Bola / Liga Inggris
Senin, 01 Juni 2026 | 13:39 WIB
Strategi bertahan ekstrem dan taktik buang waktu Mikel Arteta hancurkan mimpi Arsenal menjuarai Liga Champions. (Istiewa)
Baca 10 detik
  • Taktik bertahan ekstrem Arsenal mencatat rekor penguasaan bola terendah (26%) sepanjang sejarah final Liga Champions.

  • Strategi mengulur waktu selama 31 menit gagal meredam PSG dan justru merusak reputasi The Gunners.

  • Mikel Arteta dituntut merombak gaya bermain dan lebih berani menyerang agar bisa bersaing di level tertinggi.

Ia menambahkan, "Dan kita harus menunjukkan ambisi itu karena kita lebih dari mampu untuk melakukannya. Namun, itu akan menuntut kita untuk menjadi sangat, sangat ambisius, sangat cepat, dan sangat cerdas."

Arsenal sejatinya mengakhiri musim Liga Champions tahun ini dengan catatan unik tanpa satu pun kekalahan dalam waktu normal.

Kendati demikian, pragmatisme berlebihan membuat Arteta enggan memaksimalkan deretan penyerang mahal seperti Viktor Gyökeres, Eberechi Eze, dan Noni Madueke sejak menit awal.

Sejarah mencatat bahwa keberanian menyerang adalah kunci utama untuk merengkuh trofi si Kuping Besar, sebuah aspek yang saat ini belum dimiliki oleh skuad Arsenal.

Jika Arteta tidak segera membuang ego defensifnya, trofi tertinggi antarklub Eropa ini akan selamanya berada di luar jangkauan mereka.

Load More