- Timnas Indonesia meraih posisi runner-up FIFA Series 2026 setelah kalah 0-1 dari Bulgaria di babak final.
- Ramadhan Sananta mendapat sorotan tajam karena gagal mencetak gol serta tidak mencatatkan shot on target sama sekali.
- Statistik buruk selama 117 menit bermain menjadi evaluasi penting bagi Sananta untuk meningkatkan kualitas ketajaman di lini depan.
Suara.com - Performa Ramadhan Sananta di FIFA Series 2026 jadi sorotan usai Timnas Indonesia finish runner-up.
Skuad Garuda harus puas di posisi kedua setelah kalah tipis 0-1 dari Bulgaria di final.
Meski hasil akhir kurang maksimal, permainan tim sebenarnya cukup dominan sepanjang laga.
Sayangnya, masalah utama ada di lini depan yang kurang tajam dalam memanfaatkan peluang emas.
Gol penalti Marin Petkov pada menit ke-38 jadi pembeda dalam pertandingan tersebut.
Indonesia terus menekan setelah tertinggal, namun gagal mencetak gol balasan hingga laga berakhir.
Di tengah performa tim, Sananta justru mendapat sorotan karena dinilai kurang maksimal.
Padahal, ia dipercaya pelatih John Herdman sebagai starter di dua laga.
Saat melawan St. Kitts and Nevis, Sananta tampil 72 menit dalam kemenangan 4-0.
Baca Juga: John Herdman Ungkap Peran Beckham Putra dan Dony Tri Pamungkas yang Krusial
Namun, ia gagal mencetak gol, bahkan kontribusinya kalah menonjol dibanding rekan setim.
Di final, ia kembali dipercaya, tetapi hanya bermain 45 menit sebelum diganti.
Perannya sebagai ujung tombak belum mampu memberi dampak signifikan bagi tim.
Secara statistik, performanya cukup mengkhawatirkan dalam dua pertandingan tersebut.
Sananta mencatat total 117 menit bermain tanpa satu pun shot on target.
Dari tiga percobaan tembakan, dua diblok dan satu melenceng dari sasaran.
Berita Terkait
Terpopuler
- Jokowi Sembuh dan Siap Keliling Indonesia, Pengamat: Misi Utamanya Loloskan PSI ke Senayan!
- Promo Long Weekend Alfamart, Diskon Camilan untuk Liburan sampai 60 Persen
- 6 Warna Pakaian yang Dipercaya Bawa Keberuntungan untuk Shio di Tahun Kuda Api 2026
- 5 HP Xiaomi RAM Besar Termurah, Baterai Awet untuk Multitasking Harian
- Siapa Ayu Aulia? Bongkar Ciri-ciri Bupati R yang Membuatnya Kehilangan Rahim
Pilihan
-
Setahun Menggantung, Begini Nasib PSEL di Kota Tangsel: Pilih Mandiri, Tolak Aglomerasi
-
Di Tengah Maraknya Klitih, Korban Kejahatan di Jogja Harus Cari Penjamin Biaya Medis Sendiri
-
Admin Fansbase Bawa Kabur Duit Patungan Voting, Rio Finalis Indonesian Idol Tereliminasi
-
Menilik Sepatu Lari 'Anak Jaksel' di Lapangan Banteng: Brand Lokal Mulai Mendominasi?
-
SMAN 1 Pontianak Tolak Ikut Lomba Ulang, Sampaikan Salam: Sampai Jumpa di LCC Tahun Depan!
Terkini
-
Daftar Pemain Prancis di Piala Dunia 2026: Mewah Bikin Lawan Gemetar Jaminan Juara?
-
Usia Hanya Angka! Roberto Martinez Yakin Cristiano Ronaldo Menggila di Piala Dunia 2026
-
Daftar Susunan Pemain Belgia di Piala Dunia 2026: Striker Mandul Napoli Tetap Dipanggil
-
Intip Markas Tim Favorit Piala Dunia 2026: Argentina dan Inggris Sekota, Spanyol Pasang Pagar Tinggi
-
Here We Go! Usai Final Piala FA, Chelsea Umumkan Xabi Alonso sebagai Pelatih Baru?
-
Prediksi Final Piala FA Chelsea vs Man City: Misi Berat The Blues, The Citizens di Atas Angin
-
Final Piala FA Chelsea vs Man City: Psy War Ala Guardiola Bikin McFarlane Ciut Nyali
-
Kisah Douglas Santos Tolak Naturalisasi Rusia, Target Timnas Brasil Juara Piala Dunia 2026
-
Prediksi Starting XI Timnas Jepang di Piala Dunia 2026: Hajime Moriyasu Dipusingkan Cedera
-
Strategi Timnas Selandia Baru di Piala Dunia 2026, Ambisi Chris Wood Akhiri Penantian 16 Tahun