Bola / Bola Dunia
Selasa, 07 April 2026 | 14:28 WIB
Ketegangan menjelang kick off Piala Dunia 2026 mencuat di Los Angeles setelah ribuan pekerja Stadion SoFi mengancam mogok kerja. [Tangkap layar X]
Baca 10 detik
  • Sekitar 2.000 pekerja Stadion SoFi di Los Angeles mengancam mogok kerja menjelang perhelatan Piala Dunia 2026 mendatang.
  • Serikat pekerja menuntut FIFA menjamin larangan pelibatan aparat imigrasi ICE serta Border Patrol selama turnamen berlangsung.
  • Pekerja juga menuntut perlindungan kondisi kerja, hunian terjangkau, serta jaminan bahwa otomatisasi teknologi tidak menggantikan tenaga manusia.

Suara.com - Ketegangan menjelang kick off Piala Dunia 2026 mencuat di Los Angeles setelah ribuan pekerja Stadion SoFi mengancam mogok kerja.

Serikat pekerja menuntut agar otoritas imigrasi Amerika Serikat alias ICE tidak dilibatkan dalam operasional turnamen.

Serikat Unite Here Local 11, yang mewakili sekitar 2.000 pekerja layanan makanan seperti koki dan pelayan, menyampaikan tiga tuntutan utama kepada FIFA dan pengelola stadion.

Salah satunya adalah larangan kehadiran Immigration and Customs Enforcement (ICE) serta Border Patrol selama ajang berlangsung.

“Kami ingin komitmen publik bahwa ICE dan Border Patrol tidak akan berperan dalam turnamen ini,” demikian pernyataan serikat tersebut seperti dilansir dari Sportstar.

Logo Piala Dunia 2026 (dok. FIFA)

Selain itu, mereka juga menuntut perlindungan terhadap pekerjaan dan kondisi kerja, serta dukungan terhadap penyediaan hunian terjangkau bagi pekerja sektor perhotelan.

Hingga kini, para pekerja disebut masih belum memiliki kontrak kerja resmi menjelang turnamen besar tersebut.

Ancaman mogok kerja muncul setelah pernyataan pejabat Departemen Keamanan Dalam Negeri AS yang menyebut ICE akan memainkan “peran penting” dalam Piala Dunia. Hal ini memicu kekhawatiran soal keselamatan pekerja dan penonton.

“Rencana itu mengancam keamanan pekerja dan tamu di Los Angeles,” tegas pihak serikat.

Baca Juga: Dapat Rapor Positif dari Legenda Timnas Indonesia, John Herdman Dinilai Bawa Gaya Baru

Tak hanya soal imigrasi, serikat pekerja juga menyoroti penggunaan teknologi dalam turnamen.

Mereka meminta jaminan bahwa kecerdasan buatan dan otomatisasi tidak akan menggantikan tenaga kerja manusia.

“Kami butuh kepastian bahwa pekerjaan kami tidak akan dihapus oleh teknologi,” ujar perwakilan serikat.

Co-president Local 11, Kurt Petersen, bahkan menuding FIFA mengabaikan peran penting pekerja.

Petersen menyebut keuntungan besar dari turnamen tidak sebanding dengan perhatian terhadap tenaga kerja.

“FIFA dan sponsor akan meraup miliaran dolar, tetapi mengabaikan para pekerja yang membuat acara ini berjalan,” katanya.

Load More