-
Italia resmi gagal lolos ke Piala Dunia 2026 setelah kalah penalti dari Bosnia.
-
Empat tim terakhir yakni Bosnia, Swedia, Turki, dan Ceko amankan tiket final.
-
Republik Ceko dan Turki mengakhiri penantian panjang mereka untuk kembali ke Piala Dunia.
Suara.com - Peta kekuatan sepak bola Benua Biru Eropa mengalami pergeseran besar setelah berakhirnya fase krusial pada Rabu dini hari.
Empat negara baru saja memastikan diri sebagai pemilik tiket terakhir menuju panggung paling bergengsi di Piala Dunia 2026.
Kawasan Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko akan menjadi saksi perjuangan para wakil Eropa yang lolos secara dramatis.
Namun, kabar yang paling mengejutkan adalah kegagalan raksasa sepak bola dunia untuk bangkit dari keterpurukan mereka.
Bosnia dan Herzegovina menjadi aktor utama di balik runtuhnya harapan tim besar dalam laga penuh emosi semalam.
Kekalahan Menyakitkan Timnas Italia di Markas Bosnia
Publik sepak bola dunia kembali dikejutkan dengan kenyataan pahit yang menimpa tim nasional Italia kali ini.
Laga yang berlangsung di Stadion Bilino Polje menjadi kuburan bagi ambisi besar skuad Gli Azzurri tersebut.
Italia sejatinya sempat membuka harapan melalui aksi gemilang Moise Kean saat laga baru berjalan lima belas menit.
Baca Juga: Penantian 20 Tahun, Republik Ceko Melaju ke Piala Dunia 2026
Namun petaka datang ketika Alessandro Bastoni harus meninggalkan lapangan lebih cepat akibat hukuman kartu merah.
Unggul jumlah pemain membuat tim tuan rumah semakin agresif memberikan tekanan ke jantung pertahanan lawan.
Drama Adu Penalti yang Memulangkan Italia
Haris Tabakovic akhirnya mampu menyamakan kedudukan pada menit ke-79 setelah memanfaatkan bola liar di depan gawang.
Skor imbang satu sama tersebut memaksa kedua kesebelasan bertarung hingga babak tambahan waktu selesai dilakukan.
Keberuntungan ternyata tidak berpihak pada Italia saat pertandingan harus ditentukan melalui babak adu penalti.
Bosnia tampil sangat dingin dengan mengonversi empat tendangan menjadi gol ke gawang Gianluigi Donnarumma.
Kutukan Absen Tiga Edisi Beruntun Gli Azzurri
Kegagalan ini terasa sangat menyesakkan bagi para pendukung setia tim nasional asal negara pizza tersebut.
Ini merupakan ketiga kalinya secara berturut-turut Italia hanya menjadi penonton di ajang empat tahunan itu.
Sebelumnya mereka sudah merasakan kepahitan serupa pada edisi Piala Dunia tahun 2018 dan juga 2022.
Kini Bosnia resmi menggantikan posisi tim-tim elit untuk bersaing di kancah internasional musim panas mendatang.
Perjuangan tanpa lelah Edin Dzeko dan kolega akhirnya membuahkan hasil yang sangat manis bagi rakyat mereka.
Kemenangan Epik Swedia Atas Polandia
Di tempat lain, Strawberry Arena menjadi saksi bisu pertarungan sengit antara Swedia melawan timnas Polandia.
Kejar-kejaran skor terjadi sejak babak pertama ketika Anthony Elanga mencetak gol pembuka bagi tim tuan rumah.
Polandia sempat memberikan perlawanan sengit melalui gol balasan yang dicetak oleh pemain andalan mereka, Nicola Zalewski.
Gustaf Lagerbielke kemudian mengembalikan keunggulan Swedia sebelum babak pertama resmi berakhir untuk kedua tim.
Memasuki paruh kedua, Karol Swiderski kembali membuat keadaan menjadi sama kuat dan memanaskan tensi di lapangan.
Viktor Gyokeres Jadi Pahlawan Kemenangan Swedia
Saat pertandingan diprediksi akan berlanjut ke babak tambahan, keajaiban muncul pada menit kedelapan puluh delapan.
Viktor Gyokeres berhasil menjebol gawang Polandia sekaligus memastikan kemenangan tipis bagi tim nasional Swedia.
Kemenangan ini menandai kembalinya tim berjuluk Blågult ke putaran final sejak terakhir kali tampil tahun 2018.
Suka cita pendukung tuan rumah pecah saat wasit meniup peluit panjang tanda berakhirnya pertandingan malam itu.
Polandia harus meratapi nasib mereka yang gagal melangkah lebih jauh dalam kualifikasi zona Eropa musim ini.
Republik Ceko Kembali Setelah Dua Dekade
Kisah heroik lainnya datang dari Praha saat Republik Ceko menjamu Denmark dalam laga hidup mati semalam.
Pavel Sulc langsung menghentak pendukung lawan dengan gol super cepatnya ketika pertandingan baru berjalan tiga menit.
Denmark yang tidak mau menyerah begitu saja sukses menyamakan skor melalui sundulan bek tangguh Joachim Andersen.
