News / Internasional
Rabu, 29 April 2026 | 20:00 WIB
kekuatan militer Iran vs Israel peringkat berapa (freepik)
Baca 10 detik
  • Militer Iran tetap bersiaga penuh meski gencatan senjata dengan Amerika Serikat dan Israel telah berlangsung sejak 8 April.
  • Teheran terus memodernisasi persenjataan dan memperbarui target strategis sebagai antisipasi atas ketidakpercayaan mereka terhadap pihak lawan saat ini.
  • Pemerintah Iran menuntut pencabutan blokade laut Amerika Serikat sebelum melanjutkan negosiasi damai yang dimediasi oleh pihak Pakistan.

Suara.com - Militer Iran menyatakan tetap berada dalam kondisi siaga tempur meski gencatan senjata dalam konflik dengan Amerika Serikat dan Israel tengah berlangsung.

Teheran menegaskan militer Iran tidak menganggap perang benar-benar telah berakhir.

Juru bicara Angkatan Darat Iran, Brigadir Jenderal Mohammad Akraminia, mengatakan pihaknya terus memperbarui target militer dan menambah persenjataan selama jeda pertempuran.

Menurutnya, langkah itu dilakukan karena Iran tidak mempercayai lawan-lawannya.

“Kami tidak menganggap perang telah selesai. Sejak hari pertama gencatan senjata, kami terus memperbarui target, menyempurnakan bank sasaran, dan menjaga kesiapan tempur,” ujar Akraminia dilansir dari Tasnim News, Rabu (29/4).

Asap membubung di Teheran, Iran duga dari serangan rudal Israel dan Amerika Serikat pada Sabtu (28/2/2026). [X/Vahid Online]

Akraminia menambahkan bahwa Iran juga telah memproduksi dan memodernisasi peralatan militer baru.

Akraminia menegaskan kondisi negara saat ini masih diperlakukan layaknya situasi perang.

Menurut dia, pemantauan, pengawasan, dan penguatan pasukan terus dilakukan tanpa henti.

Jika musuh kembali menyerang, Iran mengklaim siap merespons dengan metode dan persenjataan baru.

Baca Juga: FIFA Takut Kasih Sanksi ke Israel, Palestina Seret Infantino Cs ke Pengadilan

“Setiap agresi baru akan dibalas dengan respons yang lebih menghancurkan dari sebelumnya,” tegasnya.

Pernyataan tersebut muncul setelah perang selama 40 hari antara Iran melawan Amerika Serikat dan Israel dihentikan melalui gencatan senjata yang dimediasi Pakistan pada 8 April lalu.

Konflik itu sebelumnya memicu serangkaian serangan rudal dan drone besar-besaran di kawasan Timur Tengah.

Meski pembicaraan damai mulai dibuka di Islamabad, Iran menegaskan negosiasi lanjutan hanya dapat dilakukan jika blokade laut Amerika Serikat dicabut.

Teheran menilai blokade tersebut merupakan pelanggaran terhadap kesepakatan gencatan senjata. 

Load More