Bola / Bola Indonesia
Jum'at, 17 April 2026 | 10:35 WIB
Pesepak bola Timnas Indonesia Dava Yunna Adi Putra (kanan) berebut bola di udara dengan kiper Timnas Malaysia Adam Nurfakrullah Bin Mohd Fadli (kedua kiri) pada pertandingan penyisihan grup A ASEAN U-17 Boys Championship atau AFF U-17 di Stadion Gelora Joko Samudro, Gresik, Jawa Timur, Kamis (16/4/2026). [ANTARA FOTO/Rizal Hanafi/sgd/kye]
Baca 10 detik
  • Kurniawan Dwi Yulianto bertanggung jawab penuh atas kekalahan Timnas Indonesia U-17 melawan Malaysia.

  • Evaluasi fokus pada antisipasi bola mati dan ketajaman lini serang Garuda Asia.

  • Publik diminta menjaga mental pemain muda demi perkembangan karier jangka panjang mereka.

Suara.com - Kekalahan pahit harus diterima Timnas Indonesia U-17 saat melakoni laga lanjutan Grup A Piala AFF U-17 2026. Pelatih Kurniawan Dwi Yulianto pasang badan untuk anak asuhannya usai kekalahan itu.

Bermain di Stadion Gelora Joko Samudro, skuad Garuda Asia tumbang 0-1 dari Malaysia pada Kamis (16/04/2026) malam.

Hasil ini menjadi pukulan telak bagi tim muda Indonesia. Bermain di hadapan pendukung sendiri, para pemain gagal mengonversi dominasi dan peluang menjadi gol.

Pesepak bola Timnas Indonesia Keanu Senjaya (kanan) menendang bola ke arah gawang yang dijaga kiper Timnas Malaysia Adam Nurfakrullah Bin Mohd Fadli (kiri) pada pertandingan penyisihan grup A ASEAN U-17 Boys Championship atau AFF U-17 di Stadion Gelora Joko Samudro, Gresik, Jawa Timur, Kamis (16/4/2026). [ANTARA FOTO/Rizal Hanafi/sgd/kye]

Seusai pertandingan, kekecewaan jelas terpancar dari wajah para pemain. Upaya keras sepanjang 90 menit terasa sia-sia, meski dukungan suporter terus mengalir tanpa henti dari tribun stadion.

Kurniawan Dwi Yulianto langsung mengambil tanggung jawab atas hasil negatif tersebut. Ia tampil di depan publik dan melindungi anak asuhnya dari sorotan berlebihan.

"Saya pribadi mohon maaf dengan hasil yang kurang atau tidak memuaskan ini, tetapi saya harus tetap memberikan apresiasi kepada semua pemain karena kerja keras mereka," katanya kepada awak media.

Meski tetap memberi apresiasi, Kurniawan tak menutup mata terhadap kelemahan tim. 

Ia menilai gol tunggal Malaysia lahir dari kelengahan yang seharusnya bisa dihindari, terutama dari situasi bola mati.

Selain itu, efektivitas lini serang juga menjadi sorotan utama. 

Baca Juga: Pelatih Malaysia Ungkap Rahasia Kalahkan Timnas Indonesia U-17

Banyak peluang emas yang gagal dimaksimalkan menjadi gol, meskipun kiper lawan tampil cukup solid di bawah mistar.

"Menjadi bahan evaluasi. Kami harus fokus selama 90 menit karena tadi kesalahan dari kami sehingga membuahkan gol untuk lawan," jelasnya.

Kemudian banyak peluang juga dan ini menjadi bahan evaluasi juga ke depannya," tegasnya.

Di tengah kekecewaan, Kurniawan juga menyampaikan pesan penting kepada publik sepak bola Indonesia. 

Ia meminta agar para pemain muda tidak menjadi sasaran kritik berlebihan, terutama di media sosial.

Menurutnya, tekanan yang terlalu besar bisa berdampak buruk terhadap perkembangan mental pemain yang masih berada dalam usia pembinaan.

Load More