itu.

"Kalau ditanya kenapa kami tidak mencetak gol, mungkin Anda harus bertanya kepada mistar gawang. Itu hampir menjadi gol kelas dunia dari Ole," ucap mantan pelatih Timnas Kanada tersebut.

Dengan hasil ini, perjalanan awal John Herdman bersama Timnas Indonesia diwarnai catatan satu kemenangan dan satu kekalahan. Kendati kecewa berat, ia berjanji akan menjadikan hasil ini sebagai pelajaran berharga.

"Saya yakin para pemain akan belajar dari ini, akan berkembang. Tapi kami kecewa. Rasanya menyakitkan. Sangat menyakitkan," pungkasnya.

Load More