-
Persija Jakarta mengincar kemenangan atas Persis Solo dengan memperbaiki kualitas penyelesaian akhir pemain.
-
Pelatih Mauricio Souza menekankan pentingnya efektivitas serangan di sepertiga akhir lapangan pertandingan.
-
Meski waktu persiapan sangat terbatas, Persija optimistis tampil lebih tajam di Gelora Bung Karno.
Suara.com - Persija Jakarta menargetkan kemenangan mutlak atas Persis Solo sebagai solusi atas lemahnya penyelesaian akhir.
Target ini menjadi prioritas utama guna memperbaiki posisi tim dalam lanjutan pekan ke-30 BRI Super League.
Evaluasi mendalam dilakukan jajaran pelatih setelah melihat minimnya konversi peluang pada beberapa pertandingan terakhir.
Mauricio Souza kini memfokuskan porsi latihan pada skema serangan yang lebih mematikan di area kotak penalti.
Laga yang berlangsung di Stadion Utama Gelora Bung Karno ini akan menjadi pembuktian ketajaman Macan Kemayoran.
Kreativitas lini tengah diharapkan mampu membuka celah lebih banyak bagi para juru gedor Persija.
Pelatih menyadari bahwa penguasaan bola yang dominan tidak akan berguna tanpa adanya gol yang tercipta.
Oleh karena itu, variasi serangan terus dimatangkan meski waktu persiapan tim tergolong sangat mepet.
“Persiapan cukup singkat karena masalah waktu. Seperti yang Anda tahu, kami akan bermain dua pertandingan dalam waktu kurang dari lima hari," kata Souza dalam konferensi pers sehari jelang laga.
Baca Juga: Pembuktian Sang Mantan! Cahya Supriadi Dipuji Pelatih PSIM usai Bikin Frustrasi Persija
Tuntutan fisik pemain menjadi tantangan tersendiri bagi Souza dalam menyusun komposisi pemain yang bugar.
Meskipun jadwal padat menghimpit, tim pelatih tetap menjalankan program taktis sesuai rencana yang telah disusun.
Area sepertiga akhir lapangan menjadi titik sentral yang terus digembleng agar pemain tampil lebih klinis.
“Namun, sesuai dengan yang kami rencanakan, kami berhasil melakukan semua yang kami inginkan. Kami banyak melatih penyelesaian akhir dan permainan di sepertiga akhir lapangan agar kami bisa tampil efektif dalam pertandingan,” jelasnya.
Souza telah mengantongi hasil analisis mengenai titik lemah anak asuhnya dari rekaman pertandingan sebelumnya.
Insting mencetak gol para pemain depan terus diasah melalui berbagai simulasi serangan dari berbagai sisi.
Berita Terkait
Terpopuler
- Guru Besar UII: Publik Tak Cukup Tuntut Maaf, Layak Layangkan Mosi Tidak Percaya pada Prabowo
- Sayembara Rp10 Juta Dedi Mulyadi Dikritik UGM, Dinilai Cermin Gagalnya Negara Jamin Keamanan
- Tak Terima Disita, Pemilik Emas dan Uang Sitaan Kejagung di Kasus Febrie Bakal Ajukan Praperadilan
- Serum Viva untuk Flek Hitam Warna Apa? Ini 2 Varian Terbaiknya
- 5 Rekomendasi Parfum Aroma Vanilla di Alfamart, Wangi Mewah Tahan Lama untuk Harian
Pilihan
-
Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
-
Penjaga Rumah Febrie Adriansyah Ditemukan Tewas, Mulut dan Hidung Berbusa
-
Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Kejagung, Teriak Kriminalisasi Saat Digiring ke Mobil Tahanan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
-
Saraf Terjepit, Hotman Paris Putuskan Mundur Jadi Kuasa Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
Terkini
-
Tak Buru-buru, Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Masih Pikir-pikir Ajukan Praperadilan
-
Elegan dan Eksotis! Intip Highlight Medley Album Red Velvet, Velvet Summer
-
Keanekaragaman Hayati yang Dekat dengan Gaya Hidup, dari Makanan hingga Masa Depan Pekerjaan
-
Aset Properti BUMN Tak Laku, Apa yang Dilakukan Danantara
-
30 Tahun Kudatuli: Kisah Maryono yang 'Hidup Lagi' hingga Rahasia Dandang Megawati
-
Indonesia vs Kamboja Diperketat, Jalur Evakuasi dan Penyekatan Pakansari Disimulasikan
-
Misi Penyelundupan 6 Kg Ganja MedanBali Kandas di Pelabuhan Bakauheni
-
Meski Sempat Tertunda, Pos Indonesia Mulai Bayar Imbal Hasil Sukuk Rp24,12 Miliar
-
Tentara Harus Jago Terjun Payung dan Setir Tank, Bukan Urus Jagung atau Buka Sawah
-
Mazda Berusaha Perpanjang Napas Mazda 3 dan CX-30 Lewat Teknologi Mild Hybrid