News / Internasional
Minggu, 17 Mei 2026 | 10:34 WIB
Kelompok Hamas mengonfirmasi tewasnya pimpinan Brigade Al-Qassam di Gaza, Izz al-Din al-Haddad, dalam serangan udara Israel di Kota Gaza. [Istimewa]
Baca 10 detik
  • Pimpinan Brigade Al-Qassam, Izz al-Din al-Haddad, tewas akibat serangan udara Israel di kawasan Remal, Kota Gaza, Jumat malam.
  • Serangan rudal tersebut menewaskan total tujuh orang, termasuk istri serta putri al-Haddad dan sejumlah warga sipil Palestina lainnya.
  • Pemerintah Israel menargetkan al-Haddad karena dianggap sebagai salah satu arsitek serangan 7 Oktober 2023 terhadap wilayah Israel.

Suara.com - Kelompok Hamas mengonfirmasi tewasnya pimpinan Brigade Al-Qassam di Gaza, Izz al-Din al-Haddad, dalam serangan udara Israel di Kota Gaza.

Serangan yang terjadi pada Jumat malam itu juga menewaskan istri dan putri al-Haddad, serta sejumlah warga sipil Palestina lainnya.

Total tujuh orang dilaporkan meninggal dunia dalam insiden tersebut.

Dalam pernyataannya, Hamas mengecam aksi Israel yang disebut sebagai pembunuhan pengecut dan pengkhianatan.

Kelompok tersebut menilai serangan itu sebagai bagian dari pelanggaran berkelanjutan terhadap kesepakatan gencatan senjata di Gaza.

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan Menteri Pertahanan Israel Katz sebelumnya mengklaim pasukan Israel berhasil menargetkan al-Haddad.

Pemerintah Israel menyebutnya sebagai salah satu arsitek serangan 7 Oktober 2023.

Ilustrasi Kelompok Hamas di Jalur Gaza. ANTARA/Anadolu/py

Serangan udara dilaporkan menghantam kawasan Remal di sebelah barat Kota Gaza.

Tiga warga Palestina tewas akibat serangan terhadap kendaraan sipil, sementara empat lainnya meninggal dunia setelah sebuah bangunan dihantam rudal.

Baca Juga: Kebakaran Jenggot! Menhan Israel Belingsatan Gegara Lamine Yamal Kibarkan Bendera Palestina

Sumber medis di Gaza menyebut korban tewas termasuk tiga perempuan dan seorang bayi.

Puluhan warga lainnya juga mengalami luka-luka akibat ledakan tersebut.

Laporan dari jurnalis Al Jazeera di Gaza, Ibrahim Al Khalili mengungkap situasi di lokasi kejadian berlangsung kacau.

Api besar melalap bangunan permukiman dan memaksa puluhan warga melarikan diri dari area serangan.

Hamas menilai operasi militer Israel tersebut menunjukkan sikap yang mengabaikan hukum internasional.

“Serangan ini menegaskan karakter kriminal dan fasis Israel,” tulis Hamas dalam pernyataannya.

Load More