Bola / Bola Dunia
Rabu, 27 Mei 2026 | 16:44 WIB
Kiper Timnas Indonesia, Ernando Ari bersalaman dengan kapten timnas Jepang, Wataru Endo di Piala Asia 2023. [Dok. IG/@nandoariiiss]
Baca 10 detik
  • Kapten Wataru Endo memimpin Timnas Jepang dalam Piala Dunia 2026 dengan misi mencetak sejarah baru bagi Asia.
  • Jepang akan menghadapi Belanda dan Swedia dalam Grup F yang mempertemukan Endo dengan rekan setimnya di Liverpool.
  • Timnas Jepang menargetkan untuk melampaui babak 16 besar demi membuktikan kualitas sepak bola Asia di panggung dunia.

Ambisi Lampaui Rekor Babak 16 Besar

Meski kerap tampil kompetitif, Jepang tercatat belum pernah menembus babak perempat final sepanjang sejarah keikutsertaan mereka di Piala Dunia.

“Sebagai pemain tim Jepang, kami merasa bisa melakukan dan meraih sesuatu, atau bahkan mengejutkan dunia. Piala Dunia selalu sulit dimainkan dan setiap tim benar-benar kuat, setiap negara juga sangat siap menghadapi turnamen ini,” tegas Endo.

Endo meyakini perkembangan kualitas individu pemain Jepang di liga-liga top Eropa menjadi modal utama untuk mematahkan keraguan publik dunia.

Kedisiplinan taktik dan mentalitas juang yang dimiliki para pemain Samurai Biru diharapkan mampu menjadi kunci untuk merobohkan kekuatan besar dari benua lain.

Kini seluruh elemen Timnas Jepang tengah memfokuskan persiapan fisik dan mental guna mewujudkan mimpi menjadi raksasa baru di peta sepak bola internasional.

Latar Belakang Sejarah Jepang di Piala Dunia

Jepang tercatat sudah empat kali mencapai babak 16 besar Piala Dunia. Namun, langkah mereka selalu terhenti di fase gugur tersebut.

Pada edisi 2022 di Qatar, harapan Samurai Biru untuk mengukir sejarah pupus lewat drama adu penalti saat menghadapi Kroasia setelah bermain imbang 1-1.

Baca Juga: Peta Kekuatan Calon Juara Piala Dunia 2026: 5 Tim Ini Dijagokan FIFA

Kini, dengan status sebagai salah satu tim terbaik di ranking FIFA, Jepang berambisi membuktikan bahwa sepak bola Asia telah berada di level yang setara dengan kekuatan tradisional dunia pada Piala Dunia 2026.

Load More