- Amerika Serikat sukses menjadi tuan rumah Piala Dunia 1994 dengan rekor 3,6 juta penonton yang memicu lahirnya liga MLS.
- Brasil menjuarai Piala Dunia 1994 setelah mengalahkan Italia melalui drama adu penalti di babak final yang sangat ikonik.
- Turnamen tahun 1994 diwarnai skandal doping Diego Maradona serta rekor lima gol dalam satu laga oleh Oleg Salenko.
Suara.com - Piala Dunia FIFA 1994 menjadi salah satu momen paling bersejarah dalam perkembangan sepak bola dunia.
Digelar di Amerika Serikat, turnamen itu awalnya dipenuhi keraguan, terutama dari publik Eropa dan Amerika Selatan yang menganggap negeri tersebut belum layak menjadi pusat sepak bola dunia.
Saat FIFA menunjuk Amerika Serikat sebagai tuan rumah, banyak kritik bermunculan.
Negara itu belum memiliki liga profesional besar dan dianggap tidak memiliki budaya sepak bola yang kuat.
Namun sepanjang musim panas 1994, semua keraguan perlahan runtuh.
Stadion-stadion yang biasanya dipakai untuk America Football dipenuhi lautan penonton, sementara antusiasme publik terhadap sepak bola melonjak drastis.
Pertanyaannya apakah hal sama akan kembali terjadi pada 11 Juni 2026 nanti saat kick off Piala Dunia 2026 kembali dihelat di Amerika Serikat?
Perjalanan Timnas Amerika Serikat
Perjalanan Timnas Amerika Serikat di Piala Dunia 1994 penuh dengan tekanan sebagai tuan rumah.
Baca Juga: Hitung Mundur Piala Dunia 2026: 550 Juta Penonton untuk Satu Pertandingan?
Setelah gagal meraih kemenangan di Piala Dunia 1990, AS ingin membuktikan mereka mampu bersaing di level tertinggi.
Skuad Amerika kala itu juga dikenal ikonik karena gaya para pemainnya.
Nama-nama seperti Alexi Lalas, Cobi Jones, Marcelo Balboa, hingga Tony Meola menjadi simbol generasi emas awal sepak bola Amerika.
Amerika membuka turnamen melawan Swiss di Pontiac Silverdome, stadion tertutup yang menjadi lokasi laga indoor pertama dalam sejarah Piala Dunia.
Meski hanya bermain imbang 1-1, laga itu dikenang lewat gol spektakuler Eric Wynalda dari tendangan bebas.
Amerika kemudian membuat kejutan besar dengan mengalahkan Kolombia 2-1 di Rose Bowl.
Namun kekalahan 0-1 dari Rumania membuat mereka finis di posisi ketiga grup dan harus menghadapi Brasil di babak 16 besar.
Pada 4 Juli 1994, AS menghadapi Brasil di Stanford Stadium.
Meski Brasil sempat bermain dengan 10 orang akibat kartu merah, Amerika gagal mencetak gol dan tersingkir setelah kalah tipis 0-1.
Brasil Akhiri Puasa Gelar 24 Tahun
Piala Dunia 1994 akhirnya menjadi panggung kejayaan Brasil.
Dipimpin duet maut Romário dan Bebeto, Selecao sukses merebut gelar dunia keempat mereka.
Brasil mengalahkan Italia di final yang berlangsung di Rose Bowl.
Setelah bermain imbang tanpa gol selama 120 menit, laga harus ditentukan lewat adu penalti untuk pertama kalinya dalam sejarah final Piala Dunia.
Momen paling ikonik terjadi ketika legenda Italia, Roberto Baggio, gagal mengeksekusi penalti terakhir setelah tendangannya melambung tinggi di atas mistar.
Kegagalan itu memastikan Brasil menjadi juara dunia pertama mereka sejak era Pelé pada 1970.
Maradona Dipulangkan, Salenko Cetak Rekor Gila
Piala Dunia 1994 juga dipenuhi drama besar. Salah satunya datang dari legenda Argentina, Diego Maradona.
Setelah mencetak gol ikonik ke gawang Yunani, Maradona dipulangkan dari turnamen akibat gagal tes doping.
Insiden itu menjadi salah satu skandal terbesar dalam sejarah Piala Dunia.
Sementara itu, striker Rusia, Oleg Salenko, mencetak rekor luar biasa dengan lima gol dalam satu pertandingan melawan Kamerun.
Hingga kini, rekor tersebut belum pernah terpecahkan.
Warisan Besar untuk Sepak Bola Amerika
Piala Dunia 1994 meninggalkan dampak sangat besar bagi sepak bola Amerika Serikat.
Turnamen itu sukses menarik sekitar 3,6 juta penonton langsung di stadion, rekor tertinggi sepanjang sejarah Piala Dunia hingga saat ini.
Kesuksesan tersebut juga menjadi fondasi lahirnya Major League Soccer atau MLS yang resmi berdiri beberapa tahun kemudian.
Kini, lebih dari tiga dekade setelah turnamen bersejarah itu, Amerika Serikat kembali bersiap menjadi tuan rumah Piala Dunia FIFA 2026 bersama Kanada dan Meksiko, kali ini dengan posisi yang jauh lebih kuat dalam peta sepak bola dunia.
Tag
Berita Terkait
-
Hitung Mundur Piala Dunia 2026: 550 Juta Penonton untuk Satu Pertandingan?
-
Profil Timnas Paraguay: Generasi Baru La Albirroja Bakal Unjuk Gigi di Piala Dunia 2026
-
Hinaan Homofobik, Prestianni Terancam Absen Bela Argentinadi Laga Perdana Piala Dunia 2026
-
Lamine Yamal Absen di La Liga Demi Fokus Pemulihan Cedera untuk Piala Dunia 2026
-
Profil Timnas Amerika Serikat: Tuan Rumah Piala Dunia yang Siap Jawab Ekspektasi Publik
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Alasan Presiden FA Palestina Ogah Salaman dengan Utusan Israel di Depan FIFA
-
Hitung Mundur Piala Dunia 2026: 550 Juta Penonton untuk Satu Pertandingan?
-
Profil Timnas Paraguay: Generasi Baru La Albirroja Bakal Unjuk Gigi di Piala Dunia 2026
-
Hinaan Homofobik, Prestianni Terancam Absen Bela Argentinadi Laga Perdana Piala Dunia 2026
-
Lamine Yamal Absen di La Liga Demi Fokus Pemulihan Cedera untuk Piala Dunia 2026
-
Profil Timnas Amerika Serikat: Tuan Rumah Piala Dunia yang Siap Jawab Ekspektasi Publik
-
Syarat Mutlak Iran Ikut Piala Dunia 2026, Amerika Serikat Harus Menjamin Tidak Ada Penghinaan
-
Kapten Persita Diincar Klub Elit Brunei, Bakal Duet dengan Ramadhan Sananta?
-
Potret Suram Okupansi Hotel Amerika Serikat Jelang Piala Dunia 2026
-
Kans Angkat Trofi Tersisa 1 Persen, Misi Persija Kini Gagalkan Persib Juara Super League