- Dua serangan udara Israel di Gaza City pada Jumat menewaskan tujuh warga sipil dan melukai 45 orang lainnya.
- Serangan tersebut menyasar kendaraan dan bangunan permukiman padat penduduk di kawasan Rimal tanpa memberikan peringatan sebelumnya.
- Israel menargetkan tokoh militer Hamas dalam serangan yang bertepatan dengan peringatan peristiwa bersejarah Hari Nakba tersebut.
Suara.com - Sedikitnya tujuh warga Palestina tewas dan puluhan lainnya terluka dalam dua serangan udara Israel di Gaza City pada Jumat (15/5) waktu setempat.
Korban tewas dilaporkan termasuk tiga perempuan dan satu anak.
Sumber medis di Gaza menyebut serangan pertama menghantam sebuah kendaraan sipil, sementara serangan kedua menyasar bangunan permukiman di kawasan Rimal, Gaza bagian barat.
Menurut laporan petugas medis, sedikitnya 45 orang mengalami luka-luka dan beberapa di antaranya berada dalam kondisi kritis.
Koresponden Al Jazeera di Gaza, Ibrahim Al Khalili, mengatakan serangan terhadap gedung permukiman memicu kebakaran besar setelah sedikitnya empat rudal menghantam area tersebut.
“Ada kepanikan di lokasi. Warga Palestina berlarian menyelamatkan diri,” ujar Al Khalili.
Juru bicara pertahanan sipil Gaza, Mahmoud Basel, mengatakan ratusan warga tinggal di gedung yang menjadi sasaran serangan.
“Rudal ditembakkan tanpa peringatan apa pun. Ada banyak korban luka, termasuk keluarga-keluarga,” kata Basel kepada Reuters.
Di sisi lain, pemerintah Israel menyatakan serangan itu menargetkan Izz al-Din al-Haddad, yang disebut sebagai salah satu tokoh penting di sayap militer Hamas.
Baca Juga: Aksi Seni untuk Palestina Warnai Peringatan 78 Tahun Nakba di Bandung
Dalam pernyataan bersama, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan Menteri Pertahanan Israel Katz menyebut Haddad sebagai salah satu arsitek serangan 7 Oktober terhadap Israel.
Namun hingga kini belum ada konfirmasi apakah Haddad tewas dalam serangan tersebut. Hamas juga belum memberikan tanggapan resmi.
Serangan terbaru itu terjadi tepat pada peringatan Hari Nakba, hari yang dikenang warga Palestina sebagai tragedi pengusiran sekitar 750 ribu orang dari tanah mereka saat berdirinya negara Israel pada 1948.
Wilayah Gaza barat yang diserang dilaporkan sangat padat karena banyak warga mengungsi dari Gaza timur akibat operasi militer Israel yang terus berlangsung.
Meski gencatan senjata sempat diumumkan tahun lalu, pertempuran di Gaza belum benar-benar berhenti.
Data Kementerian Kesehatan Gaza menyebut hampir 850 warga Palestina tewas sejak gencatan senjata diberlakukan pada Oktober tahun lalu.
Berita Terkait
-
Aksi Seni untuk Palestina Warnai Peringatan 78 Tahun Nakba di Bandung
-
Bintang Timnas Indonesia Dukung Lamine Yamal Usai Kibarkan Bendera Palestina
-
Laporan UNICEF: Satu Anak Palestina Meninggal Tiap Pekan, 85 Persen Ulah Israel
-
Pengibaran Bendera Palestina Lamine Yamal Dianggap Hasutan Kebencian oleh Israel
-
Lamine Yamal Kibarkan Bendera Palestina Saat Parade Juara Barcelona, Israel Murka
Terpopuler
- Jokowi Sembuh dan Siap Keliling Indonesia, Pengamat: Misi Utamanya Loloskan PSI ke Senayan!
- Promo Long Weekend Alfamart, Diskon Camilan untuk Liburan sampai 60 Persen
- 6 Warna Pakaian yang Dipercaya Bawa Keberuntungan untuk Shio di Tahun Kuda Api 2026
- 5 HP Xiaomi RAM Besar Termurah, Baterai Awet untuk Multitasking Harian
- Siapa Ayu Aulia? Bongkar Ciri-ciri Bupati R yang Membuatnya Kehilangan Rahim
Pilihan
-
Setahun Menggantung, Begini Nasib PSEL di Kota Tangsel: Pilih Mandiri, Tolak Aglomerasi
-
Di Tengah Maraknya Klitih, Korban Kejahatan di Jogja Harus Cari Penjamin Biaya Medis Sendiri
-
Admin Fansbase Bawa Kabur Duit Patungan Voting, Rio Finalis Indonesian Idol Tereliminasi
-
Menilik Sepatu Lari 'Anak Jaksel' di Lapangan Banteng: Brand Lokal Mulai Mendominasi?
-
SMAN 1 Pontianak Tolak Ikut Lomba Ulang, Sampaikan Salam: Sampai Jumpa di LCC Tahun Depan!
Terkini
-
Apa Hasil Lawatan Trump ke China? Isu Taiwan Menggantung, Beijing Tetap Dukung Iran
-
Mengenal 'Ambo', Sapi Raksasa 1,15 Ton Asal Tangerang yang Dipilih Prabowo untuk Idul Adha 2026
-
Skenario AS Jika Trump Diracun di China, Isi Surat Wasiat untuk JD Vance Terungkap
-
Niat Lerai Cekcok Berujung Maut, Dico Tewas Dikeroyok dan Dilempar dari Lantai 2 Weston Billiard
-
'Pesta Babi' Ungkap Realitas Kelam, Kader PDIP: Jika Film Itu Tidak Bagus, Sediakan Ruang Debat
-
Mengapa Aparat Takut dengan Film 'Pesta Babi? Dokumenter yang Menguak Sisi Gelap Proyek di Papua
-
Tak Sembarang Orang Bisa Beli, Begini Alur Distribusi Narkoba 'VIP Only' di B Fashion Hotel
-
Nasib Ahmad Syahri Merokok dan Main Game Saat Rapat, Terancam Dipecat dari DPRD Jember?
-
Menteri PU Panggil Pulang ASN Tugas Belajar di London Diduga Hina Program MBG
-
Nasib Santri Ponpes Pati Usai Geger Kasus Pelecehan, Sekolah Tetap Lanjut atau Pindah?