- Timnas Indonesia U-17 akan menghadapi Timor Leste pada laga pembuka Grup A Piala AFF U-17 2026 mendatang.
- Pertandingan ini mempertemukan pelatih Timnas Indonesia, Kurniawan Dwi Yulianto, melawan mentornya sendiri, yaitu pelatih Emral Abus.
- Duel ini menjadi ajang pembuktian emosional antara murid dan guru yang memiliki rekam jejak karier kepelatihan luas.
Suara.com - Laga pembuka Grup A Piala AFF U-17 2026 antara Timnas Indonesia dan Timor Leste akan menjadi sebuah duel sarat makna.
Pertandingan ini akan mempertemukan murid dan mentor, di mana pelatih Timnas Indonesia U-17, Kurniawan Dwi Yulianto akan beradu taktik langsung dengan Emral Abus, sosok yang pernah menjadi gurunya.
Siapakah Emral Abus? Bagi sebagian kalangan, namanya mungkin tidak sepopuler para pelatih bintang.
Namun di balik layar, ia adalah seorang profesor yang telah melahirkan banyak juru taktik hebat di tanah air.
Lahir dengan nama lengkap Emral bin Bustamam pada Desember 1958 di Sumatera Barat, Emral Abus lebih dikenal sebagai seorang instruktur pelatih dan akademisi.
Ia merupakan seorang dosen di jurusan pendidikan olahraga FIK Universitas Negeri Padang (UNP).
Statusnya sebagai salah satu instruktur resmi Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) di Indonesia membuatnya menjadi rujukan bagi banyak calon pelatih.
Nama-nama besar seperti Djadjang Nurdjaman, Indra Sjafri, Aji Santoso, Nil Maizar, hingga Kurniawan Dwi Yulianto sendiri pernah menimba ilmu darinya.
Meskipun lebih dikenal sebagai instruktur, rekam jejaknya di level klub juga tak bisa dipandang sebelah mata.
Baca Juga: Kurniawan Berikan Update Terkini Timnas Indonesia U-17 Jelang Piala AFF U-17 2026
Ia mengawali kariernya sebagai pelatih fisik di PSPS Pekanbaru pada tahun 2001, kemudian berlanjut ke PSDS Deli Serdang.
Pengalaman manajerialnya yang paling menonjol adalah saat ia menjadi pelatih bayangan Persib Bandung di ajang Piala AFC 2015.
Ia juga pernah menjabat sebagai pelatih interim di klub yang sama pada tahun 2017.
Selain itu, ia pernah memegang peran ganda sebagai pelatih kepala sekaligus Direktur Teknik di Bhayangkara FC (2023-2024) dan PSBS Biak (2025).
Setelah malang melintang di persepakbolaan Indonesia, Emral Abus kini mengemban tugas baru di level internasional.
Ia dipercaya untuk membesut tim nasional Timor Leste, mulai dari timnas putri U-16, timnas U-23 di SEA Games 2025, hingga kini memimpin skuad U-17 yang akan menjadi lawan pertama bagi tim asuhan muridnya sendiri.
Berita Terkait
-
Rencana AFC Pindahkan Tuan Rumah Piala Asia U-17 ke China Bisa Rugikan Timnas Indonesia U-17
-
Pelatih Kamboja Sebut Persaingan Grup C Piala AFF U-17 2026 Sangat Ketat
-
Dilatih Ali Mustofa, Brunei Darussalam Siap Tampil Maksimal di Piala AFF U-17 2026
-
Timnas Indonesia Masuk Grup Berat, Kurniawan Benahi Mental dan Intensitas Jelang Piala AFF U-17 2026
-
Jelang Piala AFF U-17 2026, Persiapan Timnas Indonesia Sudah Oke
Terpopuler
Pilihan
-
Balas Rhoma Irama, LMKN Jelaskan Akar Masalah Royalti Musik Dangdut Jadi Rp25 Juta
-
Buat Kaum dengan Upah Pas-pasan, Nabung dan Investasi Adalah Kemewahan
-
Resmi! Liliek Prisbawono Jadi Hakim MK Gantikan Anwar Usman
-
Apartemen Bassura Jadi Markas Vape Narkoba, Wanita Berinisial E Diciduk Bersama Ribuan Barang Bukti!
-
Mendadak Jakarta Blackout Massal: Sempat Dikira Peringatan Hari Bumi, MRT Terganggu
Terkini
-
Isu Pindah Tuan Rumah Menguat, AFC Tegaskan Piala Asia 2027 Tetap di Arab Saudi
-
Cetak 2 Gol Injury Time untuk VVV Venlo, Dean Zandbergen Kirim Sinyal Bela Timnas Indonesia
-
Jan Olde Riekerink Pasang Target Akhiri Musim di Enam Besar
-
Dorong Sepakbola Putri, IndonesiaPrancis Gelar Coaching Clinic dan Workshop
-
Marc Klok Ingin Tuah GBLA Berlanjut Saat Persib Bandung Hadapi Bali United
-
Ricky Fajrin Akui Persib Bandung Tim Bagus dan Salah Satu Favorit Juara
-
Layvin Kurzawa Apresiasi Kegiatan Women Empowerment In Football Collaboration Coaching Clinic
-
Tegaskan Komitmen Sebagai WNI, Tim Geypens Bantah Keras Isu Ingin Jadi Warga Belanda Lagi
-
Eksel Runtukahu Jadi Opsi John Herdman di Piala AFF, Golnya Ungguli Striker Timnas Indonesia
-
Satu Darah di GBK, Ketika Jakmania Menyulap Dukungan Jadi Kehidupan