- Legenda Kamerun, Roger Milla, memegang rekor pencetak gol tertua sepanjang sejarah Piala Dunia pada usia 42 tahun.
- Milla mencetak gol bersejarah tersebut ke gawang Rusia dalam turnamen Piala Dunia 1994 di Amerika Serikat.
- Pemain veteran lain seperti Pepe dan Cristiano Ronaldo masuk dalam daftar pencetak gol tertua turnamen tersebut.
Suara.com - Piala Dunia selalu melahirkan cerita besar, termasuk para pemain veteran yang masih mampu mencetak gol di panggung sepak bola terbesar dunia.
Hingga Piala Dunia 2026, rekor pencetak gol tertua dalam sejarah turnamen masih dipegang oleh legenda Kamerun, Roger Milla.
Eks bomber Pelita Jaya itu mencatatkan namanya dalam buku sejarah saat mencetak gol ke gawang Rusia pada Piala Dunia 1994 di Amerika Serikat.
Ketika itu, usianya telah mencapai 42 tahun 39 hari, sebuah rekor yang belum mampu dipecahkan selama lebih dari tiga dekade.
Meski Kamerun kalah telak 1-6 dari Rusia, gol hiburan yang dicetak Milla menjadi momen bersejarah.
Milla bahkan memperpanjang rekornya sendiri setelah sebelumnya sudah menjadi pencetak gol tertua saat membobol gawang Kolombia di Piala Dunia 1990 pada usia 38 tahun.
Di bawah Milla, posisi kedua ditempati bek veteran Portugal, Pepe.
Pada Piala Dunia 2022 di Qatar, Pepe mencetak gol saat Portugal menghancurkan Swiss 6-1 di babak 16 besar.
Saat itu, usia Pepe mencapai 39 tahun 283 hari. Gol sundulannya dari sepak pojok Bruno Fernandes sekaligus menjadikannya pencetak gol tertua dalam laga fase gugur Piala Dunia.
Baca Juga: Susahnya Masuk AS! Timnas Afsel Berangkat ke Piala Dunia 2026 Tanpa Asisten Pelatih
Rekan setimnya, Cristiano Ronaldo, berada tepat di bawah Pepe.
Kapten Portugal itu mencetak gol penalti ke gawang Ghana pada laga pembuka Grup H Piala Dunia 2022 ketika berusia 37 tahun 292 hari.
Gol tersebut sempat membuat Ronaldo menjadi pencetak gol tertua kedua dalam sejarah Piala Dunia. Namun, rekor itu kemudian disalip Pepe beberapa pekan kemudian.
Posisi keempat ditempati legenda Swedia, Gunnar Gren.
Gunnar mencetak gol ke gawang Jerman Barat pada semifinal Piala Dunia 1958 saat berusia 37 tahun 236 hari dan membantu Swedia melaju ke final.
Sementara itu, legenda Meksiko Cuauhtémoc Blanco menempati posisi kelima.
Berita Terkait
-
Susahnya Masuk AS! Timnas Afsel Berangkat ke Piala Dunia 2026 Tanpa Asisten Pelatih
-
Laga Iran Dijaga Ekstra Ketat, Los Angeles Siapkan Pengamanan Khusus di Piala Dunia 2026
-
Hwang In Beom Menjadi Kunci Krusial Lini Tengah Korea Selatan di Piala Dunia 2026
-
Alphonso Davies Kembali ke Timnas Kanada Meski Cedera Hamstring Belum Pulih Total
-
Kylian Mbappe dan Ronaldo Kalah Tajam! Inilah Striker Paling Haus Gol di Satu Edisi Piala Dunia
Terpopuler
- 5 Motor yang Jadi Mimpi Buruk Mekanik, Montir Langsung Pura-Pura Sibuk
- 5 Sunscreen Lokal untuk Hempas Flek Hitam, Lengkap dengan Review dan Harganya
- Sepatu Lari Cocok untuk Jalan Kaki? Ini 3 Sepatu Terbaik Menurut Pakar Beserta Harganya
- realme C100i Jadi Andalan Anak Muda, Baterai Awet 6 Tahun dan Reverse Charging
- Akhir Dilema PCX vs Vario: Skutik Baru Honda Hadir Bawa Kamera Dashcam dan Mesin Lebih Buas
Pilihan
-
Prabowo Copot Dadan Hindayana, Nanik S Dayang Resmi Jadi Kepala BGN!
-
674 Korban Kebakaran Kemayoran Mengungsi, Posko Bantuan dan Layanan Kesehatan Disiagakan
-
Kebakaran Kemayoran: Ratusan KK Terdampak, Korban Dievakuasi ke RS Hermina
-
Atma Jaya Yogyakarta Temukan Empat Mahasiswa Terlibat Kasus Riset AI, Kampus Siapkan Sanksi
-
Prabowo: Kalau Kita Lapar, Tidak Ada Bangsa Lain yang Kasihan dan Bantu
Terkini
-
Nomor 7 Tetap Milik Ronaldo! Pemain Ini Warisi Nomor Mendiang Diogo Jota di Piala Dunia 2026
-
Rekor yang Tak Pecah 72 Tahun! Skor 7-5 Akankah Terulang di Piala Dunia 2026?
-
Siapa Raja Assist dalam Sejarah Piala Dunia? Bukan Messi Apalagi Ronaldo
-
Liverpool Berduka, Kenny Dalglish Berjuang Melawan Kanker di Usia 75 Tahun
-
Popularitas Timnas Indonesia Menurun, John Herdman Diminta Benahi 'Kekacauan' Pasca Kluivert
-
Susahnya Masuk AS! Timnas Afsel Berangkat ke Piala Dunia 2026 Tanpa Asisten Pelatih
-
Laga Iran Dijaga Ekstra Ketat, Los Angeles Siapkan Pengamanan Khusus di Piala Dunia 2026
-
FIFA Kirim Surat Khusus untuk Persib Bandung, Apa Isinya?
-
Misi Mustahil Thomas Tuchel? Memetakan Jalur Terjal Inggris Menuju Takhta Piala Dunia 2026
-
Bukan Hadiah, Ini Misi PSSI Agar Timnas Indonesia Juara Piala AFF 2026