-
Persija Jakarta mengincar kemenangan atas Persis Solo dengan memperbaiki kualitas penyelesaian akhir pemain.
-
Pelatih Mauricio Souza menekankan pentingnya efektivitas serangan di sepertiga akhir lapangan pertandingan.
-
Meski waktu persiapan sangat terbatas, Persija optimistis tampil lebih tajam di Gelora Bung Karno.
Kurangnya efektivitas di depan gawang lawan dianggap sebagai kendala utama yang menghambat performa maksimal tim.
Souza menegaskan bahwa latihan finishing bukanlah hal baru namun memerlukan konsistensi yang lebih tinggi.
“Kami selalu mencoba menganalisis pertandingan yang telah kami mainkan dan menyusun latihan berdasarkan apa yang kami anggap sebagai titik lemah tim," jelas Souza.
Setiap peluang yang muncul dalam pertandingan nanti harus mampu dikonversi menjadi keunggulan skor secara cepat.
Upaya ini dilakukan secara berkelanjutan sejak awal musim demi menjaga daya saing di papan atas.
Pelatih asal Brasil tersebut menyatakan bahwa pengembangan kualitas menyerang adalah proses panjang yang terus berjalan.
“Jadi, seperti yang saya katakan, kami menciptakan banyak peluang di dua pertandingan terakhir ini, tapi kami tidak efektif di sepertiga akhir," ia menambahkan.
Mentalitas pemenang ditanamkan kepada seluruh skuad agar tidak lengah menghadapi tekanan dari tim lawan.
“Jadi, dalam waktu persiapan yang singkat ini, berusaha keras melatih permainan di sepertiga akhir, penyelesaian akhir, dengan berbagai cara. Tapi ini bukan hal yang baru kami latih sekarang, kami sudah melatihnya sejak awal kompetisi,” pungkasnya.
Baca Juga: Pembuktian Sang Mantan! Cahya Supriadi Dipuji Pelatih PSIM usai Bikin Frustrasi Persija
Suporter diharapkan memberikan dukungan penuh untuk memotivasi para pemain tampil habis-habisan di kandang sendiri.
Persija Jakarta menghadapi tantangan besar di penghujung musim 2025/26 dengan jadwal pertandingan yang sangat rapat.
Laga melawan Persis Solo pada Senin malam menjadi momentum penting bagi Macan Kemayoran untuk memutus tren negatif sulit mencetak gol.
Kehadiran Mauricio Souza sebagai pelatih diharapkan mampu membawa perubahan taktis, terutama dalam mengoptimalkan lini serang yang sering membuang peluang emas dalam beberapa laga terakhir di liga.
Berita Terkait
Terpopuler
- Guru Besar UII: Publik Tak Cukup Tuntut Maaf, Layak Layangkan Mosi Tidak Percaya pada Prabowo
- Sayembara Rp10 Juta Dedi Mulyadi Dikritik UGM, Dinilai Cermin Gagalnya Negara Jamin Keamanan
- Tak Terima Disita, Pemilik Emas dan Uang Sitaan Kejagung di Kasus Febrie Bakal Ajukan Praperadilan
- Serum Viva untuk Flek Hitam Warna Apa? Ini 2 Varian Terbaiknya
- 5 Rekomendasi Parfum Aroma Vanilla di Alfamart, Wangi Mewah Tahan Lama untuk Harian
Pilihan
-
Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
-
Penjaga Rumah Febrie Adriansyah Ditemukan Tewas, Mulut dan Hidung Berbusa
-
Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Kejagung, Teriak Kriminalisasi Saat Digiring ke Mobil Tahanan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
-
Saraf Terjepit, Hotman Paris Putuskan Mundur Jadi Kuasa Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
Terkini
-
Kasat Narkoba Tangsel Terseret Kasus Narkoba, Dua Polisi Diproses Pidana
-
Sayembara Cocok untuk Buronan Kakap, Jangan Berlakukan Bagi Begal dan Copet
-
Prabowo Minta Kampus Kuasai Teknologi Perkapalan
-
Review The War of the Worlds: Kisah Invasi Alien yang Sarat Kritik Sosial
-
Sinergi Kemensos & Kemendukbangga/BKKBN Bakal Hadirkan Layanan Penguatan Mental Murid Sekolah Rakyat
-
Paradoks Transportasi Jakarta: Penumpang Naik Pesat, Kenapa Macet Makin Parah?
-
Tanpa Gejala, Tapi Bisa Bikin Buta Permanen: Begini Cara Kerja Glaukoma
-
Sempat Ditangkap, Bandar Narkoba di Siak Kabur dengan Tangan Diborgol
-
Stuart Fails to Save the Universe: Suguhkan Aksi Antardimensi yang Kocak!
-
Fenomena Gunung Es HIV di Malang: Mulai dari Ibu Hamil hingga Anak yang Tertular