- Venezia FC (mantan klub Jay Idzes), Forward Madison, dan Portland Cherry Bombs membuktikan bahwa desain jersey yang berani mampu mengangkat profil klub kasta bawah ke kancah global.
- Keberhasilan klub-klub ini didorong oleh fokus pada autentisitas kota, keterlibatan aktif suporter dalam desain, dan misi sosial yang kuat di balik estetika produk mereka.
- Jersey kini menjadi kendaraan utama untuk membangun identitas dan komunitas, yang terbukti mampu menghasilkan penjualan hingga ke puluhan negara di seluruh dunia.
Suara.com - Di tengah dominasi klub raksasa yang selalu memikat perhatian, kini muncul fenomena unik dari kasta bawah sepak bola dunia: klub-klub semenjana yang justru menjadi "kiblat" mode melalui desain jersey yang berani, artistik, dan tidak konvensional.
Salah satu yang paling menonjol adalah Venezia FC, klub asal Italia yang pernah diperkuat bek andalan Timnas Indonesia, Jay Idzes, yang kini rutin mencuri panggung mode internasional lewat estetika jersey yang menggabungkan seni, budaya, dan gaya hidup kota Venesia.
Tak hanya Venezia, klub-klub kecil lainnya seperti Forward Madison di Amerika Serikat dan Portland Cherry Bombs membuktikan bahwa jersey bukan sekadar kostum tim, melainkan kanvas identitas, pemberdayaan komunitas, hingga media ekspresi yang mampu menembus pasar global.
Venezia: 'Disneyland' Bagi Inspirasi Mode
Venezia FC telah mengubah persepsi dunia mengenai kostum sepak bola dengan rutin melakukan peluncuran jersey yang melibatkan elemen seni dan fesyen kelas atas.
Puncaknya, para pemain Venezia pernah tampil di karpet merah Festival Film Internasional Venesia mengenakan jersey tandang mereka, sebuah pemandangan yang mendobrak pakem kode busana formal.
"Jelas kami memiliki kemewahan dan keberuntungan untuk mewakili Venesia sebagai sebuah kota," ujar Direktur Pelaksana Venezia, Tancredi Vitale.
Sejak melakukan rebranding pada tahun 2021, klub yang kini bersaing untuk promosi ke Serie A ini menjadi viral karena foto-foto kampanye mereka yang memadukan keindahan kota Venesia dengan sepak bola.
Bagi Venezia, akar budaya kota adalah pembeda utama yang membuat mereka memiliki basis massa lebih besar dibanding banyak klub Serie A lainnya, meski mereka berkompetisi di kasta kedua.
Baca Juga: Nama Jay Idzes Ikut Terseret dalam Pusaran Rumor Transfer Manchester United
Forward Madison: Kekuatan Desain dari Suara Suporter
Berpindah ke Amerika Serikat, klub USL League One, Forward Madison, menempuh jalur unik dengan melibatkan kelompok suporter secara langsung dalam perancangan desain jersey.
Setiap musim, komite desain dari kelompok pendukung bernama "The Flock" bekerja sama dengan klub dan produsen apparel untuk menciptakan tampilan yang tak pernah "jinak".
"Segala sesuatu yang kami lakukan selalu berbeda dari atmosfer sepak bola tradisional," ujar Direktur Ritel Forward Madison, Alyssa Bruce.
Pendekatan ini terbukti berhasil; jersey mereka kini telah terjual ke 30 negara di seluruh dunia, membuktikan bahwa identitas yang kuat mampu menjangkau pasar global.
Lebih dari sekadar desain, mereka juga menggunakan jersey sebagai media aksi sosial, mulai dari bantuan untuk Ukraina hingga kampanye dukungan bagi komunitas LGBTQ+.
Berita Terkait
-
Deretan Bintang Timnas Indonesia yang akan Absen di Piala AFF 2026
-
Kapan Timnas Indonesia vs Prancis? Erick Thohir Buka Suara Kans Jay Idzes Hadapi Mbappe
-
Aksi Berkelas Jay Idzes Jadi Pelerai Saat Keributan Panas Pecah di Laga Genoa vs Sassuolo
-
Blunder Jay Idzes Jadi Penentu, Pelatih Sassuolo Lempar Sindiran Tajam
-
Kata-kata Pelatih Sassuolo Usai Jay Idzes Jadi Pemain Terbaik Indonesia
Terpopuler
- Tak Lagi Disamping Prabowo, Kursi Wapres Gibran Geser Sejajar Menteri di Sidang Kabinet
- Media Italia Bongkar Ada Kontrak Lebih dari Rp25 T di Balik Hibah Kapal Induk Giuseppe Garibaldi
- John Herdman Coret 27 Pemain Jelang Timnas Indonesia vs Kamboja di Piala AFF 2026
- Apa Sunscreen Terbaik untuk Flek Hitam pada Usia 50 Tahun? Ini 5 Rekomendasi sesuai Review
- Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
Pilihan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
-
Saraf Terjepit, Hotman Paris Putuskan Mundur Jadi Kuasa Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
-
Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
-
Menang Lima Gol, Timnas Putri Indonesia Back to Back Juara AFF Women's Cup 2026
-
Sudaryono Jabat Kepala BGN, Sudah Diworo-woro Istana Sejak Selasa Malam
Terkini
-
Prabowo Bicara Persatuan Politik: Sebut PDIP dan Koalisi Punya Hati yang Sama
-
Dari Pasal 33 UUD 1945 hingga Prabowonomics, Cak Imin Bicara Mimpi Kedaulatan Ekonomi
-
Bisa Bikin Repot! Prabowo Kasih Cap 'Pemimpin Kancil' buat Dasco, Cak Imin dan Bahlil
-
Cak Imin Dukung Ekspor SDA Satu Pintu Prabowo, Sebut Ada 108 UU yang Harus Dibenahi
-
Pertamina Kilang Plaju Resmi Salurkan Biosolar B50, Tambah Pasokan Energi dari Sumatera Selatan
-
Sidang Korupsi Perkimtan Palembang Ungkap Rp440 Juta Masuk ke Eks Kadis, Lalu Mengalir ke Mana?
-
Cak Imin Minta Prabowo Revisi 108 Undang-Undang demi Kedaulatan Ekonomi
-
PKB Gaungkan Prabowonomics di Harlah ke-28, Cak Imin: Ini Bukan Akal-akalan
-
11 Warna Bedak yang Cocok untuk Kulit Hitam Manis, Dijamin Nampak Menyatu dan Flawless!
-
Cak Imin: Indonesia Kehilangan Arah Ekonomi Selama 25 Tahun