- Pengamat Kesit Budi Handoyo mendesak PSSI dan I.League bertindak tegas terhadap klub yang menunggak gaji pemain profesional.
- Masalah tunggakan gaji pada beberapa klub menunjukkan tata kelola kompetisi nasional saat ini belum berjalan dengan sehat.
- PSSI disarankan menerapkan audit keuangan ketat dan standar finansial jelas sebelum klub diizinkan mengikuti kompetisi liga.
Suara.com - Pengamat sepak bola nasional Kesit Budi Handoyo meminta PSSI dan operator kompetisi I.League bersikap lebih tegas terhadap klub-klub yang masih menunggak gaji pemain. Menurutnya, persoalan tersebut menunjukkan tata kelola kompetisi belum berjalan sehat.
Ia menilai kondisi ini bertolak belakang dengan target PSSI untuk meningkatkan kualitas dan daya saing liga di level Asia.
“Menurut saya ini ironis dan memalukan,” ujar Kesit kepada Suara.com.
Ia menambahkan, keinginan menaikkan level kompetisi harus diiringi pembenahan internal. “Ingin levelnya naik, tetapi di dalam negeri masih ada persoalan seperti ini. Tidak sinkron,” katanya.
Bukan Hanya Satu Klub
Kesit menyebut tunggakan gaji tidak hanya terjadi pada satu klub. Beberapa tim pernah tersorot karena mengalami masalah serupa, termasuk PSBS Biak, Semen Padang, dan PSM Makassar.
Persija Jakarta juga sempat dikaitkan dengan persoalan serupa, meski disebut relatif dapat mengatasinya.
Menurutnya, situasi tersebut menunjukkan perlunya pengawasan lebih ketat terhadap kondisi finansial klub peserta kompetisi.
Dorongan Audit dan Standar Finansial
Baca Juga: Militansi Suporter Garuda Jelang Laga Timnas Indonesia di Piala Asia 2027, Exco PSSI: Gila
Kesit mendesak PSSI dan I.League menerapkan audit keuangan sebelum klub diizinkan tampil di kasta tertinggi. Langkah itu dinilai penting untuk memastikan klub memiliki kemampuan finansial yang memadai.
“Kalau tidak diaudit, kita tidak tahu kondisi keuangan klub seperti apa,” ujarnya.
Ia menegaskan, klub harus berbelanja sesuai kemampuan. “Kalau kemampuan hanya 100, jangan belanjanya lebih dari itu,” katanya.
Kesit juga menyoroti skema subsidi liga yang kerap digunakan untuk menutup tunggakan gaji. Menurutnya, gaji adalah hak pemain yang harus dibayarkan tepat waktu.
“Gaji harus dibayar setiap bulan. Jika terlambat, bagaimana klub bisa berjalan sehat?” ucapnya.
Ia berharap PSSI dan I.League menetapkan standar finansial yang jelas demi menjaga kualitas dan keberlanjutan kompetisi nasional.
Berita Terkait
-
Kiper Jebolan Eropa Kaget dengan Kultur Serba Mobil di Indonesia: Minim Aktivitas Jalan Kaki
-
PSSI Hubungi FIFA, Bahas Bidding Piala Dunia Futsal 2028
-
Kiper Kelahiran Hoorn: Tanpa Staf Pelatih Belanda, Saya Mungkin Tak ke Indonesia
-
Erick Thohir Minta PSSI Tak Gengsi Belajar dari Federasi Futsal Indonesia
-
Arema FC Bidik Sapu Bersih Kemenangan di Dua Laga Terakhir BRI Super League 2025/2026
Terpopuler
- 10 Pantangan Feng Shui Rumah yang Sebaiknya Dihindari, dari Pintu hingga Kamar Mandi
- 3 HP Xiaomi RAM 8 GB Murah di Bawah Rp1 Juta, Ini Pilihannya
- 3 HP Infinix Memori 256 GB dan NFC Harga Rp1 Jutaan, Solusi Multitasking hingga Gaming
- KPAI Desak Audit Total MBG: Tata Kelola Gagal, Anak-anak Jadi Korban Ambisi Program
- Ramalan Shio 9 Agustus 2026: 5 Shio Bakal Buang Kesialan dan Buka Jalan Keberuntungan
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
Sheet Mask atau Toner Dulu? Ini Urutan yang Benar agar Skincare Menyerap Maksimal
-
Dana Pemerintah Ditarik, Perbankan Hadapi Tekanan Likuiditas Ekstra
-
Rumah Sakit Cali Kolombia Runtuh Usai Gempa, Pasien Bayi hingga Anak-anak Terjebak
-
Apa Persamaan dan Perbedaan Gempa Bumi Venezuela dan Kolombia?
-
Emiten AVIA Tegaskan Kepatuhan Persaingan Usaha KPPU
-
111 Orang Tewas Usai Gempa Bumi Besar Kolombia, Rumah Sakit Hancur
-
Arkeologi Italia Geger! Bangkai Kapal Romawi Kuno Ditemukan di Lepas Pantai Sisilia
-
Kebakaran Empat Lawang, 20 Rumah Terdampak dan Kerugian Tembus Rp5,2 Miliar
-
3 Pelaku Begal Polisi di Palembang Ternyata Ayah, Anak dan Seorang Perempuan
-
Jadi Ojek Pangkalan, Polisi di Palembang Ditusuk 4 Kali dan Motornya Dibawa Kabur Begal