- Jaksa Agung New York dan New Jersey mengeluarkan subpoena kepada FIFA terkait penyelidikan praktik penjualan tiket Piala Dunia 2026.
- Penyelidikan berfokus pada lonjakan harga akibat sistem dynamic pricing serta ketidaksesuaian kategori kursi penonton pada delapan pertandingan.
- FIFA dituntut memberikan bukti hukum atas dugaan proses pembelian tiket yang membingungkan dan merugikan konsumen menjelang turnamen mendatang.
Harga tiket Piala Dunia 2026 memang menjadi kontroversi besar sejak awal penjualan dibuka.
Banyak pihak membandingkan harga saat ini dengan estimasi awal yang tercantum dalam dokumen bidding tiga negara tuan rumah.
Karena tekanan publik, FIFA akhirnya merilis sebagian kecil tiket seharga 60 dolar AS.
Namun tiket murah itu berada di sudut paling atas stadion dengan jarak pandang terbatas.
Pada Maret lalu, puluhan anggota parlemen Amerika Serikat juga mendesak FIFA menurunkan harga tiket.
Mereka menilai sistem dynamic pricing membuat Piala Dunia menjadi ajang eksklusif yang sulit dijangkau penggemar biasa.
Permintaan Tiket Tembus 500 Juta
Presiden FIFA, Gianni Infantino, sebelumnya mengungkapkan bahwa antusiasme terhadap Piala Dunia 2026 mencapai level tertinggi sepanjang sejarah.
Menurut Infantino, FIFA telah menerima sekitar 500 juta permintaan tiket untuk turnamen yang akan diikuti 48 negara tersebut.
Baca Juga: Timnas Iran Minta Visa Khusus di Piala Dunia 2026, Otoritas AS Masih Cuek Bebek
“Kami telah menjual hampir 90 persen inventaris tiket global yang tersedia di pasar,” kata Infantino dalam Kongres FIFA di Vancouver bulan lalu.
Piala Dunia 2026 akan berlangsung mulai 11 Juni hingga 19 Juli di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko.
Berita Terkait
-
Timnas Iran Minta Visa Khusus di Piala Dunia 2026, Otoritas AS Masih Cuek Bebek
-
Saling Balas Serangan! Iran Targetkan Pangkalan Militer AS Setelah Washington Gempur Bandar Abbas
-
Ada Miracle of Bern, Ini 8 Comeback Gila yang Terjadi di Piala Dunia
-
Pujian Vinicius untuk Lamine Yamal: Dia Bisa Menangkan Piala Dunia Sendirian
-
Perang AS vs Iran Kembali Meledak! Kuwait Langsung Aktifkan Pertahanan Udara
Terpopuler
- 7 HP Midrange Serasa Flagship 2026: Spesifikasi Premium dan Performa Juara
- 3 HP Android dengan Kualitas Kamera Selevel iPhone 17 Pro Max, Cocok untuk Bikin Konten
- 4 Sepatu Nike Tanpa Tali Serbaguna: Nyaman untuk Olahraga, Praktis buat Jalan Santai
- Danantara Sumberdaya Indonesia Batal Beroperasi Penuh, Pemerintah Mundurkan Skema Ekspor SDA di 2027
- Gugurkan Klaim Santriwati 'Hamil Tanpa Hubungan Badan', Polisi Tangkap Kiai di Pekalongan
Pilihan
-
Skandal! Jaksa AS Selidiki FIFA, Penjualan Tiket Piala Dunia 2026 Diduga Bermasalah
-
Live 'Pocong Jadi-Jadian' Hebohkan Warga Sragen, 3 Pelajar Diamankan Polisi
-
Bos Nvidia Serobot Antrean Jagung Bakar dengan Traktir Semua Pembeli, Egois atau Dermawan?
-
BREAKING NEWS! Persija Resmi Tidak Perpanjang Kontrak Mauricio Souza
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer: Hukum Mati Saja Saya!
Terkini
-
Timnas Iran Minta Visa Khusus di Piala Dunia 2026, Otoritas AS Masih Cuek Bebek
-
Siapkan Rp900 Miliar Manchester United Selangkah Lagi Dapatkan Pengganti Casemiro
-
Bekas Kota Komunis Bersiap Panen Cuan di Final Liga Champions Arsenal vs PSG
-
Final Liga Champions: PSG Menggila di Depan, Arsenal Tak Tergoyahkan di Belakang
-
Daftar Klub Inggris Paling Sukses di Eropa: Liverpool Masih Juara, Arsenal Coba Cetak Sejarah
-
Hanya Ada 8 Klub! Misi Eks Barcelona Bawa PSG Samai Rekor Real Madrid di Liga Champions
-
Berapa Duit yang Dikantongi Juara Liga Champions? Yang Kalah Cuma Dapat Rp1,2 Triliun
-
Arsenal Terancam Tumbang? PSG Punya Keunggulan 7.000 Menit Jelang Final Liga Champions
-
10 Pelatih Legendaris dengan Rekor Ciamik di Piala Dunia, Siapa Paling Berkesan?
-
Timnas Indonesia Masuk Grup Neraka di Kualifikasi Piala Asia U-20 2027