Pertarungan fisik dan strategi terus terjadi hingga waktu normal dan tambahan waktu tidak menghasilkan pemenang baru.
Republik Ceko akhirnya membuktikan ketangguhan mental mereka saat babak adu penalti dimulai di hadapan pendukungnya.
Ketangguhan Mental Republik Ceko di Titik Putih
Kiper dan para eksekutor Ceko tampil luar biasa dengan memastikan keunggulan tiga gol dalam babak tos-tosan.
Denmark justru terlihat tertekan sehingga gagal memaksimalkan beberapa peluang emas dari titik putih di laga itu.
Keberhasilan ini sangat emosional karena merupakan pencapaian pertama Republik Ceko dalam kurun waktu dua puluh tahun.
Mereka akhirnya bisa merasakan kembali atmosfer Piala Dunia setelah sekian lama absen dari persaingan tingkat tinggi.
Publik Praha merayakan kelolosan ini dengan pesta yang meriah di sepanjang jalan-jalan utama kota tersebut.
Turki Pastikan Kemenangan Tipis di Kosovo
Sementara itu di Pristina, Turki harus berjuang keras menghadapi perlawanan militan dari tim nasional Kosovo.
Meski bertindak sebagai tamu, tim asuhan pelatih Turki tetap tampil dominan dengan penguasaan bola yang cukup baik.
Kerem Akturkoglu menjadi pembeda setelah mencetak gol semata wayang pada menit ke-lima puluh tiga babak kedua.
Kosovo sebenarnya memiliki beberapa peluang matang untuk menyamakan kedudukan melalui serangan balik yang sangat cepat.
Namun ketangguhan Ugurcan Cakir di bawah mistar gawang Turki membuat semua peluang lawan mentah begitu saja.
Kenangan Manis Turki Kembali ke Piala Dunia
Hasil positif ini membawa Turki kembali ke turnamen akbar FIFA untuk pertama kalinya sejak prestasi 2002.
Kala itu mereka sukses mengejutkan dunia dengan menempati peringkat ketiga di ajang yang digelar di Asia.
Kini Turki datang dengan generasi baru yang siap memberikan kejutan di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko.
Empat tim yakni Bosnia, Swedia, Ceko, dan Turki kini resmi melengkapi jatah enam belas wakil Eropa.
Seluruh pertandingan final play-off ini telah rampung dan menyisakan banyak cerita haru bagi para pemenang.
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Warna Pakaian yang Dipercaya Bawa Keberuntungan untuk Shio di Tahun Kuda Api 2026
- Jokowi Sembuh dan Siap Keliling Indonesia, Pengamat: Misi Utamanya Loloskan PSI ke Senayan!
- 5 HP Xiaomi RAM Besar Termurah, Baterai Awet untuk Multitasking Harian
- 5 Lipstik Wardah Tahan Lama dan Tidak Luntur Saat Makan, Cocok untuk Daily hingga Kondangan
- 5 HP Xiaomi Paling Murah 2026, Mulai Rp1 Juta Spesifikasi Mantap untuk Harian
Pilihan
-
Setahun Menggantung, Begini Nasib PSEL di Kota Tangsel: Pilih Mandiri, Tolak Aglomerasi
-
Di Tengah Maraknya Klitih, Korban Kejahatan di Jogja Harus Cari Penjamin Biaya Medis Sendiri
-
Admin Fansbase Bawa Kabur Duit Patungan Voting, Rio Finalis Indonesian Idol Tereliminasi
-
Menilik Sepatu Lari 'Anak Jaksel' di Lapangan Banteng: Brand Lokal Mulai Mendominasi?
-
SMAN 1 Pontianak Tolak Ikut Lomba Ulang, Sampaikan Salam: Sampai Jumpa di LCC Tahun Depan!
Terkini
-
Akademi Persib Bandung Juara U-18, Rebut Tiket ke Soccer League All-Stars
-
Sumsel United Kampiun Edisi Pertama EPA Championship, ILeague Angkat Topi Kompetisi Lancar
-
Del Piero Puji Kenan Yildiz dan Bintang Muda Dunia: Fantasi Sepak Bola Italia Belum Mati
-
MU Putuskan Nasib Carrick, Sir Jim Ratcliffe Kasih Restu Kontrak Dua Tahun Disodorkan
-
Segampang Itu Pecundangi Liverpool: The Reds Telan 19 Kekalahan Kebobolan 52 Gol
-
Jerit Pemilik Hotel Jelang Piala Dunia 2026: Sepi Pengunjung Gegara Kebijakan Trump
-
7 Fakta Final Piala FA Chelsea vs Man City: Haaland Mandul, Kutukan The Blues
-
Kebakaran Jenggot! Menhan Israel Belingsatan Gegara Lamine Yamal Kibarkan Bendera Palestina
-
Daftar Pemain Prancis di Piala Dunia 2026: Mewah Bikin Lawan Gemetar Jaminan Juara?
-
Usia Hanya Angka! Roberto Martinez Yakin Cristiano Ronaldo Menggila di Piala Dunia 2026