-
PFA mengajukan banding ke CAS setelah FIFA menolak memberikan sanksi bagi klub Israel.
-
Klub-klub Israel diketahui tetap beroperasi di wilayah pemukiman ilegal Tepi Barat hingga kini.
-
Gugatan ini didukung koalisi internasional yang menuduh FIFA membantu praktik kejahatan perang.
Isu ini tidak hanya menjadi perhatian PFA, namun juga memicu gerakan solidaritas dari berbagai lembaga hak asasi manusia internasional.
Sejumlah organisasi olahraga dari Irlandia dan Skotlandia bahkan telah melaporkan petinggi FIFA dan UEFA ke Jaksa Penuntut Mahkamah Pidana Internasional.
Laporan setebal 120 halaman tersebut menuduh adanya pembiaran terhadap aktivitas yang mendukung praktik kejahatan perang di wilayah pendudukan.
Pihak pelapor mengklaim bahwa keikutsertaan klub Israel dalam liga resmi merupakan bentuk legitimasi atas tanah yang disita secara paksa.
"FIFA dan UEFA mengizinkan klub-klub [Israel] untuk bermain di liga yang diselenggarakan oleh Asosiasi Sepak Bola Israel dan menyelenggarakan pertandingan di tanah yang disita," kata kelompok-kelompok tersebut.
Persoalan ini berakar pada operasional enam klub sepak bola Israel yang bermarkas di pemukiman Tepi Barat sejak tahun 2010-an.
Palestina menilai aktivitas olahraga di wilayah tersebut merupakan pelanggaran terhadap statuta FIFA yang melarang anggota bermain di wilayah asosiasi lain tanpa izin.
Selama bertahun-tahun, FIFA terus menunda keputusan tetap dengan membentuk komite pemantau yang sering kali berakhir tanpa sanksi atau tindakan tegas.
Hingga saat ini, perdebatan mengenai kedaulatan dan kepatuhan terhadap hukum internasional tetap menjadi titik api utama dalam sepak bola global.
Baca Juga: FIFA Kenalkan Aturan Baru Kartu Merah di Piala Dunia 2026 untuk Perangi Rasisme
Banding ke CAS diharapkan dapat memberikan kepastian hukum yang selama ini dihindari oleh otoritas sepak bola melalui retorika politik.
Berita Terkait
Terpopuler
- Mengapa Pertalite Mau Dihapus?
- Tak Ikut Aksi Bareng Mahasiswa di Bundaran HI Hari Ini, Said Iqbal Ungkap Alasan Buruh
- Kaki Masih Pegal Setelah Lari? Ini 5 Sepatu Recovery Run Lokal dengan Review Terbaik
- Apa Itu Sepatu Hybrid? Ini 5 Rekomendasi Buatan Lokal Terbaik dan Serbaguna
- Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
Pilihan
-
Aliansi Rakyat Memanggil Kritik Sederet Program Pemerintah, Tuntut Prabowo-Gibran Lengser
-
Hasil Piala Dunia 2026: Hajar Paraguay, Start Sempurna Amerika Serikat
-
Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
-
Thamrin Lumpuh Total, Massa Aksi Mengular hingga Dukuh Atas Hingga Jumat Malam
-
Ngotot Mau Demo di Bundaran HI Meski Dihadang Aparat, Mahasiswa: Istana dan DPR Tak Mendengar Kami!
Terkini
-
Sisi Gelap Philadelphia Kota Tuan Rumah Piala Dunia 2026: Banyak Zombie Berkeliaran
-
Piala Dunia 2026 Tidak Aman? Viral Foto Sniper Mengintai dari Ketinggian
-
Kontroversi Penalti Qatar vs Swiss: VAR Bermasalah, FIFA Buka Suara
-
Cerita Anak Pengungsi yang Jadi Pencetak Gol Termuda di Piala Dunia 2026
-
Sepatu Harry Kane dan Jude Bellingham Dicuri! Polisi Tangkap Dua Pelaku
-
Permen Karet Jadi Kunci? Cara Ancelotti Hadapi Tekanan Piala Dunia 2026
-
Daftar Top Skor Sementara Piala Dunia 2026: 7 Pertandingan Tercipta 17 Gol
-
Prediksi Skor Jerman vs Curacao: Head to Head, Susunan Pemain dan Fakta Menarik
-
Jurgen Klopp Kecam Water Break di Piala Dunia 2026: Sepak Bola Disandera Iklan!
-
Dari Bangku Cadangan, Neymar Jadi Otak Gol Vinicius Jr di Piala Dunia 2026