Bola / Bola Indonesia
Kamis, 23 April 2026 | 20:45 WIB
Mauricio Souza, pelatih utama skuad Persija Jakarta. (ligaindonesiabaru.com)
Baca 10 detik
  • Persija Jakarta bermain imbang 1-1 melawan PSIM Yogyakarta pada pekan ke-29 BRI Super League di Bali, Kamis (23/4/2026).
  • Buruknya penyelesaian akhir membuat Persija gagal memanfaatkan 25 peluang tembakan untuk meraih kemenangan atas lawan mereka tersebut.
  • Hasil imbang tersebut menghambat ambisi Persija memangkas jarak poin dari Persib Bandung dan Borneo FC di klasemen sementara.

Suara.com - Persija Jakarta membuang peluang emas untuk memangkas jarak poin di papan atas klasemen setelah hanya bermain imbang 1-1 melawan PSIM Yogyakarta pada pekan ke-29 BRI Super League 2025/2026.

Pelatih Mauricio Souza tampak sangat geram karena dominasi total Macan Kemayoran yang menghasilkan 25 tembakan justru gagal membuahkan kemenangan krusial di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Bali.

Hasil minor ini membuat ambisi tim Ibu Kota untuk terus menekan posisi Persib Bandung dan Borneo FC menjadi terhambat akibat buruknya efektivitas penyelesaian akhir dari para ujung tombak mereka.

Pelatih Persija Jakarta, Mauricio Souza. (Dok. Persija)

Kekecewaan Mauricio Souza memuncak saat melihat fakta statistik bahwa dari puluhan percobaan tersebut, sebanyak 10 tembakan tepat sasaran gagal dikonversi menjadi lebih dari satu gol.

"Kami tetap harus mampu mencetak gol. Percuma jika sudah banyak menekan pertahanan lawan, tetapi tidak berbuah gol. Sebagai pelatih, saya bisa mengontrol apa yang harus dilakukan di lapangan," kata Mauricio Souza, Kamis (23/4/2026).

Statistik Dominan Tanpa Insting Membunuh

Jalannya pertandingan sebenarnya menunjukkan superioritas Persija Jakarta, namun gawang mereka justru kebobolan lebih dulu melalui serangan balik cepat Ezequiel Vidal saat laga baru berjalan empat menit.

Sektor pertahanan Macan Kemayoran tampak belum siap mengantisipasi transisi cepat lawan yang langsung menghukum kelengahan Carlos Eduardo di bawah mistar gawang.

Skuad asuhan Mauricio Souza merespons ketertinggalan tersebut dengan bermain lebih sabar hingga akhirnya Allano Lima berhasil menyamakan kedudukan melalui titik putih pada menit ke-20.

Baca Juga: Hadapi Enam Laga Sisa, Bojan Hodak Pastikan Persib Tak Tertekan

Harapan untuk berbalik unggul sempat terbuka lebar ketika wasit kembali memberikan hadiah penalti sebelum turun minum, namun eksekusi Maxwell Souza justru melambung di atas mistar.

Kegagalan penalti kedua tersebut seolah menjadi awal dari rasa frustrasi Persija Jakarta yang terus menggempur pertahanan Laskar Mataram sepanjang sisa pertandingan.

Kesalahan Lini Tengah yang Berakibat Fatal

Memasuki babak kedua, serangan sporadis dari Gustavo Almeida, Jean Mota, hingga Bruno Tubarao silih berganti mengancam gawang PSIM Yogyakarta namun tidak ada yang membuahkan hasil.

Mauricio Souza menyoroti bahwa satu kesalahan koordinasi di lini tengah pada awal laga menjadi penyebab utama timnya harus bekerja ekstra keras sepanjang sisa waktu.

"Kami sudah membahas kualitas PSIM yang memiliki kemampuan teknis tinggi. Kami sempat melakukan satu kesalahan di lini tengah yang kemudian dimanfaatkan lawan untuk melancarkan serangan balik. Saya akui gol tersebut tentu merugikan bagi kami. Namun demikian, saya melihat tim mampu bangkit dengan baik," jelas pelatih asal Brasil tersebut.

Load More