-
Giovanni Reyna berjuang pulih dari cedera demi masuk skuad Piala Dunia Amerika Serikat.
-
Mauricio Pochettino akan menentukan nasib 26 pemain pilihan pada tanggal 26 Mei mendatang.
-
Reyna menekankan pentingnya pengalaman kolektif setelah belajar dari kegagalan di Piala Dunia Qatar.
"Saya mencintai staf. Saya mencintai para pemain. Saya mencintai tim nasional. Jelas apa pun yang terjadi, terjadilah. Sangat berharap dan ingin berada di sana untuk memberikan dampak dan mencapai sesuatu yang hebat bersama tim, tetapi keputusan ada di luar tangan saya."
Kedekatan emosional dengan Pochettino menjadi modal penting, namun bukan jaminan mutlak untuk mendapatkan posisi starter di Grup D.
Reyna harus membuktikan bahwa ia bukan sekadar pemain pengganti yang hanya tampil impresif dalam durasi waktu singkat.
"Saya rasa secara individu dan kolektif kita semua sangat, sangat muda dan mungkin sedikit kurang berpengalaman saat itu. Kami menghadapi tim Belanda yang sedikit lebih berpengalaman, sedikit lebih baik, sedikit lebih cerdik, dan pada akhirnya, itu hampir terlalu berat bagi kami. Piala Dunia adalah pengalaman yang luar biasa, dan saya belajar banyak dari itu," kenang Reyna soal Qatar.
"Tentu saja, saya ingin bermain lebih banyak di turnamen mendatang ini, tetapi pada saat yang sama, Anda tahu, Anda belajar bahwa Anda hanya mencoba melakukan apa pun yang Anda bisa untuk membantu tim. Adalah impian yang menjadi kenyataan hanya untuk berada di sana. Ini tentang kolektif, ini tentang tim, melakukan apa pun yang kami bisa untuk melakukan sesuatu yang istimewa bagi negara kami."
"Saya memiliki hubungan yang sangat baik dengan Mauricio. Saat kami di kamp, dia sangat berinvestasi, sangat komunikatif, sangat terbuka dan jujur tentang apa yang ingin dia lihat dari tim dan dari pemain secara individu. Saya memiliki hubungan yang baik dengannya," tutupnya.
Skuad final Amerika Serikat berisi 26 pemain akan diumumkan secara resmi pada 26 Mei mendatang oleh Mauricio Pochettino.
AS dijadwalkan memulai laga pembuka Grup D melawan Paraguay di SoFi Stadium pada 12 Juni, diikuti laga kontra Australia dan Turki.
Baca Juga: 12 Tim Calon Juara Piala Dunia 2026 dari Masing-masing Grup, Messi vs Ronaldo Bisa Terjadi
Berita Terkait
Terpopuler
- Siapa Ginka Febriyanti yang Kini jadi Komisaris Pertamina Retail
- 5 HP Memori 256 GB Harga di Bawah Rp2 Juta, Bisa Simpan Ribuan File dan Gaming
- 4 Sepatu Lari Ardiles Terbaik Paling Laris di Shopee, Lengkap Review dan Harganya
- 3 Rekomendasi Bedak Padat di Indomaret untuk Makeup Halus dan Tahan Lama
- 4 HP Murah Terbaru 2026 untuk Anak Sekolah: Baterai 7000 mAh hingga Koneksi 5G
Pilihan
-
Korban Meninggal Latsarmil SPPI Bertambah Menjadi 5 Orang, Ini Penjelasan Kemhan
-
Lagi! Peserta Latsarmil Kopdes Merah Putih Meninggal, Rifki Renaldi Jadi Korban Ke-4
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
Terkini
-
Bielsa Ngamuk Usai Uruguay Tersingkir dari Piala Dunia 2026, Maki-maki Diri Sendiri
-
Jalan Argentina ke Final Piala Dunia 2026 Terbuka Lebar: Lawan Terpetakan, Ujian Berat Menanti
-
Video Pemain Hampir Baku Pukul di Sesi Latihan, Pelatih Panama: Itu Normal
-
Viral! Fans Seksi Panama Jacky Guzman Ramal Timnya Kalahkan Inggris di Piala Dunia 2026
-
Video Viral Momen Memalukan Leon Goretzka Usai Jerman Dipecundangi Ekuador
-
Ritual Tanda Salib Lionel Scaloni dan Alasan Ogah Rayakan Gol Argentina
-
Iran vs Everybody di Piala Dunia 2026, Mehdi Taremi: Infantino Omong Kosong, FIFA Tak Adil
-
Kabar Duka! Wonderkid Venezuela Ditemukan Tewas di Tengah Reruntuhan Gempa
-
Hasil MLSC All-Stars 2026: Lewat Duel Sengit, Kudus Melaju ke Final Usai Taklukkan Surabaya
-
Heboh Video Kylian Mbappe Nyuruh Wasit Kasih Ban Kapten Tchouameni, Ternyata Ini Alasannya