- Timnas Swedia berhasil lolos ke Piala Dunia 2026 setelah menundukkan Polandia 3-2 pada laga playoff, hari Selasa.
- Keberhasilan Swedia diraih melalui jalur playoff UEFA Nations League setelah sebelumnya tampil buruk di fase kualifikasi.
- Pelatih Graham Potter membawa perubahan mental dan taktik signifikan yang membangkitkan performa skuad Swedia secara keseluruhan.
Suara.com - Timnas Swedia mencatat kisah dramatis untuk lolos ke Piala Dunia 2026. Meski tampil buruk di fase kualifikasi tanpa satu pun kemenangan, mereka justru memastikan tiket ke putaran final setelah menundukkan Polandia dengan skor 3-2 pada laga playoff, Selasa.
Gol penentu kemenangan dicetak oleh Viktor Gyokeres pada menit-menit akhir pertandingan, tepatnya dua menit sebelum laga usai. Hasil tersebut memastikan Swedia kembali tampil di Piala Dunia setelah absen pada edisi sebelumnya di Qatar.
Perjalanan Swedia menuju turnamen ini terbilang jauh dari kata meyakinkan. Mereka hanya mengoleksi dua poin dari enam pertandingan di fase grup kualifikasi, bahkan sempat kalah dalam laga uji coba melawan Luksemburg.
Di sisi lain, Italia justru tampil jauh lebih baik di kualifikasi dengan enam kemenangan dari delapan laga. Namun, Italia gagal lolos setelah kalah di playoff dari Bosnia.
Meski tampil buruk, Swedia masih memiliki peluang lewat jalur alternatif. Keberhasilan menjuarai grup UEFA Nations League 2024/2025 memberi mereka tiket playoff sebagai “jalur belakang” menuju Piala Dunia 2026.
Perubahan besar terjadi setelah pemecatan Jon Dahl Tomasson pada Oktober lalu. Masa kepemimpinannya dinilai gagal, terutama karena pendekatan taktik bertahan satu lawan satu yang justru membuat tim rentan.
Selain itu, cara komunikasinya yang menggunakan bahasa Inggris juga dinilai menjauhkan dirinya dari pemain dan publik.
Situasi tersebut membuka jalan bagi Graham Potter untuk mengambil alih kursi pelatih. Potter, yang sebelumnya dikenal saat membawa Östersunds FK tampil di Liga Europa, langsung memberi dampak signifikan.
Ia sukses mengubah suasana tim dan mendapatkan kepercayaan publik, bahkan membuka konferensi pers pertamanya dengan menggunakan bahasa Swedia secara fasih.
Baca Juga: Di Tengah Kontroversi Piala Afrika, Pelatih Maroko Tegaskan Fokus ke Piala Dunia 2026
Meski sempat kalah 1-4 dari Swiss di awal kepemimpinannya, federasi sepak bola Swedia tetap menunjukkan kepercayaan dengan memberinya kontrak hingga 2030, bahkan sebelum babak playoff dimulai.
Di bawah Potter, perubahan mental dan kekompakan tim terlihat jelas. Media Swedia melaporkan bahwa keharmonisan skuad kembali terbangun, sesuatu yang sempat hilang pada era sebelumnya.
Performa itu mulai terlihat saat Swedia mengalahkan Ukraina 3-1 di semifinal playoff. Tim tampil lebih tenang dan efektif, berbeda jauh dibandingkan performa rapuh mereka di fase kualifikasi.
Saat menghadapi Polandia, ketenangan itu kembali terlihat. Meski dua kali kebobolan dan disamakan, Swedia mampu bangkit dan mencetak gol kemenangan di menit akhir.
Pemain Anthony Elanga memuji perubahan yang dibawa Potter.
“Kami punya pemain yang sangat bagus dan kepemimpinan yang kuat, yang sangat membantu kami sejak mereka datang. Kami sangat menghargai mereka. Mereka menciptakan lingkungan di mana kami bisa menikmati permainan kami,” kata Elanga, dilansir dari New Straits Time.
Berita Terkait
-
Di Tengah Kontroversi Piala Afrika, Pelatih Maroko Tegaskan Fokus ke Piala Dunia 2026
-
Penantian 40 Tahun, Irak Akhirnya Lolos ke Piala Dunia 2026
-
Persib Berpeluang Diguyur Puluhan Miliar dari FIFA, Kenapa?
-
Jadi Momok Timnas Indonesia, Irak Akhirnya Lolos ke Piala Dunia 2026
-
Tangis Gattuso Pecah saat Timnas Italia Kembali Jadi Pecundang di Kualifikasi Piala Dunia
Terpopuler
- 5 HP Xiaomi dengan Snapdragon 8 Elite Gen 5, Terkencang di 2026!
- 7 Sepatu Lari Tahan Air Selevel Nike Vomero 18 GTX, Kualitas Top
- Sunscreen SPF 50 Apa yang Bagus? Ini 5 Pilihan untuk Perlindungan Maksimal
- Harga Pertamax Naik Nyaris Rp18.000 di April Besok? Ini Kata Pertamina
- Foto Pangakalan Militer AS di Arab Saudi Hancur Beredar, Balas Dendam Usai Trump Hina MBS
Pilihan
-
Kepulangan Jenazah Praka Farizal dari Lebanon ke Kulon Progo Diestimasikan Tiba Jumat Lusa
-
Update Tarif Listrik per kWh April 2026, Apakah Ada Kenaikan Harga?
-
Mulai Besok! BPH Migas Resmi Batasi Pembelian Pertalite dan Solar, Cek Aturan Mainnya
-
Masyarakat Diminta Tak Resah, Mensesneg Prasetyo Hadi Tegaskan Harga BBM Belum Ada Kenaikan
-
Clara Shinta Minta Tolong, Nyawanya Terancam karena Suami Bawa Senjata Api
Terkini
-
Tumbangkan Inggris di Wembley, Jepang Kian Percaya Diri Menuju Piala Dunia 2026
-
Menahan Tangis, Gennaro Gattuso Minta Maaf Italia Gagal ke Piala Dunia 2026
-
Bukti Timnas Indonesia Sudah Naik Level di Bawah Arahan John Herdman di Bongkar Calvin Verdonk
-
Di Tengah Kontroversi Piala Afrika, Pelatih Maroko Tegaskan Fokus ke Piala Dunia 2026
-
Jadwal Super League 2025/2026 Usai FIFA Series, Persija dan Persib Tanding di Waktu yang Sama
-
Penantian 40 Tahun, Irak Akhirnya Lolos ke Piala Dunia 2026
-
Meledak di Timnas! Menit Main Elkan Baggott dalam 3 Hari Kalahkan Semusim di Ipswich Town
-
Persib Berpeluang Diguyur Puluhan Miliar dari FIFA, Kenapa?
-
Bukan Timnas Indonesia, Persib Bandung Punya Wakil di Piala Dunia 2026
-
John Herdman Blak-blakan: Timnas Indonesia Butuh Waktu untuk Jadi Tim Top Asia