- Elkan Baggott berada di Ipswich Town yang berpeluang promosi ke Premier League namun minim kesempatan bermain reguler.
- Ole Romeny berjuang bersama Oxford United untuk menghindari degradasi dari EFL Championship dengan catatan 15 penampilan liga.
- Dua pemain Timnas Indonesia tersebut menghadapi situasi kontras terkait prestasi klub dan durasi bermain di Inggris musim ini.
Suara.com - Dua penggawa Timnas Indonesia yang tengah merintis karier di kasta kedua sepak bola Inggris, Elkan Baggott dan Ole Romeny, menghadapi realitas berbeda pada penghujung kompetisi EFL Championship musim ini.
Meski sama-sama berjuang di liga yang sama, perjalanan karier kedua pemain keturunan itu menyajikan ironi antara peluang promosi ke kasta tertinggi dan ancaman degradasi ke divisi bawah.
Situasi paradoks yang dialami pemain Ipswich Town dan Oxford United ini memunculkan dilema tersendiri bagi pencinta sepak bola Tanah Air, terutama soal pentingnya menit bermain reguler dibanding sekadar menjadi pelapis di klub papan atas.
Ironi Elkan Baggott
Elkan Baggott saat ini tercatat sebagai bagian dari skuad Ipswich Town yang tengah menikmati performa impresif di bawah asuhan Kieran McKenna.
Klub berjuluk The Tractor Boys itu kini nyaman di posisi kedua klasemen sementara dan terus membuka peluang besar untuk meraih tiket promosi otomatis ke Premier League.
Bahkan jika gagal mempertahankan posisi dua besar, Ipswich Town masih memiliki peluang melalui jalur playoff untuk menembus kasta tertinggi sepak bola Inggris.
Sayangnya, laju gemilang tim belum sejalan dengan kontribusi individu Elkan Baggott di lapangan.
Berdasarkan catatan kompetisi domestik, bek tengah berusia 23 tahun itu belum mencatatkan satu pun penampilan di EFL Championship musim ini.
Baca Juga: Elkan Baggott dan 2 Pemain Abroad Lain yang Bisa Main di Liga Elite Eropa Musim Depan
Kesempatan bermain yang didapat Elkan sejauh ini hanya datang di ajang FA Cup, dengan total dua penampilan.
Mati-matian Lari dari Jurang Degradasi
Nasib berbeda dialami Ole Romeny yang sedang berjuang menyelamatkan Oxford United dari ancaman degradasi ke League One.
Klub berjuluk The U's itu kini terpuruk di peringkat ke-21 klasemen dan terus dibayangi zona merah pada sisa musim ini.
Harapan bertahan di Championship masih terbuka, tetapi Oxford United sangat bergantung pada hasil tim-tim pesaing di papan bawah.
Dari segi menit bermain, Ole Romeny memiliki catatan lebih baik dibanding Elkan Baggott dengan torehan 15 penampilan di liga.
Berita Terkait
-
Erling Haaland Bikin Panas Arsenal usai Man City Hajar Burnley: Kami di Puncak Klasemen!
-
Ipswich Town Bisa Promosi Premier League, Apakah Elkan Baggott Masuk Skuad Utama?
-
Wolves Bertekad Segera Kembali ke Premier League
-
Tak Cuma PSG, Klub Liga Inggris Ikut Kejar Pemain Keturunan Indonesia
-
Bangkit atau Tertinggal, Chelsea Dituntut Menang Saat Hadapi Brighton
Terpopuler
- Sepeda Dewasa Merek Apa yang Murah dan Awet? Ini 5 Pilihan Terbaik untuk Harian
- 7 Pilihan Lipstik yang Awet 12 Jam, Anti Pudar Terkena Air dan Minyak
- Begini Respons Kopassus Usai Beredar Isu Orang Istana Digampar Pangkopassus
- 5 Parfum Indomaret dengan Wangi Segar Tahan Lama, Cocok Dipakai saat Cuaca Panas
- 12 Promo Makanan Hari Kartini 2026, Diskon Melimpah untuk Rayakan Momen Spesial
Pilihan
-
Ingkar Janji Taubat 2021, Syekh Ahmad Al Misry Resmi Tersangka Kasus Pelecehan Santri
-
Sebagai Ayah, Saya Takut Biaya Siluman Terus Menghantui Pendidikan Anak di Masa Depan
-
Rugikan Negara Rp285 T, Eks Dirut Pertamina Patra Niaga Alfian Nasution Dituntut 14 Tahun Bui
-
Terungkap Jalur Gelap 10 Ton Pupuk Subsidi di Sumsel, Dijual ke Pihak Tak Berhak
-
Garap Kasus Haji, KPK Panggil Ustaz Khalid Basalamah Hari Ini
Terkini
-
Arsenal vs Newcastle: Statistik Memihak The Gunners tapi The Magpies Siap Jadi Mimpi Buruk
-
Rentetan Cedera Kevin Diks Jadi Sorotan, Pelatih Monchengladbach Soroti Beban Kerja Tinggi
-
Rumor: Klub Raksasa Polandia Tertarik Boyong Dony Tri Pamungkas
-
Arsenal dan Atletico Madrid Bersaing Rekrut Julian Brandt
-
Rahasia Pola Makan Cristiano Ronaldo, Disiplin Tanpa Gula dan Susu
-
Utusan Trump Usul Iran Diganti Italia di Piala Dunia 2026, FIFA: Mereka Pasti Datang
-
Rapor Pemain Abroad Timnas Indonesia: Joey Pelupessy Tatap Promosi Liga Belgia
-
Rasisme Gerogoti Sepak Bola Indonesia, PSSI: Prestasi Tanpa Pembinaan Karakter Tak Cukup
-
Timnas Indonesia Harus Waspada, Chanathip Bertekad Bawa Thailand Juara Piala AFF 2026
-
Kontroversi Gol EPA U-20 Berujung Ricuh, Komite Wasit PSSI Tegaskan Keputusan Sah