-
Persib Bandung meraih hattrick juara Super League berkat konsistensi lini pertahanan yang sangat kokoh.
-
Skuad Maung Bandung menjadi tim dengan angka kebobolan paling sedikit, yakni hanya 22 gol.
-
Gelar juara dipastikan setelah bermain imbang tanpa gol melawan Persijap Jepara di laga pamungkas.
Suara.com - Strategi defensif yang disiplin terbukti jauh lebih berharga daripada lini serang yang agresif dalam perburuan gelar kompetisi kasta tertinggi sepak bola Indonesia Super League.
Persib Bandung berhasil membuktikan teori tersebut dengan mengamankan trofi juara berkat tembok pertahanan yang sangat sulit ditembus lawan.
Keberhasilan ini menasbihkan skuad berjuluk Maung Bandung sebagai tim dengan organisasi lini belakang terbaik sepanjang musim.
Catatan luar biasa ini sekaligus mengukuhkan dominasi mereka di panggung sepak bola nasional dalam beberapa tahun terakhir.
Taktik pragmatis yang diterapkan oleh tim pelatih terbukti ampuh mengatasi fluktuasi ketajaman para penyerang di lini depan.
Keberhasilan mempertahankan konsistensi permainan dari awal hingga akhir musim kompetisi menjadi pembeda utama Persib dengan para pesaing terdekatnya.
Prinsip bermain yang disiplin di area pertahanan membuat para pemain belakang tampil tanpa kompromi di setiap laga.
Pelatih Persib Bandung, Bojan Hodak, mengatakan lini pertahanan yang konsisten menjadi faktor utama keberhasilan timnya meraih gelar juara Super League 2025/2026 sekaligus mencatat hattrick juara di era Liga Indonesia.
“Saya pikir pertahanan memberikan kami gelar juara musim ini,” ujar Bojan di Bandung, Sabtu.
Baca Juga: Daftar Penghargaan Super League 2025/26: Bojan Hodak Pelatih Terbaik, Mariano Peralta Pemain Terbaik
Gawang skuad berjuluk Maung Bandung tercatat hanya kemasukan 22 gol musim ini, yang menjadi kebobolan paling sedikit dibandingkan tim-tim lain di liga.
Menurut Bojan, stabilitas di lini belakang menjadi fondasi penting yang menjaga konsistensi performa tim dari awal hingga akhir musim.
Dia menambahkan bahwa prinsip sederhana tanpa kebobolan menjadi kunci dalam perjalanan Persib meraih gelar juara.
Kerapatan barisan belakang ini menjadi penyelamat krusial ketika lini depan Maung Bandung mengalami kebuntuan dalam mencetak gol.
Efektivitas konversi peluang yang sempat menurun berhasil ditutupi dengan sempurna oleh ketangguhan para pemain di area pertahanan sendiri.
Benteng kokoh tersebut, Bojan menambahkan, menutupi kekurangan Persib yang dinilainya tidak selalu tajam dalam memanfaatkan peluang.
“Meski kami menciptakan peluang dan tidak selalu mencetak gol, pertahanan tetap menjadi bagian terbaik dari permainan kami,” katanya.
Persib memastikan gelar juara setelah bermain imbang tanpa gol melawan Persijap Jepara pada laga pamungkas di Stadion Gelora Bandung Lautan Api, Bandung, Sabtu (23/5).
Hasil tersebut cukup mengantarkan Persib kembali ke puncak klasemen setelah unggul head to head atas Borneo FC yang memiliki poin sama (79 poin).
Berita Terkait
-
Drama Super League: Persis Solo Turun Kasta Meski Bungkam Persita
-
Kata-kata Bojan Hodak Usai Antarkan Persib Bandung Hat-trick Juara Liga 1
-
Era Pemain Lokal Dimulai! John Herdman Siapkan Timnas Indonesia Tanpa Bintang Eropa
-
Daftar Penghargaan Super League 2025/26: Bojan Hodak Pelatih Terbaik, Mariano Peralta Pemain Terbaik
Terpopuler
- 5 Serum untuk Mengecilkan Pori-pori, Bikin Kulit Mulus Sesuai Review Pembeli
- 3 Rekomendasi Air Cooler 50 Watt yang Dingin Maksimal dan Suaranya Senyap
- Mulai Besok Kendaraan Nunggak Pajak Dilarang Isi BBM Bersubsidi
- 3 Sepatu Running Brodo Terlaris di Shopee, Lengkap Review dan Harganya
- 7 Sunscreen Tone Up Terbaik untuk Kulit Kusam sesuai Review dan Harga
Pilihan
-
Resmi! Muktamar NU ke-35 akan Digelar di Ponpes Bahrul Ulum Jombang
-
Babak Belur Emiten Kaesang: Hanya Mampu Bayar Buruh Harian dan Operasikan Satu Pabrik
-
Roy Suryo Menang Praperadilan! Hakim Nyatakan Penangkapan dan Penahanan Tidak Sah
-
Dokumen Kunker Menteri PU ke New York Bocor, Ajak Istri dan Anak Jelang Final Piala Dunia?
-
PHK 1.250 Karyawan Tokopedia Berujung Aksi Buruh ke Kantor TikTok
Terkini
-
Wasit Argentina Pimpin Perancis vs Maroko, Les Bleus Tak Gentar Lawan Keputusan FIFA
-
Wasit Final Piala Dunia 2022 Bongkar Kesalahan VAR Anulir Gol Mesir ke Gawang Argentina
-
FIFA Disorot! Seluruh Ofisial Laga Prancis vs Maroko Berasal dari Argentina
-
Granit Xhaka Tak Takut Hadapi Lionel Messi, Swiss Siap Ukir Sejarah Kontra Argentina
-
Kasusnya Viral, Senator Paraguay Ancam Penjarakan Kylian Mbappe
-
Mesir Tuduh Piala Dunia Diseting untuk Argentina: Dunia Memang Tak Adil, Kenapa di Olahraga Juga?
-
Lengkap! Daftar 8 Tim dan Jadwal Perempat Final Piala Dunia 2026
-
Lionel Messi Lampaui Diego Maradona, Kembali Ukir Rekor Baru di Piala Dunia 2026
-
Profesor Olahraga Soroti Integritas FIFA, Kontroversi Argentina vs Mesir Rusak Kepercayaan Publik
-
Christian Pulisic Kecewa Berat, Amerika Serikat Akhiri Piala Dunia 2026 Secara Tragis