- Bintang Timnas Indonesia, Calvin Verdonk, merespons positif transformasi perannya yang telah dimainkan di lima posisi berbeda sejak melakoni debutnya bersama Skuad Garuda.
- Pemain klub Lille tersebut menegaskan bahwa dirinya tidak mempermasalahkan di posisi mana pun ia ditugaskan, termasuk peran barunya sebagai gelandang serang "nomor 10" di era John Herdman.
- Kualitas serbabisa dan kecerdasan taktik Verdonk mendapat pujian selangit dari pelatih John Herdman, yang memproyeksikannya sebagai pengatur tempo andalan di masa depan.
Suara.com - Bintang Timnas Indonesia, Calvin Verdonk, belakangan ini menyita perhatian publik berkat transformasi posisinya yang sangat luar biasa.
Sejak melakoni debutnya bersama Skuad Garuda, pemain klub Lille tersebut tercatat telah menempati lima posisi berbeda di atas lapangan hijau.
Menanggapi bongkar pasang peran ekstrem yang dialaminya, pemain keturunan Aceh ini mengaku sama sekali tidak merasa keberatan.
Baginya, memberikan kontribusi maksimal bagi kesuksesan tim nasional adalah sebuah prioritas utama yang tidak bisa ditawar.
"Saya bermain di posisi mana pun pelatih menempatkan saya. Entah itu, gelandang, atau bek sayap, bek tengah. Hari ini juga nomor 10. Saya akan bermain di posisi mana pun yang pelatih mau dan itu tidak masalah," tegas Verdonk saat diwawancarai di mixed zone Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta.
Evolusi permainan Verdonk memang terbilang sangat fantastis dalam 14 penampilan resminya berseragam Merah Putih sejauh ini.
Pada era kepemimpinan pelatih Shin Tae-yong, ia lebih sering difokuskan sebagai tembok kokoh di barisan lini belakang.
Saat itu, Verdonk kerap dipercaya untuk mengisi pos bek tengah kiri dalam skema tiga bek sejajar maupun beroperasi aktif sebagai wingback kiri.
Ketangguhannya teruji secara nyata saat ia ditugaskan menjaga area pertahanan dalam laga-laga berat melawan tim elit Asia seperti Arab Saudi, Australia, hingga Jepang.
Baca Juga: Jay Idzes Puji Energi dan Semangat John Herdman di Pinggir Lapangan
Perubahan peran yang cukup signifikan mulai terlihat ketika tongkat kepelatihan beralih ke tangan Patrick Kluivert.
Mantan legenda Barcelona itu berani menarik posisi Verdonk lebih ke sentral lapangan untuk diplot menjadi seorang gelandang bertahan.
Peran krusial sebagai pemutus rantai serangan lawan tersebut ia jalankan dengan sangat apik saat bertanding melawan Lebanon, Irak, hingga Saint Kitts and Nevis.
Kini, di bawah komando pelatih baru John Herdman, transformasi sang pemain kembali berlanjut secara radikal dengan mengemban tugas sebagai gelandang serang.
Puncak inovasi taktik dari sang arsitek asal Inggris ini terlihat jelas pada partai final FIFA Series 2026 saat melawan Bulgaria pada Senin (30/3/2026).
Dalam laga krusial di SUGBK tersebut, Verdonk diinstruksikan untuk mengisi satu dari dua pos gelandang serang dalam skema formasi 3-4-3.
Berita Terkait
-
Dari Bek Kiri Hingga Gelandang Serang, Intip Transformasi Gila Calvin Verdonk di Timnas Indonesia
-
Reaksi Jay Idzes Lihat Gaya Melatih John Herdman Saat Timnas Indonesia Kalah dari Bulgaria
-
Tak Tergantikan! Ini Satu-satunya Pemain yang Tampil Penuh Selama FIFA Series 2026
-
Dominasi Semu Timnas Indonesia, Herdman Ungkap Faktor Kekalahan Garuda atas Bulgaria
-
PSSI Tertantang Indonesia Kembali Jadi Tuan Rumah Ajang Bergengsi Lain Usai FIFA Series
Terpopuler
- Cara Menata Isi Dompet yang Baik Menurut Feng Shui agar Rezeki Lebih Lancar
- Amplop Raja Juli Menyusut SGD2.000, KPK Buka Peluang Periksa Ajudan hingga Kapolres Kuansing
- Contoh Teks Sambutan Ketua RT Malam Tirakatan 17 Agustus yang Singkat, dan Penuh Makna
- Masuk Desil 10 Padahal Penghasilan Pas-pasan? Jangan Panik, Ini Arti dan Penjelasan Resminya
- 4 Rice Cooker Mini Murah yang Cepat Matang dan Hemat Listrik Sesuai Review Pembeli
Pilihan
-
Prabowo: Ojol Sekarang Dapat 92 Persen Hasil Kerja, Pendapatannya Naik 3 Kali Lipat
-
Hadiri Sidang Tahunan, Intip Gaya Prabowo dan Gibran saat Tiba di Gedung Parlemen Senayan
-
Kampung Bahari Memanas! Massa Lawan BNN dan Brimob Pakai Petasan saat Gerebek Narkoba
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
Terkini
-
Perombakan Buku Sekolah, Solusi Literasi atau Cuma Proyek Bisnis Baru?
-
Filosofi Baru Oscar Bruzon Mulai Menggila, Pemain Bhayangkara FC Dipaksa Beradaptasi
-
Polda DIY Tetapkan Tiga Tersangka Kasus Pembubaran Ibadah Gereja di Bantul
-
Puji Target Defisit Turun di RAPBN 2027, Habib Idrus Tetap Minta Keberpihakan pada Usaha Kecil
-
Ingin Setia: Debut Aziz Padurasta yang Meleburkan Reggae, Rock, dan Punk
-
Tren Botox Meningkat, Ini Pentingnya Memastikan Perawatan Dilakukan Sesuai Standar Medis
-
Sadar Kebijakan Tak Bisa Bahagiakan Semua Pihak, Rudy Susmanto Janji Terus Pembenahan di Bogor
-
Judi Online Kamboja Pakai Pulsa Buat Transaksi Rp890 M, 8 Markasnya Digerebek Bareskrim
-
Dasco Bicara Soal Rencana Dwikewarganegaraan Terbatas, Fasilitasi Diaspora Potensial
-
1.584 Personel Pasukan Gabungan Gelar Apel Kebangsaan di Bogor, Ada Apa?