Bola / Liga Spanyol
Rabu, 15 April 2026 | 20:34 WIB
Presiden Barcelona, Joan Laporta, meluapkan kemarahannya setelah timnya tersingkir dari Liga Champions. [Instagram Joan Laporta]
Baca 10 detik
  • Presiden Barcelona Joan Laporta menyatakan kemarahan atas keputusan kontroversial wasit yang menyebabkan timnya tersingkir dari Liga Champions.
  • Barcelona berencana mengajukan protes resmi kembali kepada UEFA setelah keluhan sebelumnya terkait leg pertama ditolak oleh otoritas.
  • Laporta menyoroti sejumlah insiden merugikan pada laga leg kedua, termasuk kartu merah, dianulirnya gol, serta penalti yang tidak diberikan.

Suara.com - Presiden Barcelona, Joan Laporta, meluapkan kemarahannya setelah timnya tersingkir dari Liga Champions.

Laporta bahkan membuka kemungkinan untuk kembali mengajukan protes resmi kepada UEFA terkait sejumlah keputusan kontroversial wasit.

Sebelumnya, Barcelona sudah melayangkan keluhan usai leg pertama melawan Atletico Madrid.

Namun, UEFA melalui badan kontrol, etik, dan disiplin menyatakan protes tersebut tidak dapat diterima sehingga tidak diproses lebih lanjut.

Dalam protes awal, Barcelona mempersoalkan kartu merah Pau Cubarsí serta dugaan handball Marc Pubill yang tidak berujung penalti.

Blaugrana juga meminta akses komunikasi antara wasit dan VAR, serta mendesak sanksi bagi wasit István Kovács dan VAR Christian Dingert.

Laporta menegaskan pihaknya tidak akan tinggal diam.

“Kami tidak bisa menerima ini. Kami sudah mengajukan keluhan dan kemungkinan akan mengajukan lagi,” ujarnya dilansir dari Marca.

Joan Laporta juga menyoroti sejumlah keputusan lain di leg kedua yang dianggap merugikan.

Baca Juga: Jadwal Siaran Langsung dan Link Streaming Bayern Munich vs Real Madrid Dinihari Nanti

Menurutnya, kartu merah yang diterima Eric tidak layak, gol Ferran Torres seharusnya sah, dan Barcelona semestinya mendapat penalti.

“Pelanggaran terhadap Fermín juga tidak bisa diterima. Apa yang mereka lakukan kepada kami tidak bisa dibiarkan begitu saja,” kata Laporta.

Load More